Kraukk.com

728 x 90

my twitter

Follow g1g1kel1nc1 on Twitter

Jumat, 04 November 2011

Waspada Gerombolan Copet di Angkot


Ini terjadi beberapa hari yang lalu saat saya pulang kantor. Setelah lama menunggu datanglah angkot warna merah dan berhenti di depan saya dan seorang ibu yang juga menunggu. Awalnya saya duduk di bangku kecil dekat pintu lalu naik lagi seorang anak sekolah yang masih memakai seragam naik ketika angkot ini sudah berjalan sejauh 500 meter kurang lebih. Lalu saya pindah duduk di bangku pendek yang dekat pintu.

Saya merasa ada yang aneh dengan lelaki di depan saya. Ia berpakaian rapi, pakai kemeja , celana jeans dan sepatu. Tetapi duduknya miring ke arah perempuan yang duduk di belakang bangku supir. Anehnya tuh laki mepet terus dengan perempuan itu sampai perempuan itu ketakutan dan berusaha menutupi tas yang ia bawa dengan kedua lengannya. Selain itu jika saya perhatikan, setiap kali perempuan itu membuka tasnya mata lelaki itu tak pernah lepas dari isi tas tersebut.

Kecurigaan saya bertambah lagi pelan-pelan lelaki yang duduk disebelah saya buat ulah juga. Pelan-pelan ia merubah posisi tas ransel yang ia pangku itu menjadi melintang dan menyentuh paha saya. Lalu tangan kanannya menyelinap dibawah tas ransel tersebut dan tangan kirinya diatas tasnya. Aduh, perasaan mulai ga enak dan mata saya mulai tak lepas memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh tangan yang siap menggerayangi tas saya.

Mungkin karena saya menunduk untuk memperhatikan gerak gerik tangannya yang tersembunyi di balik tas dan mata saya menatap tajam ke arahnya akhirnya dia sadar diri lalu cepat-cepat menarik tasnya dan memangkunya kembali. Saya sudah bertekad seandainya tangannya menyentuh paha saya sedikit aja atau sampai tangannya masuk ke dalam tas saya , benar-benar saya hajar dia! Saya jedotin ke jendela.

Sudah disebelah saya tak berkutik karena mungkin sudah ketahuan eeh lelaki di depan saya masih beraksi saja. Tak berkedip saya pandangi dia yang terus memandang isi tas perempuan yang duduk disebelah itu.Seakan ia berusaha mencari celah untuk tangannya meraih isi yang ada di dalamnya.

Lama-lama dia sadar kalau saya perhatikan lalu gerakannya seperti orang yang kecacingan. Ia melirik ke orang-orang yang duduk agak ke dalam ( duduk di bangku paling ujung dekat jendela belakang ). Baru disitu saya menyadari kalau mereka duduk di dalam angkot ini bergerombol dan berpencar duduknya. Lelaki di depan saya mengeluarkan handphone dan mulai berkomunikasi dengan mereka bertiga lewat sms.

Saya berdoa dalam hati semoga tidak sampai mereka melakukan aksi jahat atau apapun yang menyebabkan penumpang di dalam angkot ini terluka. Dan untunglah perempuan yang duduk ketakutan itu sudah turun sehingga niat jahat lelaki itu tak kesampaian. Seandainya dia nekat saya mau teriakin atau saya tegur lelaki itu. Mungkin supir juga sudah curiga dengan mereka ini.

Setelah perempuan itu turun lalu banyak penumpang yang naik tetapi laki-laki dan entah apa yang mereka bicarakan lewat sms akhirnya mereka turun tidak jauh dari perhentian akhir angkot yang saya naiki. Gila, saya deg deg an dan udah gambling aja bila sampai terjadi hal yang buruk. Sampai mereka turun pun saya perhatikan mereka yang langsung menghilang dan hanya lelaki yang di depan saya di tugaskan untuk membayar semua.

Saya hanya meminta bila pengguna angkot agar berhati-hati. Banyak saya lihat diangkot sambil mencet mencet tombol handphone dan ga sadar di sampingnya ngeliatin tak kedip. Saya sampai geregetan sendiri , apa ga punya waktu nunggu sampai di tempat yang aman nanti kalau dicopet tuh handphone ntar cuma nangis.

Saya hanya prihatin bagaimana orang tidak beralih ke kendaraan pribadi ataupun beramai-ramai beli motor jika kendaraan umum yang ada tidak memberikan rasa aman bagi yang naik angkot. Memang tidak semua penumpang angkot adalah pencopet tapi tak ada salahnya kenali mereka dari gerak-geriknya. Peka sedikitlah , saat mata meleng tangan dibawah tas merayap mencomot isi tas kita. Sebab pernah terjadi waktu naik angkot juga dalam perjalanan pulang kerja, dompet seorang ibu sampai jatuh dibawah kaki saya karena digeser dengan tas seorang penumpang disebelah saya.

Saya sengaja memperhatikan dompet tersebut dan akan mencekal tangan yang akan mengambil dompet itu sebab si ibu yang punya dompet ga sadar kalau dompetnya jatuh. Lalu saya ambil dompet itu dan saya berikan ke ibu tersebut yang sudah pindah tempat duduk. Lelaki itu menoleh kepada tangan saya yang mengembalikan dompet itu. Si Ibu yang melihat mata lelaki itu segera menghardiknya "Apa kamu mau copet dompet saya ya?" Lelaki itu hanya menggeleng dan segera turun dari angkot.

Selain itu , waktu pulang kantor juga, dalam perjalanan naik bus kopaja. Lalu ada seorang lelaki duduk disebelah saya. Saat duduk koq ada yang aneh di kantong celana saya seperti ada yang meraba. Saya coba liat eeh ternyata ada jari dari lelaki yang duduk disebelah saya. Dia pura-pura menghadap ke depan dengan tangan melipat di dada tapi jari-jarinya berusaha masuk ke dalam kantong celana saya. Alhasil, itu jari saya angkat tinggi-tinggi dan saya bicara keras di dalam bus , " Lo mau ngapain pak tanganya masuk ke kantong celana gue?" Karena malu atau takut digebukin orang itu langsung turun di lampu merah tanpa menengpk ke arah saya. Parah!

Semoga hal tersebut tidak terjadi pada kita semua apalagi para pengguna jasa angkutan umum. Berdoa sebelum berangkat kerja mungkin salah satunya untuk menghindari hal-hal buruk ataupun sesuatu yang jahat terjadi pada kita dalam perjalanan.

Jakarta , 04 November 2011
Veronica Setiawati

PS : Waspadalah! :)

sumber gambar : google.com

Senin, 31 Oktober 2011

Cerita Dari Magelang – Part 1

Tiba di bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, hari masihlah pagi sekitar pukul 7 dan langit kota budaya ini masih diliputi awan kelabu. Seorang lelaki lengkap dengan baju tradisional Jawa sudah menunggu dengan senyum yang mengembang dan menjadikan bandara menjadi cerah. Ia menanti kedatangan rombongan dari Lumix Fun Photo Trip dengan sebuah kertas ditangannya.

Lelaki itu yang ternyata adalah Tour Guide kami. Di dalam bus ia memperkenalkan diri akan menemani sepanjang perjalanan kami hingga hari terakhir kami di Magelang dan Yogyakarta. Ia banyak cerita mengenai kota Yogya dan baju tradisional yang ia kenakan.

Dari bandara , tujuan pertama kali adalah singgah di sebuah rumah makan yang dekat sekali dengan kompleks Universitas Gajah Mada. Dari tepi jalan kami masuk ke salah satu gang dan menemukan sebuah rumah yang sederhana tetapi sangat ramai disinggahi. Rumah makan yang menyediakan makanan khas Yogyakarta, yakni Gudeg Yu Djum.

Dari informasi bapak tour guide-nya, rumah yang kami datangi adalah rumah asli dari si pemilik nama rumah makan ini. Di depan pintu masuk, beberapa bapak-bapak tua memainkan alat musik keroncong dan mereka bernyanyi bersama. Saya seperti menjadi tamu kehormatan mendapat sambutan musik yang mungkin sudah tidak dapat di dengar di televisi ataupun radio.

Gudeg disajikan di atas piring yang terbuat dari anyaman bambu dan dialasi daun pisang segar dan kertas nasi berwarna coklat. Diatasnya terdapat nasi, telor dan irisan daging serta beberapa cabai hijau. Rasa gudeg itu begitu manis dilidah dan bumbu-bumbunya menambah rasa sesuai selera. Suasana di dalam rumahnya begitu akrab dan nyaman.

Bagian belakang rumah adalah dapurnya. Bahan masakan untuk gudeg ini dimasak di atas tungku yang menggunakan kayu bakar. Beberapa potongan kayu bakar sudah siap sedia di dekat tungku. Pemandangan yang tak pernah dilihat di kota besar seperti Jakarta.

Perjalanan dilanjutkan setelah sarapan dan menuju Magelang dan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah. Dari Yogya perjalanan melewati Jalan Raya menuju Magelang, lalu Muntilan hingga menuju kota Magelang, menuju tempat penginapan kami yakni di Hotel Puri Asri.

Saat melewati Jalan raya tersebut beberapa kendaraan alat berat sedang memperbaiki tempat dimana saksi bisu dari letusan Merapi tanggal 26 Oktober 2010, menghancurkan tempat ini. Puing-puing sedang dibersihkan dan ruas jalan dialihkan. Kemudian, ketika melewati daerah Muntilan, kami diajak melihat bangunan yang kedua atap rumahnya berbentuk seperti pelana kuda.

Disebutkan bahwa kawasan Muntilan ini adalah kawasan Pecinan atau kaum Tionghoa di Jawa Tengah. Masih banyak terdapat bangunan bersejarah tetapi kurang diperhatikan dan sekarang menjadi tempat yang ramai. Di tepi jalan kawasan ini , terdapat sebuah wihara yang bersejarah bernama Hok An Kiong yang ternyata setelah santap siang kami berkunjung ke tempat ini.

Di kota Magelang sendiri, terasa kota ini sangat nyaman dan tenang. Seperti semua pergerakan roda ekonomi begitu pelan tetapi enak untuk dinikmati. Tidak ada tergesa-gesaan dan terlihat mereka yang tinggal begitu menikmati hidup. “Rasanya di tempat senyaman ini, nilai uang masih memiliki arti”, demikian yang dikatakan teman saya, saat bus melintasi kota Magelang.

Ketika kami tiba di Hotel Puri Asri dibagikan ruang kamar dan kelompok Photo. Satu kelompok terdiri dari tiga orang dipinjamkan satu kamera pocket merk Lumix , lengkap dengan memorycard dan charger. Jadi, selama dua hari , kami masing-masing dalam satu kelompok memotret apapun dari tempat-tempat yang nanti dikunjungi dengan kamera yang dipinjamkan untuk dilombakan. Walaupun kami masing-masing juga membawa kamera pribadi.

Setelah makan siang di sebuah tempat makan “Sego n’Deso” di kawasan Jl. Pemuda, Magelang kami melanjutkan perjalanan. Tempat pertama dari Lumix Fun Photo Trip adalah Wihara Hok An Kiong yang tadi sudah dilewati. Cuaca cukup terik dan matahari menyinari bumi dengan sengatnya yang menusuk kulit. Gapura wihara yang menawan dengan ornament berwarna merah menyambut kedatangan kami.

Lekukan dari tiap-tiap atap gapura yang terdiri atas tiga susun ini mengingatkan saya dengan sebuah Wihara yang terdapat di sebuah kawasan perumahan elite di Ancol yakni Wihara Da Bo Gong. Saya hanya menduga mungkin ada kaitannya karena kemiripan dari gapuranya terlihat jelas. Dan ternyata benar , wihara tersebut ada kaitannya dengan Laksamana Cheng Ho seperti yang ada di Ancol. Dan tertulis di dinding pagar Anno, 11-05-1929.


Setelah puas mengambil beberapa photo di wihara Hok An Kiong, tempat kedua adalah Candi Borobudur. Tempat bersejarah yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 09 Juli 1989 dan menjadi salah satu keajaiban dunia ini sudah mulai dibuka kembali untuk umum sejak pembersihan dari abu vulkanik Merapi yang katanya beberapa bagian sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya.

Dan para pengunjung sudah diperbolehkan untuk naik ke stupa atau tingkatan yang 9 – 10 dari candi yang megah ini. Tetapi itupun tidak boleh terlalu lama juga pengunjung tidak boleh duduk di stupa candi.

Setelah turun dari bus kami diserbu para pedagang, mereka memaksa dengan caranya membeli souvernir, kaos atau apapun. Harus pinter-pinter menolak deh karena kalau diladeni mereka akan terus mengejar.

Harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp 20.000,- per orang dan ada guide-nya. Sebelum masuk ke dalam pelataran candi, pengunjung diperiksa oleh keamanan dan melewati pintu detector. Segala macam bawaan diperiksa, sekarang pengamananya super ketat atau mungkin baru sadar kalau tempat ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus dijaga kelestariannya.

Setelah di dalam pelataran para pengunjung diberikan kain penutup satu orang satu kain yang dililitkan dipinggang. Saya teringat seperti mau masuk ke Pura Jagatkarta yang ada di Bogor, pengunjung wajib memakai kain. Dan setelah selesai dari Candi Borobudur, kain tersebut dikembalikan kembali.

Dengan berjalan kaki, kami menuju lokasi candi hingga menuju anak tangganya. Tetapi dari kejauhan pesona Candi Borobudur yang pertama kali saya kunjungi saat masih SMA, sudah terlihat jelas puncak stupa dan beberapa bagian badan candi. Apalagi matahari sore muali menyembul dari bagian badan candinya membuatnya bercahaya.

Memang ada beberapa tempat di lantai ke dua atau ketiga yang di tutup dan para pengunjung tidak diperkenankan untuk melintas. Katanya sih selain pemugaran juga ada beberapa relief orang dewasa yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Kami di ajak oleh guide candi melewati sisi kiri candi serta melintasi sebuah pohon yang disebut Pohon Bodhi, tempat Sang Buddha bertapa dan mendapat pencerahan.

Saya kagum dengan bangunan candi yang megah ini dan hebatnya kisah perjalanan seorang Buddha digambarkan di relief dinding candi. Batu-batuan saling menempel tanpa semen ataupun perekat hingga dapat kokoh berdiri seperti ini. Sebuah maha karya yang luar biasa.

Di pertengahan candi, kami melihat bukit yang menjulang. Bukit tersebut dikenal dengan Bukit Menoreh. Jika diperhatikan bukit tersebut seperti orang yang sedang tidur dengan posisi telentang. Dan keindahan pemandangan yang ditampilkan begitu memukau saat matahari hendak menuju tempat peristirahatannya. Sungguh luar biasa tempat seindah ini hadir dan nyata di depan mata.

Akhir dari perjalanan hari pertama di Magelang, adalah kembali ke kamar hotel yang sejuk. Lalu melanjutkan ke ruang makan dimana hidangan makan malam sudah menanti serta di mulai workshop tentang Fotografi oleh Mas Kelik Broto dari Majalah Tamasya, majalah yang menyelenggarakan acara ini.

Cerita Magelang hari pertama di tutup sampai disini :)

Penulis
Veronica Setiawati
Peserta LUMIX Fun Photo Trip
www.veronicasetiawati.blogspot.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Flying With Garuda.. Oh So Sweet..

Subuh, saya sudah berkumpul dengan teman-teman yang bergabung untuk Lumix Fun Photo Trip dari Majalah Tamasya, di Bandara Soekarno Hatta Jakarta terminal 2F. Tripnya sih naik pesawat dan inilah yang kali ke dua saya lakukan yakni naik pesawat sedangkan trip bersama Tamasya baru ini saya bergabung. Tujuan Fun Photo Trip adalah Magelang dan dengan pesawat Garuda menuju Yogyakarta.

Saat menunggu, eh mata saya melihat sesosok gadis bule yang tak lain adalah Nadine Chandrawinata. Dia mau trip kemana tuh, entahlah karena bawaannya sangat banyak! Saat saya sudah didalam dia bergabung bersama teman-temannya yang lain.

Setelah melewati pemeriksaan barang-barang dan pemeriksaan identitas penumpang dari pesawat Garuda, ternyata ada rombongan dari Trans TV untuk acara Peppy The Explorer. Wah , ga nyangka ternyata satu pesawat dengan mereka ke Yogya.

Seperti yang saya beritahukan ini adalah kedua kalinya saya bepergian dengan pesawat. Wuiih canggih dengan Garuda pula! Mama saya saja sampai iri, kepengen pergi juga naik Garuda. Yah ini juga karena jalan-jalan dengan Majalah Tamasya.

Setelah nunggu cukup lama, baru deh tiket keberangkatan dengan GA202 diberikan satu persatu. Canggung beneran deh ketika bawa barang-barang ke dalam loket check in di Bandara. Pemeriksaan pertama barang-barang melewati mesin detector begitupun dengan badan saya. Lolos deh pemeriksaan.

Eh, ada yang lucu, mungkin karena sedang bingung juga saat masuk ada seorang ibu , ia jongkok untuk menerobos masuk lewat sebuah celah dari pintu besi. Saya heran koq lewat situ kan ada pintu dan benar saja ia ditegur oleh seorang keamanan.

Lucunya juga neh bingung saya neh kemana lagi setelah di dalam karena yang saya lihat kok banyak yang antri. Ikuti teman sampai ikut antri check in bagasi dan ternyata di tengah antrian baru sadar kan ini sudah proses check ini dengan ketentuan bagasi 20kg. Saya dan teman itu keluar dari antrian dan menuju pintu ruang tunggu pesawat Garuda. Bawaan saya tidak banyak sampai berkoper-koper untuk dimasukan ke bagasi.

Lalu saya melewati lagi sebuah loket pemeriksaan barang-barang dengan pintu detector dan setelah melewatinya seorang petugas wanita menempelkan sebuah alat sensor di tubuh saya eh tepatnya diperut saya deh. Setelah tak didapati apapun yang menurutnya barang berbahaya saya pun melanjutkan ke dalam ruangan untuk menunggu pesawat.

Sebelum masuk , ada pemeriksaan KTP atau identitas dari calon penumpang pesawat. Wah , untungnya saya bawa kalau tidak urusannya bisa gagal atau bikin surat pernyataan deh seperti kejadian yang dialami Bude saya. Dari KTP tersebut dicocokan deh namanya dengan yang ada di tiket pesawat setelah itu baru bayar Rp 40.000,- ( kalau di Bandara Adi Sutjipto- Yogya Rp 35.000 ), lalu bisa duduk sampai ada pemberitahuan untuk masuk ke dalam pesawat. Nah, saat menunggu itulah saya melihat ternyata ada rombongan dari Trans TV untuk syuting Peppy The Explorer.

Baru deh saat ada pemberitahuan pesawatnya siap berangkat, mulai deh tunjukin tiketnya trus discan oleh petugasnya dan saya bersama penumpang pesawat Garuda menuju sebuah bus untuk diantar ke pesawat. Kalau waktu pertama saya naik pesawat, tidak pakai bus tetapi jalan dilorong itu eh tau-tau sudah di depan pintu pesawat hehe.

Di depan pintu sudah disambut oleh Pramugari dan Kapten pesawatnya lalu lewati first classnya. Asik ,ternyata saya duduk dekat jendela. Cuaca juga sangat mendukung dan sangat cerah. Barang-barang sudah saya masukan ke dalam bagasi kabin pesawat lalu memasang seat bealt. Saya membayangkan pertama kali naik pesawat tapi waktu itu bukan Garuda tapi Batavia Air dan rutenya pun jauh ke Kupang!

Naik Garuda memang mahal tetapi pelayanannya bagus. Sebelum pesawat tinggal landas, kami diberikan permen. Setelah pesawat sudah diatas , dibagikan satu boks kue dan juga bila ada yang ingin minuman seperti susu,kopi atau teh. Tempat duduknya juga empuk dan luas tetapi karena tekanan udara di kabin, telinga saya jadi berdengung. Turun dari pesawat rasanya koq saya jadi budeg, apalagi kecil sekali suara yang saya dengar dan belum lagi kepala saya seperti berputar. Jetlag deh saya.

Saat pulang pun juga menggunakan pesawat dengan Garuda GA215 dari bandara Adi Sutjipto – Yogyakarta. Namun kalau untuk pemeriksaan tidak seketat sewaktu di Jakarta, yah paling tidak prosedurnya sama. Bagi teman-teman yang membeli oleh-oleh jadi ada tambahan untuk bagasi. Ruang tunggu di Bandara luas seperti di terminal bus dan ada empat pintu menuju pesawat. Eh, lagi-lagi ketemu rombongan Peppy dan tak buang kesempatan, saya pun berfoto dengan dia.

Di bandara Yogyakarta ini terdapat beberapa outlet yang menyediakan oleh-oleh , bacaan ataupun lounge untuk para penumpang pesawat. Bangku-bangku panjang di ruang tunggu pesawat membuat saya teringat akan cerita Trinity , di bukunya -The Naked Traveler, bangku-bangku ini dapat menjadi tempat tidur bila pesawat delay.

Wiih untungnya hal itu tidak sampai terjadi pada saat kembali ke Jakarta. Tapi untuk pesawat Lion Air ada pengumuman keterlambatan mendarat. Duuh ga tega deh kalau sampai lihat muka-muka lusuh karena pesawat ditunda.

Beberapa nama juga dipanggil di pengeras suara bandara karena pesawat akan berangkat. Mungkin, mereka sedang di toilet, makan atau mungkin sedang bayar di outlet hehe. Riuhnya penumpang pesawat yang antri sangat panjang di depan pintu pemeriksaan sebelum naik pesawat. Benar – benar sangat berbeda dengan di Bandara Soekarno Hatta. Namun isunya bandara Yogyakarta akan berpindah tempat dekat pantai Parangkritis dan mungkin bisa lebih luas. Ya semoga lebih bagus lagi pelayanannya juga tempatnya.

Ketika sudah berada dipesawat pun segala bentuk barang elektronik yang memiliki signal harus di nonaktifkan. Ketika pulang, pesawat Garuda dilengkapi monitor sehingga penumpang hanya melihat intruksi keselamatan dasar yang biasanya dilakukan oleh pramugari sebelum pesawat tinggal landas. Kemudian ada beberapa pilihan hiburan musik atau film.

Pesawat bergetar saat melewati awan atau gumpalan awan. Tetapi dari balik kaca saya melihat pemandangan diluar sangat bagus. Pada saat pesawat berada di atas gumpalan awan yang seperti istana. Tetapi diatas awan masih terdapat langit yang biru. Lalu dibawah, terlihat puncak gunung menyembul diantara awan yang putih.

Saat malam hari dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, terlihat lampu-lampu kota seperti berlian , indah sekali. Sesekali awan menutupi dan ketika semakin dekat landasan , lampu-lampu dari kota terlihat cerah. Menakjubkan!

Pengalaman yang masih sama saat naik pesawat yakni lega bila berhasil mendarat dengan sempurna hehe..

Salam ,
Veronica Setiawati
Peserta Lumix Fun Photo Trip Magelang – Majalah Tamasya
www.veronicasetiawati.blogspot.com
Email : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au

Senin, 03 Oktober 2011

Gua Maria Rangkas Bitung

Pernah mengunjungi Gua Maria Rangkas Bitung?

Gua Maria Rangkas Bitung terletak di tempat yang agak jauh dari pusat kota Rangkas, tepatnya di Lebak,Serang-Banten.Letaknya yang tidak jauh dari perkebunan kelapa sawit dan dekat pool bus Rangkas Bitung. Untuk dapat mencapai tempat tersebut juga membutuhkan kesabaran karena jaraknya yang jauh dan juga kondisi jalan yang masih dalam perbaikan ( saat ini ). Setelah keluar dari Tol Balaraja perjalanan masih sekitar satu jam lagi menuju Rangkas Bitung.

Sepanjang perjalanan yang dilihat hanya tanah lapang yang luas dan tanpa lampu penerangan sedikitpun di pinggir jalan. Membayangkan seandainya pulang malam seperti apa ngerinya melewati jalan ini yang gelap. Belum lagi kondisi jalan yang masih dalam perbaikan dan di lalui kendaraan besar atau kecil atau motor secara bergantian dengan arah di depannya.

Karena masih adanya perbaikan jalan tersebut, maka digunakan beberapa orang untuk memanfaatkan kesempatan ini meminta uang recehan dari para pengendara yang lewat. Dan bila sampai di perempatan yang terdapat tugu, belok kiri hingga menemukan rel kereta untuk sampai ke Gua Maria. Dan tak jauh dari pertigaan jalan di sebelah kiri terdapat sebuah akademi perawatan Yatna Yuana. Di dalam kompleks tersebut terdapat Gua Maria Kanada dan tempat peribadatan Jalan Salib di Lebak Rangkas Bitung.

Tempatnya masih sangat alami dan dipenuhi oleh hutan juga perkebunan. Halaman parkir akper ini memang cukup luas untuk menampung kendaraan bus ataupun kendaraan pribadi. Namun, jalan masuk ke dalam area parkir yang hanya cukup satu bus dan cukup merepotkan bila menuju halaman parkir.Saat rombongan kami tiba, petugas ziarah Gua Maria sudah menyambut kami dan mengajak kami untuk mengikuti Misa. Setelah misa, baru dimulai ibadat jalan salib.

