Kraukk.com

728 x 90

my twitter

Follow g1g1kel1nc1 on Twitter
Tampilkan postingan dengan label rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rohani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

WAJAH

Tuanku,
Apa yang terjadi?
Wajahmu penuh dengan darah.
Aku tertegun melihat wajahmu
Darah, mahkota duri, palang kayu ?

Tuanku,
Kau dipukuli oleh para prajurit itu
Mengapa mereka tega berbuat seperti itu kepadamu?

Tuanku,
Aku pernah merasakan dipermalukan karena penyakitku
Aku dianggap najis bahkan oleh keluargaku sendiri
Tetapi engkau tidak mempermalukanku.
Justru engkau telah membuatku hidup.
Mengapa kini mereka mempermalukanmu?

Tuanku,
Hati pedih, engkau bukan pemberontak
Engkau datang menyelamatkan nyawaku

Tuanku,
Aku kini dihadapanmu.
Ingatkah engkau padaku?
Aku yakin begitu.
Karena matamu mengatakannya.

Tuanku,
Izinkanlah aku menyeka wajahmu.
Mungkin ini tidak sebanding dengan kerahimanmu padaku.

Tuanku,
Engkau meninggalkan wajahmu
dalam kain ini.
Engkau menghadiahi aku wajahmu.


coretan by ; veronica
Jalan salib perhentian ke - 06 ( Wajah Yesus di usap oleh Veronika )
Foto : credit to Romo Josh Kokoh


Jkt , 18 Maret 2016

veronica setiawati
@g1g1kel1nc1


 

Minggu, 06 Maret 2016

Puteraku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?

Awan gelap menutupi seluruh langit
Gemuruh yang menakutkan membuat orang lari
Mereka menunggu keajaiban tetapi tidak mereka dapatkan.
Apakah mereka tidak merasa bersalah telah menjatuhkan hukuman mati kepada dia?

Mereka pun lari meninggalkan dia
Mereka lebih memilih menyelamatkan diri dari gempa bumi di tempat orang itu mati
Mereka lari dalam kebingungan , mereka tidak mendapatkan apa mereka cari.
Tetapi lihat! seorang wanita berdiri di bawah kaki salib itu.

"Puteraku, mengapa engkau meninggalkan aku?
Biarlah ibumu ini ikut mati bersamamu"
Mata siapa yang tidak akan menangis?
Hati siapa yang tidak akan hancur?
Perwira yang memimpin pasukan itu pun terenyuh
Siapa kah sebenarnya orang yang telah menjalani hukuman ini?

Ia berlari menyelamatkan wanita itu dari guncangan hebat karena alam yang turut bersedih.
"Puteraku.." wanita itu pasrah dan larut bersama kesedihan bumi.
"Biarkan aku bersama dia. Izinkan aku dekat Puteraku."
Wanita itu menerima Puteranya yang dikasihi dalam pangkuannya.
"Puteraku , hatiku turut mati bersamamu. Aku turut dikuburkan bersamamu."

Suatu hari ketika semua orang berlari untuk melihat kubur yang kosong.
Wanita yang bersedih itu mendengar suara kehadiran Sang Putera..
"Ibu, ini Aku. janganlah bersedih hatimu.
Lihatlah ibu, aku bangkit.
Hatimu hidup kembali bersama kebangkitanku
Ibu, lihatlah Aku menjadikan segala sesuatunya baru."

Wanita itu mengalami sukacita yang besar.
Seperti dahulu , ketika kabar malaikat datang kepadanya.
"Aku ini hanya hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu."
Dan senandung pujian kepada Allah di tempat yang maha tinggi terucap dari bibir wanita itu.


*Terinspirasi ketika melihat karya seni PIETA

salam,
veronica setiawati

Twitter : @g1g1kel1nc1
 

Selasa, 09 Februari 2016

Pantang Apa neh Kita?

Waah, ngga terasa sudah kembali masuk masa Pra-Paskah. Artinya mulai Rabu, besok dimulainya Rabu Abu. Artinya selama 40 hari kami, umat Katolik menjalankan masa pertobatan dengan pantang dan puasa. Dan biasanya setiap Jumat, akan diadakan ibadat jalan salib. Mengenang lebih dalam sengsara dan kasih-Nya Yesus kepada umatNya.

Seperti tahun-tahun yang sudah-sudah, selama masa prapaskah ini akan ada pilihan untuk pantang. Misalnya dulu neh bokap gue memilih untuk pantang rokok. Padahal bokap gue ini udah kayak lokomotif kereta jaman masih pakai batu bara.. Tiada hari tanpa merokok.

Gue sering di kasih uang "Nih, beliin rokok ..." Yah , kan gue jadi hapal sekali beli itu dua bungkus dan kalau ada sisa kembaliannya buat gue deh hehehe... Wiih , sampai gue pingin ngerasain rasanya merokok itu kayak apaan sih??