Untuk memulai jalan salib di mulai di samping gedung akademi yang banyak terdapat pohon kapuk. Sekarang, halaman depan dari Akper ini sudah dibangun lapangan futsal. Hanya untuk tempat yang digunakan sebagai jalan salib belum juga dibangun, masih beruba tanah dengan ditimbuni dedaunan ataupun ranting-ranting kering. Dan di tengah perjalanan terdapat bekas abu bakaran dari dedaunan kering.


Ada empat belas perhentian. Jarak antara satu perhentian ke perhentian cukup jauh. Dengan bentuk perhentian yang unik, beratap seng dan tengahnya yang terdapat gambar dari setiap perhentian dari kisah Jalan Salib. Di alasnya ada tempat untuk meletakan lilin dari para peziarah.

Namun sayang, setelah selesai melaksanakan ibadat, beberapa orang yang entah siapa mereka mengambil lilin-lilin tersebut dan memasukannya ke dalam kantong plastik mereka. Entah apa yang akan dilakukan dengan lilin yang sudah terkumpul itu, apa akan dilebur dan dibuat lilin yang baru kemudian dijual lagi kepada para peziarah yang datang ke tempat ini. Mungkin, suatu saat jika tempat ini menjadi tempat yang sangat banyak dikunjungi akan ada pembenahan yang lebih baik.

Di tengah halaman terdapat beberapa tempat istirahat dengan bangunan balai yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul. Setelah selesai ibadat jalan salib, ketika menuruni anak tangga akan melihat bangunan di sebelah kiri, itulah letak Gua Maria. Gua yang dibangun dari beberapa tumpukan batu karang yang berwarna putih. Di bagian dalam gua ada sebuah ruang doa bagi para peziarah.

Di sebelah bangunan Gua Maria terdapat kapel. Atap langitnya sangat tinggi dan berbagai tiang yang terbuat dari kayu menyangga atapnya. Lantainya dari keramik. Saya berdiam di depan altar dan mengamati bangunan ini. Spertinya sudah ada yang berubah pada bagian atapnya diatas altar tidak terbuka dan sekarang sudah ditutup.

Semoga tempat ini semakin dapat mengembangkan diri menjadi sebuah tempat dimana umat Katolik dapat berkumpul dan berdoa serta dari tempat ini setiap orang yang datang dapat merenungkan dan menemukan kasih Allah.

Salam ,

Veronica Setiawati

*Perjalanan bersama Lingkungan Sta. Anna Maria, Paroki Trinitas Cengkareng - Jakarta Barat, tanggal 02 Oktober 2011*

Berikut ini album foto yang saya pernah ambil saat berkunjung ke tempat ini 03 Agustus 2008 yang lalu : http://g1g1kel1nc1.multiply.com/photos/album/26/Gua_Maria_Bukit_Kanada_-_Rangkasbitung_Serang_-_Banten#

Selasa, 27 September 2011

DD : Elegi Seorang Penyanyi Dangdut

Lagu dangdut sepertinya selalu dianggap sebagai musik orang pinggiran atau rakyat kelas bawah. Kata-kata yang terkandung didalamnya kadang terlalu blak-blakan. Tetapi kenyataannya banyak juga lagu-lagu dangdut yang menjadi fenomena di tengah masyarakat.

Selain itu , kisah sukses para penyanyi dangdut pun selalu mempunyai cerita. Berangkat dari pengalaman artis panggung di kampung hingga menjadi seorang superstar di Ibukota. Atau mungkin seperti Mba Inul Daratista, berkat rekaman video yang menyebar di dunia internet. Dalam video tersebut memperlihatkan dirinya sedang tampil disebuah panggung hingga orang-orang mengenal Inul dengan sebutan "Goyang Ngebor".

Tetapi, di dalam buku fiksi karangan Ronierays, yang mempunyai 224 halaman ini, bukan bercerita tentang Inul sebagai penyanyi dangdut. Buku ini menceritakan kisah seorang wanita yang sukses seorang artis dangdut bernama Prisyla dan juga melainkan kisah mengharukan dibalik suksesnya. Kisah yang mungkin dapat menimpa siapapun yang ingin mencapai kesuksesan, terkenal dan tidak ingin miskin harta. Keluarga dan harga diri dijual demi mendapatkan kehormatan di gemerlapnya dunia panggung keartisan.

Sebagai pembaca, mungkin akan terbawa arus kemarahan kepada penyanyi dangdut wanita yang dengan tega meninggalkan suami dan ketiga anaknya demi harta dan kepopuleran. Di depan mata suami dan anaknya yang masih usia enam tahun pergi demi lelaki lain yang bisa mewujudkan impiannya sebagai artis terkenal di kota.

Figur suami dan sekaligus seorang bapak yang ditulis Ronierays dalam tokoh Affandi , memberikan keteduhan dan keseimbangan dalam novelnya ini. Bagaimana Affandi ini, mampu berbesar hati terhadap perbuatan istrinya yang telah melukai hatinya, meninggalkan dendam di hati anak tertua mereka, Bara. Setiap orang yang membaca figurnya yang penuh maaf dan lembut hati akan tersentuh. Dan akan mengucapkan "Sungguh beruntung Prisyla bersuamikan Affandi."

Kesadaran itu muncul dalam diri Prisyla setelah ia sukses mendapatkan apa yang ia ingini. Pernikahannya dengan Yohan, lelaki yang telah berhasil membawanya lari dari keluarganya pun mulai diambang kehancuran, apalagi pertengakaran mereka semakin memuncak saat Prisyla ingin punya anak dari Yohan.

Yohan, tidak mencintainya seperti mantan suaminya, Affandi mencintainya dan bahkan lebih menghargainya. Yohan hanya memanfaatkan dirinya sebagai mesin pencetak uang dan hanya untuk membalaskan dendam pribadinya terhadap Affandi yang telah menikahi Prisyla, kekasihnya dulu.

Yohan segaja menghancurkan keluarga Affandi dan mempermalukannya dengan mengirimkan uang ganti istrinya, Prisyla. Sebuah dendam dan sakit hati yang dalam membuat Yohan tega melakukan itu terhadap teman satu kampung dan satu kelompok orkes melayu. Sebuah sikap yang tak pantas ditiru!

Kesadaran akan kesalahannya yang telah meninggalkan keluarganya, membuat Prisyla kembali mencari mereka. Saat ke Banyuwangi, tempat awal mereka membina keluarga ternyata kehadirannya ditolak oleh warga yang marah akibat perbuatannya. Mereka tidak lagi memandangnya sebagai seorang penyanyi terkenal,melainkan seorang istri dan ibu yang tega meninggalkan keluarga demi uang.

Akhirnya sebuah pertemuan keluarga itu tak terhindakan lagi. Namun, pertemuan itu membawa luka di hati Bara, anak tertuanya, sedangkan dua anak kembarnya tidak mengetahui kalau kehadiran wanita yang mereka kenal sebagai artis itu adalah ibu mereka sendiri. Karena mereka mengganggap ibu mereka telah mati di laut saat kapal membawa mereka dari Kalimantan demi menolong mereka.

Pertemuan kembali ini membawa tradegi. Jantung Affandi yang tidak kuat akhirnya membuatnya pergi dari dunia. Satu sikap yang diperjuangkan oleh Affandi kepada anak-anaknya yakni "Jangan membalas kejahatan ibunya dan jangan membiarkan amarah karena dendam menguasai jiwa Bara, anaknya." Betapa figur seorang bapak yang sangat mulia ditunjukan oleh Affandi di depan Prisyla kepada anak lelakinya tersebut.

Bagian akhir , diceritakan Prisyla pergi dari anak-anaknya. Tetapi kali ini setelah ia melakukan sebuah janji demi mereka. Tidak diceritakan ia pergi kemana. Satu hal yang telah terjadi, perubahan besar dalam dirinya atas kesalahannya dimasa lalu telah ia tebus demi anak-anaknya dan masa depan mereka. Jawaban atas peristiwa masa lalu yang ditanya anak-anaknya yang kini telah dewasa, dijelaskannya dengan terbuka agar mereka mengerti walaupun berat bagi mereka untuk menerima kenyataan atas apa yang telah ibunya lakukan dimasa lalu.

Akhir yang menjadi perenungan bagi pembaca pula. Apakah penyanyi ini akan berkumpul bersama anak-anaknya. Atau mungkinkah suatu hari anak-anaknya akan datang kepadanya, entahlah , tetapi saat Prisyla pergi untuk kali ini ia mempunyai tujuan.

Judul buku : DD : Elegi Seorang Penyanyi Dangdut
Penulis : Ronierays
Penerbit : Samanty - Jogjakarta , 2010
ISBN : 978-602-96889-1-7
Dimensi buku : 13 x 19cm dengan viii + 224 halaman
website link : http://www.leutika.com/produk/10041/novel/100865/dd_elegi_seorang_penyanyi_dangdut/100847/ronierays

Jakarta, 01 Oktober 2011

veronica setiawati
www.veronicasetiawati.blogspot.com

Sepanjang Perjalanan Ziarek

Apa saja yang dapat dilihat selama perjalanan panjang Ziarek tanggal 30 Agustus - 03 September 2011 dari Jakarta, Kediri, kemudian menuju Ganjuran, Ambarawa, Rawa Seneng - Temanggung dan berakhir di Weleri sebelum akhirnya esok paginya tiba di Jakarta.

Jakarta sudah sepi dari kendaraan sehingga perjalanan menuju Rest Area cikampek lebih cepat daripada sehari-harinya. Karena bus yang kami tumpangi berhenti cukup lama dan akan melanjutkan perjalanan lagi yang cukup jauh, saya turun untuk ke toilet. Heran, kenapa toilet wanita itu selalu penuh dan antri pula?

Antrian panjang dan penuh bukan hanya terjadi saat berangkat tetapi dalam perjalanan pulang. Di SPBU akan terlihat toilet yang sudah antri beberapa orang untuk masuk ke dalam. Dan lebih repotnya lagi, harus siapin uang recehan jika selesai dari toilet. Walaupun bayar, kadang ada juga loh toilet yang bau dan tidak bersih! :D

Nah, selain toilet ada lagi neh tempat yang lebih enak dikit yakni sebuah tempat makan. Hehe.. maaf loh pembukaan cerita ga enak banget ya ..

Saya tidak ingin menceritakan makanan yang dijual disana, tetapi di Pring Sewu-nama tempat makan tersebut, menawarkan kepada saya bibit pohon. Yes, bibit pohon durian yang gratis bisa dibawa pulang. Karena pohon durian itu butuh satu halaman yang luas, apalagi ia termasuk memiliki batang pohon yang besar maka saya tidak bisa mengambilnya. Kecuali, bibit tersebut dapat tumbuh di pot atau pohon bonsai saya mau ambil. :D

Tetapi saya suka penjelasan dari pegawai rumah makan ini yang menceritakan kalau restoran ini sudah mulai untuk ikut serta dalam penghijauan lingkungan hidup. Beberapa foto dari kegiatan untuk lingkungan hidup dapat dilihat setiap pengujung tepat di pintu masuk restoran. Selain itu, dia juga bercerita kalau bibit tanaman yang diberikan tersebut berasal dari biji buah yang dibuat juice.

Beberapa brosur dan peta jalur kendaraan juga disediakan tempat makan ini. Seperti tempat tujuan wisata Curug Cipendok, Masjid Saka Tunggal, dan lainnya sepanjang Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen. Saat kami sedang berbincang , banyak yang mendekat dan ikut mengambil brosur tersebut.

Restoran ini juga menyambut kedatangan kami saat turun dari bus dengan tari-tarian khas daerah setempat. Musik dan gerakannya seperti yang saya lihat di alun-alun Cilacap. Sangat menghibur! :)

Lalu saat bus tiba di Ganjuran dari perjalanan panjang yang penuh kemacetan dari Kediri. Malam itu ada sebuah perayaan ekaristi yang dengan gaya tradisional Jawa di pelataran Candi Hati Kudus Yesus-Ganjuran. Para iringan yang memasuki pelataran Candi selain misdinar mengenakan pakaian adat Jawa. Namun sayang, saya tidak dapat mengikuti perayaan yang tidak pernah saya lihat seperti ini karena saya dan teman-teman rombongan harus melanjutkan perjalanan menuju kota Jogya untuk bermalam.

Saat pagi hari dalam perjalanan menuju Sendangsono dari kota Jogya, pak supir bus kami memberitahukan desa di sekitar Magelang yang hancur karena erupsi merapi. Saat bus melintasi rumah-rumah penduduk yang saat ini sudah kosong dan tinggal puing-puing, pak supir memberitahukannya kepada kami semua yang ada di dalam bus dan jalan dimana kami lewati ini pernah ditutup saat erupsi terjadi. Saya melihat dari balik kaca bus kondisi yang memilukan hati. Rumah yang hancur dan rata dengan debu serta pasir dari letusan gunung.

Kekeringan juga melanda sebagian kota ini. Apalagi saat perjalanan dengan angkot sejauh 7 km menuju Goa Maria Sendangsono. Pak Supir angkot yang bernama Pak Dar itu memberitahukan hujan belum juga turun sudah hampir setengah tahun ini. Jalan menuju Sendangsono memang mengerikan, berliku-liku dan hanya untuk mobil kecil bukan untuk bus besar. Sepi dan tidak ada lampu yang menerangi jalan tetapi bagi pak Dar hal itu tidak masalah karena dia sudah terbiasa melewatinya dan sudah hafal jalan yang dilalui.

Sendangsono tempat yang sangat indah tata letak bangunannya.Sehingga pantas saja diberikan penghargaan arsitektur terbaik. Di tengah komplek Gua Maria Sendangsono terdapat sebuah bangunan yang atapnya berjumlah tiga dan diatas masing-masing puncak atap tersebut terbagi tiga. Bangunan tersebut yang saya dengar adalah karya dari Romo Mangun.

Tempat yang lain yang berkesan buat saya adalah Pertapaan Rawa Seneng. Saat bus memasuki tempat yang sunyi , gelap dan jauh dari keramaian, saya bertanya dimana ini? Pertapaan Rawa Seneng adalah sebuah tempat pertapaan para rahib khusus pria. Mereka tinggal disana dan membaktikan hidupnya dalam doa. Di tempat tersebut ada sebuah perternakan sapi yang berasal dari Australia. Para pekerjanya adalah penduduk lokal. Ternyata banyak juga yang datang ke tempat tersebut.

Selain tempat yang dikunjungi serta yang dilewati dalam perjalanan , kondisi jalan yang macet juga mempengaruhi. Maklum saja saat kami pergi ini adalah liburan yang cukup panjang menyambut hari raya Idul Fitri.

Tetapi, walaupun perjalanan panjang bersama teman-teman dari berbagai paroki di Jakarta tetap membawa kesan tersendiri. Bahwa seluruh perjalanan digunakan sebagai bentuk kerinduan kepada Tuhan dan bukan hanya sekedar jalan-jalan ataupun rekreasi. Semoga kasih karunia Tuhan yang telah dirasakan selama perjalanan ziarek, membuat saya dan teman-teman semakin dekat kepada Tuhan. :)

salam,
veronica setiawati
email : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au

Minggu, 18 September 2011

Hai Puhsarang, Kita Bertemu Lagi!

Tepat tengah malam rombongan kami tiba di halaman Wisma Bethlehem Puhsarang , Kediri. Lalu kami mulai sibuk memilih barang-barang yang telah diturunkan dari bus yang membawa kami dalam perjalanan 15 jam lebih. Dan di Wisma Bethlehem lah rombongan kami menginap.

Wisma Bethlehem berada di dalam kompleks Gua Maria Puhsarang. Ada tiga ruangan untuk para tamu beristirahat. Tiap ruangan tersebut memiliki beberapa kamar . Dan tiap ruangan mempunyai nama sesuai Abjad, A-B-C.

Saya di ruangan yang berabjad B dengan nama Ruang Bernadeth. Di dalam ruangan ini ada beberapa kamar. Satu kamar bisa terdiri dari 3 – 8 orang. Satu sisi tempat tidur dapat terdiri dari 4 orang – dua di atas dan dua orang dibawahnya. Tempat tidurnya susun bertingkat tetapi bukan dari kayu atau besi tetapi sudah permanen dan dikeramik yang menempel pada dinding kamar. Di tengah tempat tidur ada tangga dari besi yang kuat untuk para tamu yang tidur diatas. Dan ada sebuah meja kecil.

Kamar mandi di dalam ruangan pun berjejer di sebelah kiri dan kanan dari pintu masuk ruangan. Bahkan di bagian belakang pun juga terdapat kamar mandi dan sebuah gudang untuk peralatan kebersihan. Jika tamu yang menginap hendak mencuci sendiri pakaiannya juga tersedia ember plastik yang ada di depan pintu kamar mandi yang digunakan untuk mencuci pakaian. Tempat jemuran kecil yang terbuat dari aluminium pun ada tepat di depan pintu setiap kamar.

Untuk harga kamar dapat dicek pada bagian depan ( front office ) Wisma. Di lobby dari wisma ini ada tempat duduk yang digunakan untuk makan bersama para tamu yang menginap. Hidangannya juga disiapkan dari tempat ini juga dengan makanan khas Jawa Timur.

Lobby yang sangat menarik bangunan arsitekturnya ini ternyata dipersembahkan oleh PT. Gudang Garam Tbk Kediri pada tanggal 7 Oktober 2001. Bila ada tamu yang ingin menikmati hidangan atau berkumpul tanpa menggunakan bangku , di pojok dekat ruang kamar ada sebuah tempat yang beratap kayu seperti saung.

Di dekat lobby ada sebuah ruangan yang kami pakai untuk rekoleksi. Di sana Romo M.Y Riawinarta, Pr memberikan pengajarannya tentang Bunda Maria. Ada tiga hal yang disampaikan tentang Bunda Maria yakni Bunda Maria sebagai Mother ( ibu ), Mediatrix ( perantara ) dan Messenger ( pembawa pesan).

Bukan hanya rekoleksi dari Romo yang menjadi kegiatan kami, tetapi pagi pertama setelah kami datang di tempat ini, kami melakukan kegiatan jalan salib yang terdapat di kompleks Gua Maria Puhsarang yang sangat luas tersebut. Dengan sepenuh hati kami menjalankan prosesi jalan salib dan masing-masing kami mengambil bagian untuk membaca renungan tiap perhentian.

Selesai menjalankan prosesi jalan salib, kami menuju salah satu pondok Rosario yang terdapat di Kompleks Gua Maria Puhsarang. Di pondok Rosario dengan peristiwa Mulia , kami mengadakan perayaan Ekaristi. Oh ya, jika diperhatikan, tiap sudut pada atap dari pondok Rosario itu ada lambang dari keempat penginjil.

Ada hal yang penting dari homily Romo M.Y Riawinarta, Pr yang saya catat yakni “Pengabdian yang sungguh-sungguh menjadikan hidup yang lebih baik” dan “Kaum Muda dengan talenta dapat menularkan kasih Kristus kepada kaum muda yang lain.”
Malam harinya, diadakan acara prosesi lilin. Acara ini seperti yang diadakan di Loudres, tempat penampakan Bunda Maria kepada Bernadeth Soubirou. Dua orang lelaki dari teman kami menaruh tandu patung Bunda Maria dipundak mereka dan mereka berjalan di depan kami.

Selesai ibadat singkat di pondok Rosario peristiwa Mulia, kami berjalan perlahan sambil berdoa Salam Maria sambil memegang lilin. Setiap perhentian dari setiap Rosario , kami berhenti sejenak menunggu yang bertugas membaca renungan dari peristiwa yang dibacakan selesai. Setelah itu kami berjalan lagi hingga tiba di depan Gua Maria. Pengunjung yang berada disekitar Gua Maria tampak terpana melihat rombongan kami. Karena mungkin acara prosesi lilin seperti ini belum terlalu familiar.
Kompleks Gua Maria Puhsarang ini sangatlah luas. Di buat mirip seperti Loudres di tempat aslinya bahkan patung Maria yang tinggi di dalam gua di bawa langsung dari Loudres. Bahkan diorama dari setiap perhentian yang ada di Gua Maria juga mengikuti seperti yang ada di sana. Tetapi bentuk bangunan gereja yang begitu menarik dan khas.

Di kiri dan kanan bangunan gereja terdapat gua yang terbuat dari susunan batu. Dinding yang mengelilingi gereja tampak juga gambar perhentian jalan salib yang berakhir dekat mulut gua disebelah kiri gereja. Jika melihat ke dalam gereja, terlihat bentuk Altar yang menyerupai bangunan candi. Lalu atap gerejanya yang hanya memakai empat penyangga besi.

Atap bangunan gereja bentuknya juga unik, berbentuk lancip seperti atap rumah Minangkabau dan menghadap ke empat penjuru . Di sekitar gereja, terdapat makam dan ada sebuah bangunan kecil berbentuk altar yang terbuat dari tumpukan batu.

Saya kembali lagi ke tempat ini. Kedatangan saya kali ini tidak sendiri tetapi bersama teman-teman karyawan muda dalam KSK ( Keluarga Sarjana Katolik ) Widyakarya yang merupakan salah satu organisasi kategorial di Keuskupan Agung Jakarta dalam acara Ziarek.

Perjalanan kesekian kalinya ke Puhsarang ini setidaknya menambah lagi daftar catatan perjalanan saya selain yang pernah ada di dalam buku saya yang berjudul My First Journey.

Puhsarang Dalam Cerita 30 Agst – 01 Sept 2011
Penulis : Veronica Setiawati
FB : www.facebook.com/g1g1kel1nc1
Twitter : @g1g1kel1nc1

Sabtu, 17 September 2011

Macetnya Kendaraan di Hari Sabtu

Sabtu pagi seperti biasa saya berangkat kerja. Daripada ga masuk kena potongan gaji yang lumayan besar, lebih baik saya datang walaupun telat juga hehehe..

Dan seperti hari-hari lainnya, kemacetan sudah terlihat di sepanjang jalan ring road kembangan menuju lampu merahnya. Dari Auto2000 sampai perempatan lampu merah kembangan. Ada juga sih genangan air karena hujan semalam. Itupun hanya satu orang petugas kebersihan yang menyodok lubang dibawah trotoar supaya air genangan di aspal jalan dapat melewati lubang tersebut dan mengalir ke got.

Ketika pulang kantor, kemacetan juga pasti terjadi di sepanjang jalan raya kembangan mulai dari Puri Mall hingga perempatan lampu merah. Belum lagi kalau ke arah Meruya / Ciledug macet total , udah deh ga bergerak sama sekali dan aneka bunyi-bunyian klakson menggema ke udara!

Sabtu ini disiang hari macet selalu terjadi dan itu selepas lampu merah Cengkareng ke arah kapuk kamal/tol bandara. Dari jalan layang yang melintasi jalan raya Daan Mogot saja kendaraan sudah macet, apalagi yang ada dibawah jalan layang tersebut, tersendat!

Saya urungkan niat untuk naik angkot ke rumah karena melihat kendaraan yang memutar arah dari depan ramayana ke kapuk kamal/tol bandara sudah macet. Kendaraan yang akan masuk ke tol dan keluar dari tol JORR juga tertahan. Suasana sangat ramai dengan bunyi klakson. Dan pemandangan seperti ini menguntungkan tukang ojek untuk mencari penumpang yang ingin lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

Saya pun tertahan di Ramayana Cengkareng melihat pemandangan yang sering saya lihat setiap hari sabtu siang sepulang kerja. Sambil menunggu jemputan yang membawa sepeda datang, saya menikmati dinginnya gedung Ramayana yang pernah habis ludes isinya dijarah pada saat kerusuhan tahun 1998 ini.

Sepeda pun datang sekitar pukul 14.00 dan kendaraan masih padat tersendat. Akhirnya saya pulang naik sepeda mini yang ada keranjangnya dan berwarna pink. So sweet banget deh warnanya hehe.. Dan dengan semangat membara saya mengayuh sepeda tersebut melewati pasar.

OOhh maksud hati supaya cepat lewat jalan pintas, yakni di belakang gedung ramayana , ternyata macet. Sebabnya, ada kopaja 609 yang juga mencari jalan pintas juga. Kopaja yang jalurnya ke Meruya - Blok M itu lewati jalan yang masih dipenuhi pedagang sayur ini. Saya meliuk kanan kiri hingga tepat dibelakang kopaja dan tentu bersama rekan-rekan pengendara motor mengikuti kopaja yang jalannya sangat pelan didepan.

upps akhirnya bebas dan saya bisa melanjutkan perjalanan menuju rumah dengan sepeda. Walaupun lelah tapi jadi Semangat bersepeda! ;D

Jakarta, 17 September 2011
penulis : veronica setiawati
mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au
sumber gambar google.com

*base on my true story on This day*

Minggu, 11 September 2011

Coretan Rohani : Mengampuni

Saya selalu dihadapkan dengan kata ini, "Mengampuni". Dan entah mengapa pula dalam salah ujud doa yang aku sampaikan di hari terakhir perjalanan ziarek saya bersama dengan teman-teman KSK Widyakarya , yang berpusat di Paroki Theresia - Menteng, adalah untuk kesatuan NKRI. Tetapi saya percaya, Tuhan akan menggerakan hati banyak orang demi kesatuan NKRI.

Tidak ada hal yang lebih indah dan membuat hati tenang kecuali mengampuni. Lalu hasilnya adalah terjadinya pemulihan hubungan yang semula retak menjadi satu kembali. Mungkin ada yang tidak percaya kalau mengampuni bisa menyembuhkan penyakit atau membuat hubungan menjadi baik kembali. Tetapi, sungguh banyak terjadi mukjizat karena mengampuni dan banyak orang yang bersaksi karena saya mengampuni, saya sembuh, keluarga saya dipulihkan dan hidup saya damai.

Lalu, siapa yang diampuni? Orang-orang yang telah menyakiti perasaan kita. Biasanya orang yang paling dekat. Mereka mengucapkan kata-kata yang membuat kita marah atau mereka yang meninggalkan kita.

Saya pun dulu merasa mengampuni itu sangatlah sulit. Berulang kali saya mencoba setiap kali rasa benci itu muncul. Saya sampai menangis dalam doa supaya Tuhan membantu saya mengampuni. Saya merasa capek dan lelah bila harus menahan rasa marah, benci dan dendam kesumat di dalam hati saya. Dan saya merasa hubungan saya dengan sesama semakin jauh. Bahkan Tuhan pun hilang dari doa-doa saya.

Lalu apa yang saya lakukan? saya minta ampun kepada Tuhan. Berjanji untuk mengampuni siapun termasuk juga keluarga saya. Itu pun saya tidak mampu melakukannya dengan kekuatan saya sendiri. Oleh sebab itu saya datang kepada Tuhan yang kata orang Dia itu baik, maha agung dan sebutan lainnya.

Saya mencari-Nya dengan segenap hati dan memohon pengampunan untuk bebaskan saya dari kebencian, kemarahan dan semua yang menghalangi saya hidup damai. Dan Ia pun menjawab dan pengampunan itu dimulai di dalam keluarga saya. Sejak itu , saya berusaha di dalam hidup saya untuk selalu mengucap syukur. "Terima kasih Tuhan.."

Ketika saya mengikuti ziarek lagi bersama teman-teman KSK Widyakarya tanggal 30 Agustus 2011 - 03 September 2011 sebagai ungkapan syukur saya. Tetapi, kata-kata pengampunan itu tidak pernah lepas dari saya dan di tambah dengan kerukunan.

Seperti yang saya terima saat berdoa di Gua Maria Pohsarang. Kalimat yang diulang-ulang membuat saya terharu dan menangis tersedu-sedu. Kalimat ini pun ada pada saat ibadat Misa sebelum salam damai. "Ampunilan kami , Jangan memperhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman gerejaMu dan restuilah kami untuk hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendakMu."

Kedua, saat di Gua Maria Ambarawa. Saya berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. Saya tidak berani untuk masuk ke dalam Kapel Adorasi. Saya berdoa di depan pintu kapel. Di situ saya memohon dengan sangat rahmat pengampunan dan pemulihan hubungan yang sudah retak.

Adalah rencana Tuhan, membawa saya datang ke tempat ini lagi. Di sinilah saya pernah bertemu dengan seseorang yang akhirnya menyakiti saya, meninggalkan saya dan membuat luka yang dalam. Tetapi saat saya datang lagi, di hadapan Yang Mahakudus, saya berdoa mohon pengampunan dan bila suatu saat dipertemukan , saya ingin meminta maaf padanya.

Ternyata, pada saat di persekutuan doa yang telah dibuka kembali pada tanggal 8 September 2011 juga sama renungan yang dibawakan adalah mengenai Mengampuni. Bagaimana kesaksian dari seorang pengajar , Monica Meifung. Ia dulu adalah Kepala Sekolah saat saya ikut SEP Mudika angkatan ke 4 di Shenikah. Lalu ia kami panggil dengan nama Ci Meifung.

Ia menceritakan bagaimana ibunya yang selama dua puluh tahun menikah tetapi mengalami kekerasan fisik dan batin dalam rumah tangga dan tampak seperti mayat hidup. Hingga terbesit keinginannya untuk bunuh diri.

Tetapi karena si ibu melihat Ci Meifung kecil dan adiknya , niat tersebut dibatalkan dan keinginan hidup kembali muncul. Setelah suaminya meninggal, ia bertobat dan ia selalu berdoa untuk suaminya , mohon pengampunan baginya dan suaminya selama suaminya masih hidup. Cintanya kepada suaminya tak pernah putus walaupun selama menikah dengannya mengalami hidup yang sengsara tetapi ibunya mau terus mengampuni dan mendoakan untuk setiap kesalahan suaminya.

Bagaimana Ci Meifung bercerita tentang kasih ibunya terhadap suaminya yang telah banyak meninggalkan luka batin dihatinya, tetapi sang ibu tetap meluangkan waktu untuk mendoakannya itu membuat mata Ci Meifung berkaca-kaca. Saya tak kedip menatapnya karena saya duduk paling depan dan merenungkan cerita itu di dalam hati saya. Dan dengan cerita itu pula yang saya sampaikan, akhirnya salah seorang dari sanak keluarga saya terselamatkan dan ia juga sembuh.

Dan terakhir , saat mengikuti Misa hari Sabtu. Kembali pengampunan itu diangkat menjadi tema minggu ini. Bahwa mengampuni itu tidak cukup sekali, tetapi berulang ulang kali.

Dan cerita pengampunan itu bukan tanpa arti selalu dihadapan dengan saya. Sebuah mukjizat sungguh terjadi di sanak keluarga saya yang lain dan hati saya percaya, bahwa Tuhan sungguh baik. Ia tidak membedakan orang!

semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan dan membuat kita mengambil keputusan untuk mengampuni. Tuhan Memberkati!

sumber gambar : Google.com ( searching : Gambar Pengampunan )

Salam,
Penulis : Veronica Setiawati
email : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au
fb : kumpulanresensibuku
www.veronicasetiawati.blogspot.com

Senin, 05 September 2011

Blog Ku Aktif Kembali :D

Sejak Maret 2011 , blog Jalan Kemana Aja Sihh?? di hack. Duuh rasanya kesel dan sedih pengen nangis. Putus asa udah ga mau nulis lagi.

Padahal aku ini lagi gairah tingkat tinggi dan mempunyai banyak rencana untuk menulis beberapa tempat yang akan aku kunjungi. Tetapi.. semua hilang dan gairah itu juga lenyap.

Saat galau seperti itu aku mulai ingat dengan permintaan Mas Kartum, ketua dari Komunitas Jelajah Budaya. Apa permintaannya ? Buat buku :)

Mulai deh sedikit ada titik terang. Kenapa ga buat buku aja neh? Mulai deh semangat cari informasi tentang bikin buku lewat google. Dan akhirnya ketemu deh dengan yang namanya leutika prio, sebuah public service yang membantu para calon penulis buku supaya dapat menerbitkan bukunya.

Akhirnya, dengan mengambil beberapa cerita dari blog aku di Jalan Ke mana Aja Sihh?? aku merangkumnya menjadi satu naskah. Lalu aku kelompokan menjadi tiga bagian perjalanan yakni bersama komunitas, lalu bagian petualangan seperti naik gunung, rafting dan susur goa ( Caving ) dan ketiga adalah perjalanan rohani, yang akhirnya menjadi buku yang berjudul "My First Journey".

Lalu untuk memenuhi janji atas permintaan Mas Kartum Setiawan, aku mulai merampungkan ceritaku saat berjalan-jalan bersama Komunitas Jelajah Budaya dalam eventnya Jelajah Kota Toea. Waktu itu, leutika prio ngadain event lomba kumpulan cerpen dan aku memasukan cerita jelajah kota toea yang terdiri atas sepuluh cerita jalan-jalanku.

Walaupun ga kepilih jadi pemenang tapi ga masalah buat aku. Dan setelah pengumuman pemenang muncul, beberapa minggu kemudian mulai deh dirampungkan naskah yang akan dibukukan.

Di blog tersebut, aku menulis cerita saat pertama kalinya ikut serta dalam kegiatan Jelajah Kota Toea tersebut. Waktu itu, acaranya Cap Go Meh pesertanya sangat banyak dan mengenakan kaos berwarna merah. Karena peserta yang cukup banyak tersebut, sampai-sampai ada warga di sekitar petak sembilan menyangka kami adalah partisipan salah satu partai yang berwarna merah. :)

Selain cerita saat aku ikut jelajah kota toea, aku juga cerita beberapa lokasi tempat yang aku kunjungi. Aku suka dengan blog aku itu. Dan banyak yang mengunjungi karena mereka suka dengan tulisan yang aku angkat disitu.

Tetapi, aku tak perlu kecil hati lagi karena blog itu sudah aktif kembali. Beberapa perbaikan belum sempat semuanya tetapi aku lega karena semangat menulis kembali hidup lagi. Beberapa tempat yang dulu sudah aku pikirkan kembali muncul untuk aku datangi. Dan semoga bukan hanya keindahan tempat , tetapi kehidupan dari warga setempat.

Semoga keinginan dan kegairahan menulisku tidak berhenti lagi tetapi terus menyala :)

Jakarta, 11 Sepetember 2011
veronica setiawati
mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au

Sabtu, 27 Agustus 2011

Love Your Parents

Betapa nelangsanya hati saya ketika mendengar salah seorang teman yang mengalami duka cita karena orangtuanya meninggal. Perasaan kehilangan yang tak disangka akan terjadi , sama seperti yang saya alami. Bahkan sampai hari ini pun , saya masih sangat ingin mendengar suara ayah saya menasehati ataupun menegor ataupun bertukar pikiran saja.

Beruntungnya bagi mereka yang masih duduk di dekat orangtuanya saat ayah atau ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Beruntungnya bagi mereka yang masih bisa mengucapkan kepada ayah atau ibunya kalimat "Maaf" atau kalimat terakhir lainnya. Sebab hal yang saya sebut beruntung itu tidak pernah terjadi saat ayah saya meninggal.

Mungkin ada kalanya perkataan orangtua itu menyakiti perasaan, membuat luka batin karena menyudutkan hati atau lebih dari itu memperlakukan anaknya sebagai orang buangan saja. Tetapi mereka orangtua kita dan seorang manusia biasa. Mungkin saja , waktu mereka kecil mereka tidak pernah mengerti, namanya mengasihi itu seperti apa. Apa yang diajarkan orangtuanya dahulu mungkin itu yang diajarkan kembali hingga ke anak-anak yang mereka miliki termasuk kepada saya.

Saya pun pernah kesal dengan orangtua dan membenci mereka. Bahkan ingin kabur dari mereka. Tetapi kok tega sekali kalau marah tanpa alasan kepada mereka lalu kabur tanpa ada penyelesaian. Meninggalkan mereka dengan kebingungan dan sakit memikirkan ulah saya.

Beberapa pengalaman dan kisah teman-teman yang begitu perhatian kepada orangtuanya membuat hati saya juga ingin memiliki hubungan yang baik dengan ayah dan ibu. Terutama dengan ibu saya. Betapa susahnya untuk sayang kepada ibu yang sudah bikin luka hati yang cukup dalam sejak saya remaja. Bertahun-tahun saya mohon kepada Tuhan agar ibu saya berubah, sayangi saya sedikit saja tetapi yang ada kepedihan dan penolakan yang saya terima.

Betapa irinya saya melihat teman-teman yang dapat akrab dan mampu bercerita apa saja kepada ibunya sedangkan saya tidak. Kecewa? Pasti! Tapi apa tindakan saya? Melarikan diri dan tidak pernah berusaha untuk membuat hubungan harmonis dengan ibu saya.

Satu hal yang saya lihat kalau ternyata ibu saya punya cinta adalah ketika beliau merawat orangtuanya yang sakit. Saya tak sanggup untuk terus menyakiti perasaannya dengan sikap saya yang dingin , tetapi saya malu karena ibu saya lebih tulus cintanya dari pada saya.

Beliau merawat ayahnya walaupun pada akhirnya ayahnya meninggal, lalu setelah itu kehilangan suaminya ( ayah saya ) dalam tahun yang sama. Belum genap 40 hari kematian ayah, beliau merawat ibunya yang sakit. Ada penyembuhan lewat kasihnya. Orangtua yang waktu dibawa ke Jakarta dalam keadaan lumpuh tak bisa jalan, tetapi ketika dirawat oleh tangan ibu saya menjadi sembuh dan mampu duduk dan berjalan. Hingga setelah sehat, ibunya pulang kembali ke kampung dan Tuhan memberikannya usia setahun lagi hingga akhirnya meninggal.

Lagipula, didalam sepuluh perintah Allah tertulis "Hormatilah Ibu Bapamu" supaya apa? Supaya umur panjang dan berkatnya turun atas kita. Saya bersyukur atas peristiwa demi peristiwa di dalam kehidupan orangtua saya. Cara Tuhan mempertemukan kedua orangtua saya lalu akhirnya terus sampai ajal memisahkan mereka.

Saya bersyukur , atas cara Tuhan menjawab doa dan pergumulan saya untuk lebih dekat kepada ibu saya. Lewat peristiwa yang sangat manusiawi , Dia itu buka mata hati saya untuk lebih dekat dan mengampuni apa yang pernah dilakukan ibu saya ketika saya kecil.

Jawaban Tuhan yang terindah dan saya sangat syukuri adalah pada saat Seminar Hidup Baru bulan Agustus 2011. Bagaimana sepulangnya dari SHDRK ini saya dan ibu saling meminta maaf dan akhir dari sharing kami berdua, kami berdoa bersama. Air mata tak henti mengalir dan ucapan syukur dari bibir dan hati saya tak pernah berhenti.

Terlebih lagi, saya juga turut membantu meringankan beban ibu saya yang sedang bingung karena kakaknya sakit. Saya mengatakan hal-hal tentang mengampuni dan itu disampaikan kepada kakaknya yang sakit dan ternyata sembuh. Bahkan dengan menangis ia mengucapkan terima kasih kepada ibu saya. Padahal komunikasi mereka hanya lewat telepon , karena kakak ibu saya ada di luar kota.

Saya berterima kasih banget tak terhingga, rasanya semua apa yang saya rasakan tentang kekecewaan kepada ibu saya hilang. Saya tak habis pikir dengan jalan dan rencana Tuhan, tetapi saya percaya sebab Dia yang pimpin saya. Saya ingin selalu membawa nama orangtua saya di dalam doa walaupun sederhana tetapi inilah persembahan saya untuk mereka.

Terima kasih banyaaak ya Tuhan, :D

jakarta,22 September 2011

salam
veronica setiawati
www.facebook.com/g1g1kel1nc1
twitter @g1g1kel1nc1

Kamis, 25 Agustus 2011

cerpen : Namaku Ternyata....

Mungkin ada yang bilang kalau orangtua memberikan nama kepada anaknya pasti punya arti. Tapi bagiku, menyandang nama yang diberikan orangtuaku ini sungguh menyebalkan! Bagaimana tidak, aku menjadi ledekan teman-teman karena ada yang mendengar ada seorang lelaki yang pantas aku sebut Om , selalu berkata "Alow Ferina manis, pacar om."

Sungguh hal itu sangat menyebalkan buatku. "Ya ampun plis deh Om, aku ini baru SMP, jangan bicara sembarangan begitu kenapa sih?!" batin aku setiap bertemu dengannya.

Emang sih Om Dul, biasa aku sapa, orangnya baik dan tidak pernah macem-macem denganku. Termasuk sangat perduli terhadap masalahku terutama dengan lawan jenis. Dan satu hal lagi Om Dul itu teman baik Papa, jadi kalau dia macam-macam aku aduin ke papa!

Sebenarnya aku sudah jengah sih dengan sebuat "pacar om". Kalau teman-temanku yang dekat sih mereka akan cekikikan karena sudah tau Om Dul itu siapa , tapi kalau teman yang lain atau mungkin guru-guru di sekolah sampai dengar? Aduuhhh, bisa-bisa mereka menganggap aku adalah ABG ganjen yang suka dengan Om senang.. Arrgghh tidaaak!!!!

Mungkin karena terbawa pikiran hingga mendalam aku sering mengiggau sehingga merasa ada yang aneh dengan anaknya akhirnya dalam sebuah kesempatan yang sangat jarang terjadi mereka bicara denganku.

Mama : "kamu kenapa sayang? Akhir-akhir ini mama perhatiin koq seperti ketakutan gitu sih?"
aku : "aku..aku.." ( gugup mau bicara terus terang apa yang aku rasakan yang membuatku sangat tertekan )
Papa : "Koq anak papa jadi gagap gini sih? Ayo cerita"

Duuh tumben kedua orangtua aku sangat perhatian, seneng banget bisa begini terus, soalnya selama ini mereka berdua sibuk banget dengan pekerjaannya. Aku jadi merasa bersalah karena sudah salah duga.

Aku : *menarik nafas panjang dan siap bersuara.* Papa... Mama... aku ga suka kalau Om Dul memanggilku "Pacarnya OM". Coba deh papa dan mama bayangin. Aku ini masih anak smp trus kalau ada yang mengira aku pacaran ama Om Om , gimana? Aku ga suka!!"

Papa dan Mamaku saling berpandangan heran. Mereka berfikir telah terjadi sesuatu dengan anak perempuannya , semacam pelecehan dari sahabat baik mereka.

Papa : "Kamu diapain sama OM Dul? Biar Papa hajar dia!!" upps .. papa tampak memerah mukanya. Duuhh koq jadi gini sih tanggapan mereka. Aku mulai panik sendiri.

Aku : "Ngga Pa, aku hanya ga suka dengan sebutan itu, "pacar OM Dul".. Duuh papa, aku sampai pernah berantem dengan pacar aku karena Om Dul bilang seperti itu!" oopsss lagi tanpa sadar aku keceplosan.. :D

Lagi papa dan mama saling berpandangan. Duuh tatapan mereka seperti belum pernah melihat anaknya berpuluh-puluh tahun aja deh.

Mama : "ooh jadi anak mama sudah punya pacar? Koq ga dikenalin?"
Aku : {tersadar seketika akan ucapanku dan segera meralatnya. ) "Bukan Ma, maksudnya baru temanan. Aku ingin tau kenapa sih Om Dul bilang aku Pacanya dia? Aku kan masih SMP Ma. Aku ga ngerti deh."

Akhirnya mama dan papa bergantian menjelaskan kisah mereka. Dari mulai mereka bertemu dan sampai akhirnya menikah. Lucu aja lihat mereka kembali berpandangan mesra sambil berpegangan tangan didepanku ketika bercerita awal mereka pacaran hehe..

Nah, mulai deh cerita tentang OM Dul. Ohh ternyata dia itu kenalan papa dan karena pernah dibantu olehnya papa jadi sangat dekat sampai sekarang. Dari cerita papa diketahui ternyata Om Dul itu ternyata punya seorang pacar yang sangat cantik dan paling ia sayang.

Papa : "Karena kamu lahir perempuan dan papa sedang bingung untuk menamai kamu apa. Lalu datang Om Dul melihat kamu dan memberikan nama Ferina, seperti nama pacarnya itu."

Cerita papa membuat aku dan mama terbengong. Mama selama ini tidak tahu cerita tersebut dan mengira kalau namaku itu pemberian papa. Dan aku juga tak kalah kagetnya!

Mama : "Sekarang papa telpon Om Dul dan katakan baik-baik agar tidak lagi mengucapkan kata-kata itu lagi ke Ferina!"

Mama setengah mejerit menyuruh papa melakukan apa yang ia minta. Karena papa masih terbengong di tempat duduk , mama semakin menaikan setengah suaranya hingga aku harus menutup telingaku "Cepaaaattt!!" hehe.. dan segera papa melakukan apa yang diperintahkan mama.

Sejak obrolan manis satu keluarga itu, Om Dul tidak lagi mengucapkan sebutan "Pacar Om Dul" lagi ke aku. Dan sedikit demi sedikit Om Dul mulai menjauh dari keluarga kami. Menurutnya ada usaha diluar kota yang harus diurus sendiri dengannya. Tapi sebelum pergi Om Dul ajak aku makan diluar dan tentunya seijin papa dan mamaku juga termasuk delikan tajam Papa dan Mama :D

Aku : "Om mau tanya deh. Ferina itu siapa?"
Om Dul : kaget karena tak menyangka aku bertanya demikian. "Dia mantan pacar Om. Sekarang, dia sudah tidak ada."
Aku : "Dia pergi keluar negeri ya?" tanyaku polos
Om Dul : "Bukan, sudah meninggal." *Pasangmuka sedih*
Aku yang mendengar jawabannya sambil minum jus jadi terbatuk batuk. Aduhh.. meninggal??
Aku : "Maaf Om. Sekarang Om Dul belum punya pacar lagi?"
Om Dul tertawa cengegesan buatku takut dan membuatku kesal karena sebutan itu lagi dilontarkannya padaku. Tetapi segera ia meralatnya dan mengucapkan maaf.

Om Dul :"Maaf ya kalau Om keterlaluan. Kamu sudah Om anggap sebagai anak sendiri koq. Karena Om kangen sama Ferina, tapi sekarang Om akan mencoba melepaskannya. Kamu adalah Ferina saat ini dan bukan Ferina Om Dul. Ferina yang sekarang akan menjadi dirinya sendiri. Duuh, Om Dul pasti kangen sekali dengan kamu."

Aku terdiam sambil memainkan air dalam gelasku. Ada rasa sedih juga sih kehilangan Om Dul. Tiba-tiba, Om Dul mengeluarkan sebuah foto seorang wanita cantik dan ia bertanya pendapatku.

Aku :"Cantik. Siapa dia Om?"
Om Dul :sambil senyum menantapku "Dia adalah Ferinaku yang baru."
Aku : pasang muka tak mengerti dan Om dul tertawa lepas lihat wajahku yang tampak kebingungan.
Om Dul : "ini calon istri Om."
Baru deh aku mengerti, jadi kepergiannya adalah untuk Ferina barunya. Semoga Tuhan merestui.


penulis
Veronica Setiawati
ditulis tanggal 25 Agustus 2011
mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au
www.veronicasetiawati.blogspot.com

Buying Office Girl - Very Mumet Everyday

Judul : Buying Office Girl
ISBN : 978-602-208-004-6
Jumlah Halaman : 176 halaman, uk 13 x 19cm
Non Fiksi - Komedi

Penulis : Dian Kristiani
Penyunting : Tyas
Penata Letak : Techno
Ilustrasi dalam : Agoes Harnowo
Desain Sampul : Ellina Wu

Penerbit :Gradien Mediatama
Jl.Gedongkuning 117 Yogyakarta 55171
Telp 0274 382 780 Fax : 0274 382 779
email : gradienmediatama@gmail.com
web : gradienmediatama.com
blog : bloggradien.wordpress.com

Menyimak buku dari penulis Dian Kristiani yang berjudul "Buying Office Girl" , terus terang membuat saya melihat pekerjaan saya sendiri. Sama seperti yang diceritakan oleh Dian diawal bukunya, sebulan kerja baru tahu pekerjaannya. kalau Dian, sebagai penulisnya buying apa saja di perusahaannya , nah kalau saya pada bidang tertentu yakni barang-barang elektrikal untuk keperluan perangkat power supply. :)

Maaf ya ini cuma numpang iklan aja. Lagian saya narsis amat deh, ini kan mau cerita bukunya Dian Kristiani, penulis Buying Office Girl itu dan bukan cerita buku saya ya.. :D Sekali lagi, saya minta maaf yaa..

Lagi, sebuah buku yang menceritakan sebuah profesi hadir di tengah kita. Seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Semarang akhirnya hijrah ke Surabaya dan di kota Pahlawan ini ia memulai karirnya sebagai Buying Office Girl.

Pengalaman saat ia interview, diterima kerja, teman-teman sekantor yang akan bekerja sama dengannya semua diperkenalkan di dalam buku ini. Biar dalam kondisi apapun yang namanya teamwork itu kudu harus solid.

Bukan hanya itu saja, banyak cerita yang konyol dan lucu didalam pekerjaan, baru disadari setelah membaca buku ini. Dan Dian, menyampaikannya dengan gaya yang khas dalam tulisannya sehingga para pembaca ikut tertawa atau mungkin mengatakan seperti saya, "gila! sama neh kejadiannya seperti gue!"

Buku ini sama seperti judulnya, menceritakan inti dari pekerjaan si penulis yang berhubungan dengan banyak orang seperti supplier, buyer, customer, gudangers, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dan si penulis berhasil mencatat dengan baik setiap karakter masing-masing orang didalam bukunya.

Penulis banyak memakai percakapan di dalam tulisannya. Misalnya percakapan antara dia dan supplier atau dengan big bossnya, dan sebagainya. Seneng sih, jadi seperti ikut "nimbrung" di dalam pembicaraan mereka. ;p ( atau mungkin lagi tren kali yee penulisan model kek gitu?)

Ada juga cerita seputar dirinya yang juga ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak. Saat sedang ditinggal pembantu rumahnya, ia mengajak anaknya ketika kerja eh ternyata ada masalah dengan kemaluan anaknya lalu anaknya tersebut di sunat mendadak.

Selain itu juga saat menjenguk temannya yang terkena stroke, disananlah ia mendapat pencerahan dalam keluarga dan berumah tangga. Satu bab , ia bercerita bagaiman ia kesal dengan suaminya karena seperti tidak perduli dan hanya leyeh-leyeh saja. Emosinya memuncak dan sampai akhirnya ia tersadar setelah mejenguk temannya yang kini dirawat oleh suaminya dirumah. ppffh, saya pun ikut terharu membacanya.

Ada juga sih kisah yang unik dan lucu saat penulis menceritakan pengalamannya ketika bertemu suppliernya. Saat dijemput di stasiun kereta, dia dan rekan kerjanya menyangka kalau orang tersebut adalah supir perusahaan. Setelah sampai di hotel, supir tersebut diberikan tips sebesar Rp 20.000,-. Setelah diantar oleh supir lain yang lebih keren dan wangi - dan penulis menyangka ia adalah ownernya ternyata kenyataan berkata lain, supir yang menjemputnya di stasiun itulah owner perusahaan tersebut!

Dan kebayang kan bagaimana malunya si penulis ketika ia tau bahwa orang yang item, jelek dan seperti orang yang tidak mandi itu bahkan sudah diberikan tips adalah pemilik perusahaan hehehe.. pingsan di tempat deh!

Lainnya adalah kisah sedihnya yang karena ordernya sejumlah US$5 dibatalkan hanya karena kaki meja grajen. Jadi ketika buyer bule itu mengamati hasil meja dari si pabrik , ternyata terungkap bahwa ada kecurangan. Kaki meja tersebut berisi serbuk kayu sisa gergajian alias sawdust alias grajen. Gara-gara itu, ia dapat SP dari kantor pusat, ga dapat bonus , dan gaji ga naik! poor Dian :(

Banyak lagi kisahnya yang bikin perut sakit karena banyak tertawa. Kayaknya dibaca khusus orang-orang dewasa deh atau yang baru mau kerja.Karena ada beberapa bab yang hanya wajib diketahui orang dewasa saja :D

Karena pekerjaannya berhubungan dengan orang asing diluar negeri tentunya dengan sistem yang sangat ketat. Banyak komentar yang ditulis oleh si penulis mengenai orang-orang Indonesia dimata orang asing. Kebanyakan mereka menilai buruk tentang Indonesia. Salah satunya ketika meminta air dingin tapi pelayan resto membawa air mineral dan es batu.

Jelas si bule menolak, dan tau apa yg dia katakan? bahwa bangsa Indonesia membuat batu es itu dari air yang kotor. You know, dia bilang air dari sungai ciliwung atau sungai yang lain yang dibuat menjadi es batu. hmm.. what do you thing about that sodara-sodara???

Buku Buying Office Girl ini memang bikin geregetan, haru, ketawa! Tetapi banyak hal yang dapat dipelajari mengenai karakter orang-orang yang berhubungan dengan kita dalam dunia kerja. Banyak hal yang tidak terduga seringkali terjadi. Dunia kerja yang mungkin membuat kita berwajah dua. Dan mungkin suatu saat karena omzet menurun perusahaan akan ditutup.

Buku ini sangat menghibur hati yang lara saat mengalami depresi pekerjaan. Penulis seakan berbagi cerita kepada para pembaca. Penulis yang bercita-cita ( walaupun mungkin tak muda lagi ) sebagai full time book writer dapat dihubungi di emailnya diankrist@yahoo.com.

Akhir kata, belilah buku kami. Kami itu, penulis buku ini dan saya, karena inilah PIL kami hehehe.. *sekali lagi sekalian narsis dan prosmosi* ;p

salam
veronica setiawati
mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au
blog : www.veronicasetiawati.blogspot.com

Selasa, 23 Agustus 2011

Terima kasih Ucapan Slamat Ulang Tahunnya :D

Teng toong..., tanggal 23 Agustus tiba dan begitu mata terbuka di pagi hari ada sms. Hehe.. ketahuan deh kalo tiap bangun pagi pertama yang dilakukan adalah cek sms atau fb, sapa tau ada berita terbaru - dan bukan berdoa! :p

Ya, setidaknya sebagai orang yang sudah lahir kembali, ucap syukur sudah diberikan hidup, bisa bangun pagi dan bertambah usia. Trus doain pekerjaannya semoga setiap masalah bisa diatasi, doakan pimpinan perusahaan agar bisa naikin gaji karyawannya atau teman-teman yang sudah ngucapin ulang tahun atau doakan orangtua agar bisa diberikan kesehatan dan apa saja. Weleh, setidaknya saya masih mengaku salah dan berusaha untuk berubah. hehe.. udah tau salah masih aja berdiplomasi yaa ..

Wes, kembali ke sms yang saya terima, berikut ini sesuai yang diketik dan tidak mengurangi satu huruf pun :
*)) pkl 23 : 50 tgl 22/08/2011 sendernya : Kukuh ucapannya "met ultah smga apa yang diinginkan trcapai..amiin.."
Gw bales : makasih, jangan lupa utang gue dibayar ya *wkwkwkwk, piss men*
*)) pkl 00:18 tgl 23/08/2011 sendernya 085715888xxxx : B'Vero semoga panjang umur sukses selalu and tercapai semua cita citamu, and ditggu taktirannya ya hehehehe....
jawaban gw : makasih ya.. tp belum saya balas smsnya abis ga tau dari siapa :p

Cuma dua sih smsnya, lainnya? di FB yang ber-email g1g1kel1nc1@yahoo.com.au , begitu liat notifikasinya "tuing tuing" mata langsung melek! waah terharu dan baru deh inget untuk ucap syukur pagi itu hehe.. *ckckck* :p

nah berikut ini saya tampilkan nama dari para sahabat fesbuker yang telah mengucapkan "selamat ulang tahun" beserta doa-doa yang mengiringinya.

Makasih yaa.. dan mohon maaf kalau saya ada kesalahan atau membuat teman-teman sakit hati. Check deh, mungkin ada nama kamu dibawah ini :
( sumber dari email saya mulai dari yang pertama posted on my wall )


Ondo Sirait posted on your Wall.
"Selamat ulang tahun... Ttp smangat dalm brkarya ya, GBU"

Dwi Fadhillah posted on your Wall.
"Met ultah b've .. Smga mkin sukses n trcpai smw impian'y .."

Mike Lando posted on your Wall. "HBD yoaaaa mizzz...... @_@"

Michael Zhang posted on your Wall.
"hpbday vero .... makin sukses ya tulisan2nya"
Wege commented on your Wall post: "slamat ulat mb.....anda dapet kado..jaln2 ke museum mandiri gratis...hari ini heheheh"

Jacobus Kudjinona posted on your Wall. "hepi belday ya...gbu"

Rohmah Ade posted on your Wall.
"B'Vero met ultah ya semoga sukses selalu ...."

Wijoyo Tri posted on your Wall.
"selamat ulang tahun,,,,,,Tuhan memberkati"

Arief 'abah' Wahyudi posted on your Wall. "DIRGAHAYU"

Sys Koplak posted on your Wall.
"selamat ulng tahun mbak vero semoga panjang umur,sehat selalu dan tmbh sukses. Amin"

Anik Tea posted on your Wall.
"met ultah y ve....wish u all the best,amin...."

Yusuf Mokodompit Jack posted on your Wall. "Happy b'day ya...."

Dhipa Indramayu posted on your Wall.
"Happy B'day... Smg panjang umur.. dan tambah Dewasa..."

Maria Haryo posted on your Wall.
"met ultah D Ve, truz hasilkn karya2, don't give up God bless U. *we luv & support whatever u do*"

Freddy Mh posted on your Wall. "Happy b'day 2 U...."

Rachma Chomoth posted on your Wall. "HBD ea ver , wish u all the best .."

Rian Shinigami Alvi posted on your Wall.
"-: slamat hari brojol ke dunia Veronica Setiawati . . wish u all the best,
sehat N' sukses slalu dan smoga apa yg diinginkan tercapai . . amien . . gud luck . . ! ! :-"
Maya Setiani commented on your Wall post.
Maya wrote: "amiin,, happy birthday to you,,"

Bens Setyiawan posted on your Wall.
"Met ultha y ver smkin dekt aj jodoh'y en smkin dewasa aj dlm kehidupan en jngan lupa mkn"y vero..??Heheheh"

Jemmy S. Pandey posted on your Wall.
" Happy birthday ya bu'.. Smoga panjang umur & sehat selalu."

Adji Saka Hanacaraka posted on your Wall. "met ultah mbak vero...semoga terus semangat berkreasi...."

Sandy San posted on your Wall. "Happy B'day"

Fathur Rahman posted on your Wall. "met ultah mba vero......,panjang umur n murah rejeki,sehat selalu.....,"

Pandu Dewabrata posted on your Wall. "selamat ulang tahun kak vero, pnjang umur, sehat slalu, n sukses slalu"

Syafii Jt Syaf posted on your Wall. "Met Ultah................"

new message from :Arif Pinox
Met Ultah VerO,,,,,,Smoga tetep eksis dalam Berkarya,,,,,,

Iyen Roselini posted on your Wall. "HBD...WisH U aLL tHe Best.....GBU"

Carolus Luan Halle posted on your Wall."selamat hari lahir kk........."

Muhamad Akhir posted on your Wall. "selamat ulang tahun yaaaaa!"

Eske Wineke Jofrianty posted on your Wall. "Happy bday yaaa... Sehat, murah rejeki, cepet dksh jodoh & sukses slalu, amin.. :)"

Endang Karuniawati posted on your Wall.
"Met Ultah Vero......... :) semakin berkurang jatah umur kita.... Semoga bisa bermanfaat untuk org lain..."

Kiki Rizki posted on your Wall. "Kak vero.. HBD yuah.. Sukses slalu.. ^^"

Sheta Priangan posted on your Wall. "Met ultah ver...Gbu"

Agnes Bemoe posted on your Wall.
"Selamat Ulang Tahun, Vero, semoga tambah sukses, tambah happy, ϑαn terus menulis :)"

An Akhirullah posted on your Wall. "Hbd vero..."

Yeyen Cikarang posted on your Wall. "Selamat ulang tahun mbak. Semoga panjang umur, sehat dan sukses selalu"

Arie Setianingsih posted on your Wall. "Hepi besdei Vero, semoga panjang umur dan lancar jaya selalu..GBU"

Mercia Setyaadji posted on your Wall. "Happy birthday Vero..;) GBU."

Ani Rohaeni posted on your Wall. "Met milad,,,gbu"

Dwi Wahyono posted on your Wall."Met HUT mbak..."

Dionissia Daru Pratiwi posted on your Wall. "Happy b'day Ka Vero.. Wish u all the best, moga2 bisa terus terbitin buku yang buanyak.. ^^"

Dewi Suryani posted on your Wall. "Hepi B'day ya ver! Pjg umur,wish u all d best. Gbu sist"

Chrisen Yans posted on your Wall. "happy birthday...wishing you all the best..GBU."

Mohamad Djunaedi posted on your Wall. "HBD gigikelinci...:) tatapmatasaya3x...hwakakakakk..:P"

Riska Kusuma Dewi posted on your Wall. "Happy Bday ya mba Vero, wish u all the best.."

Murti Widyaningsih posted on your Wall. "Happy Birthday,verooo. Smoga jadi penulis yang makin handal ya.. Sehat+sukses slalu.."

Naomi Damayanti posted on your Wall. "Mba Ver.. met HUT ya... GBU.."

Novi Kusumayanti posted on your Wall. "Happy birthday Ve... SEmoga sehat & sukses selalu serta semakin kreatif & produktif dalam menulis. GBU..."

Dwiasih Christining posted on your Wall.
"selamat ulang tahun vero, sehat dan sukses selalu..."

Anang Yb posted on your Wall. "selamat mengurangi usia.... :) JBU"

Kusni Wulandari posted on your Wall. "Hepi b'day Vero... Smoga usia yg tersisa lebih bermanfaat... Bahagia,sehat&sukses slalu..."

Wisnu H Saputra posted on your Wall. "Met ultah vero.. wish u all the best"

Olyvia Bendon posted on your Wall. "Vero selamat ultah,wish u all d best Gbu"

Gito Noor posted on your Wall. "Met ultah vero.. wish u all the best"

Pmimeliawati Budiman posted on your Wall. "selamat ulang tahun vero.. sukses selalu ya"

Dewi Pelita posted on your Wall. "wish u all the best vero...happy birthday ya... :)"
Rudi Daniel Manurung commented on your Wall post."Numpang ahh...heppy besdayyy sukses n sehat selaluu...GBU...*wah kmaren ditrinitas harusnyaa traktirr nehh.."

Putra Yohanes Vincent posted on your Wall.
"Happy B'day Ver...Wish u all the best...GBU...Makasih traktirannya "wakwkwk emang udah ya""

Yati P Pratondo posted on your Wall. "met ultah. smg panjang umur, teuteup sehat dan sukses selalu."

Gamal Lucan posted on your Wall. "Happy bday...sehat2 dan sukses slalu dlm angan dan cita...Amin"

Fonny Jodikin posted on your Wall. "met ultah, Vero...tetap semangat dalam berkarya. GBU full..."

Dwi Klarasari posted on your Wall. "pa kbr Vero... msh sibuk baca, nulis ato jln2? :)
met ultah yaa.. wish u all the best, JBU always.."

Dessy Harikota posted on your Wall."Met ultah Ve,,,pjg umur,sehat dan sukses selalu JBU :)"

Teguh Sudarisman posted on your Wall. "Hai Vero, met ultah ya, semoga tetap sehat & panjang umur. Terus berkarya lewat tulisan yaaaa!"

DiDie Saraswaty posted on your Wall."HBD mba Vero..wish u all the best :)"

Tatik Nurdiana commented on your status: "Hepi b'day ..wish u all d'best:))"

Romana Wismi Handayani posted on your Wall."Happy birthday mb. Vero .. moga makin terberkati seluruh hidup & karyanya .. sehat sejahtera selalu .. BD"

Yuddy Irene posted on your Wall. "Happy B'day ya Ver, panjang umur & sukses selalu. JBU."

Anastasia Minerva Aw posted on your Wall."happy birthday Vero..."

Marsad Mrd posted on your Wall. "met ultah ya mbak..sukses selalu"

Darno Euy posted on your Wall. "met ultah ya ka vero moga sehat slalu"

Imelda Wijaya posted on your Wall. "Ħāρργ ßi̲̅яτ̲̅ĥÐαƔ... Hope all ur dreams come true ... GBU ... ^^"

Yanti Neng Tuty posted on your Wall. "met ulang taun yak bu vero... panjang umur dan sukses terus, dan terus menulis :D"

Tika Larrygirl posted on your Wall. "Happy birthday Vero... duluan gua yaaa,..hehehe..."

Yohana Tania posted on your Wall. "Hepi bday, mam!! Someone is getting mature, getting blessed, and also getting old today =p Hahahaha.... kidding... Hope God's Grace upon on your life!!! Jbu XOXO"

Catharina shared a link on your Wall.
Happy bday vero..may God's grace pour out over you and God bless you with unlimited blessings ^^
http://www.123greetings.com/birthday/friends/bdayfriend109.html

Ade Donk posted on your Wall.
"Happy Blessday vero..., sukses terus dengan tulisan2nya ya..."

Uwik Dwi posted on your Wall. "Happy birthday..Gbu ;D"

Sandhoz Mario K posted on your Wall. "semoga bertambahlah semua yang positif"]

Natalia Obaja posted on your Wall. "B.Vero.... Happy Birthday yaaaa...."

Riska Kurniawan posted on your Wall. "HBD Ver WYATB artiin sendiri ya :D"

Ode Pinokio posted on your Wall. "dirgahayu! :)"

Christine Thilio Arwan posted on your Wall. "SeLamat uLang tahUn... :)"

Nia Kurniawati posted on your Wall."Happy Bday Ka Vero,,,, wish u all the best..."
Liliez 'Lite' Yulianingsih commented on your Wall post. "numpang ah. . . Happy b'day Ka Veroo. . . Wish u all d best. . GBU. . :-)"

Elisabeth Margareta posted on your Wall."Ka Vero met ultah yah, semoga semangat dalam berkarya semakin mantap nih...Gbu"

Agnes Esmeralda posted on your Wall."mba vero HBD yah..................GBU"

Yudi Wahyudi posted on your Wall."happy b'day vero.. GBU,_"

Sri Fariani commented on your status: "Met Ultah ya Ver, sukses trs.GBU"

Herraa SepTianii posted on your Wall. "Happy b'day iiaa b verro ...... GBU .. :)"

Izul Masih Chunkrinkz posted on your Wall."Met uLath Mba verO...:D
Wish me Luck 4 U...^_^"

Arief Dks posted on your Wall. "Selamat Ulang Tahun Vero.."

Tarmidah Sumargo posted on your Wall. "Dirgahayu Ve...sehat...bahagia...sukses selalu...^__^"

Ronald Suitela posted on your Wall. "Selamat Ulangtahun mbak, sehat dan bahagia senantiasa menyertaimu, GBU"

Dewa Saputra commented on your status. "d tnggu traktirannya nih... www.ngarep.com.."
messages from Dewa Saputra : met ultah mg pnjng umur n' sukses dlm kariernya

Nana Qu commented on your status. "met ultah..met ultah...met ultah.....happy b'day.....moga panjang umur...tambah byk rejekinya....sukses terus ya...."

Kartum Setiawan posted on your Wall."selamat ulang tahun mba vero.panjang umur dan sukses selalu"

Nova Furmayana posted on your Wall. "vero met ultah ya, sukses"

Sri Nangin posted on your Wall."happy b'day ya bu...wish u all the best....GBU...."

Selvi Vie posted on your Wall. "happy bday ya ver... smoga penjualan bukunya laku keras.... hehehehe"

Niew Supriani posted on your Wall. "Bu Veroo Happy B'Day ya .. wish U all the best :)"

Vincentius Pea posted on your Wall. "Met Ultah Mba Vero..:-) GBU!!"

Yulhi Anty posted on your Wall. "hp day"

Vera Sembiring Gurky posted on your Wall."Happy Birthday ya Vero..sukses terus denga tulisan2 nya..JBU"

Zie Bond'z posted on your Wall."hbd mbk...... tmbah yng baek" ja......"

Yoga Nugroho posted on your Wall. "Met ultah vero, panjang umur, sehat dan sukses terus ya, amien.."

Wirawan Yudakusuma posted on your Wall. "slamat ulang thn mbak vero."

Dewi Tampubolon posted on your Wall. "Selamat Ulang Tahun bu..... Tuhan Memberkati selalu dalam setiap langkah hidup nya. amin."

Diediens Gondrong posted on your Wall. "HBD 2'U.,wish u all the best..baru saja melalui laptop para malaikat"

Ferry Liu posted on your Wall. "happy bless day Vero.. have a blast! ^^"

Epri Tsaqib posted on your Wall. "selamat ulang tahun mbak, wish you all the best"

Christine Natalia Harianja posted on your Wall."hbd k'ver. .God bLess. ."

Asep Beurit Cetez posted on your Wall. "Met ultah moga sukses selalu"

Yuliana Elisabeth posted on your Wall. "Happy Birthday.... Ver.... Wish you all the best... JBU ^__^"

Komunitas Jelajah posted on your Wall. "Vero, happy milad smg sll sehat, sukses dan bahagia"

Malinda Hong posted on your Wall. "Happy birthday :)"

Tanjung Tj Shary posted on your Wall. "mbk veroooo.....happy birthday yah......muah..muah...."

Nietz Lien posted on your Wall. "Happy bday God bless :)"

Ami Dina posted on your Wall.
"happy b'day my friend smga panjang umur dn murah rejezi.......Veronica Setiawati...."

Eufraxia Evy Suryani posted on your Wall."Happy bdei eyank utie :)) be a great writter okeiiii ??"

Dahlia Rera Oktasiani posted on your Wall. "selamat ulang tahun mbak Vero :)"

Wixner Castro posted on your Wall. "selamat hut ver...semoga selalu dalam lindungan'nya n d beri jlan yg terang menuju kasih'nya....,akhir do'a dari gw..."TRAKTIIIR DOOOOOONG..."haa...7x."

Danang Trinoto posted on your Wall. "Met Birthday Vero.....semoga dibimbing, ditambahkan berkat dari-NYA....."

Samanta Hunger posted on your Wall. "Happy B'day my little cute sister,,,,,,Hope everything going succes in ur life....GBU...^__^"

Veronica Sari P posted on your Wall. "Happy, b'day.."

Alif Ramadhani posted on your Wall. "Happy B, day to...neneku"

Rini Giri posted on your Wall. "Met Ulang tahun ya Mbak Vero....semoga Tuhan memberkati dengan kesehatan, kebahagiaan slalu.....salam Rini Giri."

Lily Ng posted on your Wall. "happy bday mba Ver, all the best !"

Itha Seranz posted on your Wall. "Happy B'day ya sister Veronica Setiawati...ku harap belum terlambat :) wish u all d'best yaa...GBU always"

Siti Hajar posted on your Wall. "Happy Birthday Vero. Best wishes for you..."

Dani Sahrudkhan posted on your Wall. "py b'day"

Rose Kusumawardani posted on your Wall.
"happy b'day... Sukses trus dgn sgala aktifitasmu..."

Dari FB Kumpulan Resensi Buku ;
Penerbit Percetakan Pohon Cahaya
Selamat Ulang Tahun GB ^^

Fauziah Rachmawati
happy milad ya...

Ode Pinokio
Dirgahayu!

Sekali lagi terima kasih buaanyaak :D

salam dari
veronica setiawati
mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au

Minggu, 14 Agustus 2011

Cinta itu ( Tidak ) Merah Jambu

Adalah judul dari sebuah buku hasil keroyokan 17 penulis yang tergabung dalam yuknulis! Para penulis itu adalah :
G. Lini Hanafiah,
Martina Felesia,
Henny Listyowati,
Ratna Ariani,
Dede AM Setiadi,
Ika DS,
Martha Liumei,
Femi Khirana,
Levina Widyarsa,
Ode ( Petrus Bayu Puja Mega Irawan ),
Fonny Jodikin,
Angel Li,
Shandra Syailendra,
Imelda Wijaya,
Puji Lestari,
Giacinta Hanna,
Yenny Auw

Pada kata pengantar disebutkan bahwa, pada awalnya terbentuk sebuah ide dari seorang Nuliser yang bernama Henny, untuk menyambut Valentine dibuatkan sebuah cerita yang hasil keroyokan. Kemudian, sebagai ibu kost, Lini memamparkan bagaimana kendala yang dihadapi saat menyusun tulisan dari ke-17 Nuliser ini.

Tapi hebat , ternyata hasil ceritanya luar biasa dan saya dibuat terpana. Cerita terdiri atas dua bagian yakni bagian awal dan penutup. Bagian awal dimulai oleh Ibu Kost Yuk Nulis!, kemudian disambung oleh nuliser yang sudah siap sesuai jadwalnya.

Cerita yang awalnya begitu tenang lama-lama membuat saya penasaran dan heran "koq jadi begini ceritanya?" Ending ceritanya pun ada 9 cerita dari 9 Nuliser dengan versi masing-masing. Jadi yang mana enaknya kisah akhirnya itu terserah pembacanya. keren kan :)

Emang ceritanya kayak apa sih?

Ceritanya itu tentang gadis kembar bernama Ayu dan Cantik tetapi mereka tertarik dengan satu cowok bernama Bagus. Dan Bagus ini pun tertarik juga dengan keduanya karena perbedaan karakter dikeduanya yang membuat ia tak ingin melepaskan mereka berdua.

Kemudian sebuah drama penculikan atas diri Cantik terjadi dan konflik dimulai. Ternyata, penculiknya itu adalah Jiwa , teman akrab Bagus. Lalu muncul tokoh lain secara tiba-tiba ditengah cerita bernama Raga. Ia berkepribadian ganda dan menyukai Cantik. Dan anehnya lagi Jiwa adalah kembarannya Raga. Dan ada sebuah rahasia kalau Jiwa menyukai Bagus. Aduh.. disini saya membolak balik cerita sebelumnya agar saya dapat alur ceritanya hehe.. ( ini yang saya bilang "koq jadi begini ceritanya?" :D )

Cerita keroyokan ini bener luar biasa.Eforia,Keliaran dan Kesintingan yang ditulis oleh Lini di kata pengantar memang terasa di buku ini.

Akhir ceritanya ada 9 dan terserah pembaca buku ini menyukai akhir cerita yang seperti apa. Kalau pilihan saya akhir cerita yang saya suka, yakni dari tulisan Angel Li, yakni cinta kepada pemulihan hubungan keluarga yang lebih diutamakan. Dimana Cantik sebagai anak yang merasa kurang dibanggakan oleh keluarga dan ia melakukan skenario penculikan bersama Jiwa hanya untuk meraih perhatian orangtuanya yang selalu membanggakan saudara kembarnya, Ayu.


Cinta ( Tidak ) Merah Jambu
Publikasi pertama ( e-book )
ISBN 978-979-1885-3-1
diterbitan oleh @2010 Via Lattea Foundation

jkt, agst 2011
veronica setiawati