Ya udah gue coba aja icip-icip rokok bekas bokap,, daripada gue penasaran. Manis ujungnya, yang kertasnya rada kuning itu, tapi begitu gue isep eeh gue batuk - batuk.. Waah begini amat.. ribet deh. Apalagi pas mau nyalain musti cari korek. Tapi gue bukannya isep rokoknya supaya bisa terbakar eeh malah gue tiup yaah mana bisa keluar asapnya. Saking ribetnya gue buang tuh rokok satu batang hehehe..

Nah, kembali lagi ke soal bokap gue yang berniat pantang rokok pas menjelang Pra-Paskah. Entah apa yang bisa membuat bokap tiba-tiba dapat keajaiban memilih pantang rokok. Kan, untuk melepaskan kebiasaan itu buatnya susah bener dan buat gue , yaah jatah gue berkurang deh dari setiap kembalian beli rokok.. Dan selama masa puasa dan pantang yang dijalanin 40 hari itu, bokap gue menahan keinginannya untuk merokok atau menyuruh gue beli rokok.

Bokap gue bener-bener konsekuen banget ama niatnya, walaupun gue rayu-rayu untuk beli rokok tetep loh ga bergeming. Mungkin bokap gue tau , niat gue sebenarnya ngincer uang kembalian jadi sebagai gantinya, bokap sediain uang jajan buat gue selama sebulan. Bokap gue kumpulin uang lembaran 500 perak warna hijau yang ada gambar orang utannya itu, sebanyak jumlah hari dalam sebulan.

Wah keren deh, itu pengalaman yang ngga kelupain banget deh buat gue! Gue berusaha untuk cukupin sehari tidak lebih dari 500 rupiah. Kan waktu itu uang segitu jumlahnya besar, lu mau beli makan ampe sekenyangnya disekolah udah lebih dari cukup. Jadi , dari uang pemberian bokap itu gue belajar nabung.

Setelah lewat masa puasa dan pantang, kembali jalani hari-hari seperti biasa seharusnya bokap dapat menikmati lagi nikmatnya merokok lagi, Tapi, ternyata pantang rokok itu berpengaruh dan sangat membantunya sama sekali berhenti merokok. Bokap gue juga heran, sejak niat pantang merokok itu sampai beliau mau menjelang tidak ada dunia lagi , total berhenti merokok. Yaah, setidaknya itulah yang menjadi kesaksiannya semasa hidup atas satu dari berbagai keajaiban dari kebaikan Sang Maha Kuasa.

Sekarang, kembali datang masa pantang dan puasa dan gue belum ada niat yang dalam seperti bokap gue untuk memilih pantang apa. Semestinya gue belajar dari bokap , mempunyai keinginan yang kuat untuk menjalankan apa yang telah menjadi komintmentnya. Yaitu memilih untuk pantang rokok dan akhirnya benar-benar berhenti merokok. Makanya, bokap adalah inspirasi gue dalam menjalani apa yang menjadi komitment.

Sekali lagi gue merenung menunggu menjelang pagi menuju Rabu Abu, hari dibukanya masa pantang dan puasa ini. Pantang apa gue ini ? Apa yang masih kurang baik dalam diri gue dan sangat mendesak untuk diperbaiki?

Ajarlah aku melihat diriku sendiri Tuhan,
Apa sih yang masih kurang dalam diriku ini?
Atau masih ada sesuatu dari diriku yang perlu diperbaiki?
Seperti bejana dalam tangan-Mu,
Tolong bentuklah aku , perbaikilah aku seperti yang Kau mau.

Love u Jesus,
Kau Adalah Bapaku, yang baik..
Miss U


Jakarta, 9 Feb 2016

Veronica Setiawati





 

Sabtu, 02 Mei 2015

Penjahat dan Hukuman Mati.

Tuhanku , aku ini seorang penjahat yang kejam

Lihatlah tanganku berlumuran darah mereka yang telah ku ambil nyawanya.


Aku banyak melakukan hal yang jahat

Aku melukai perasaan orang-orang yang tidak bersalah

Kini aku mendapat hukuman yang sepantasnya atas kejahatanku

Aku menunggu kematianku

Aku kembali melihat apa yang telah ku perbuat



Tuhanku,

disaat menjelang kematianku aku ingat Engkau yang aku kenal sewaktu aku masih kecil.


Oh betapa aku begitu dekat, dan semua orang disekelilingku menyukaiku


Tetapi dimanakah mereka saat ku dewasa?

Kemanakah mereka yang dahulu mengebu-gebu membawaku kepadaMu?


Mereka hilang dan melupakan aku.

Aku sendirian dan semakin jauh dari Engkau

Aku semakin hilang dari pandanganMu, Tuhanku



Dalam bayang kematianku aku melihat Engkau kembali.

Engkau berada di sebelah ku , turut di hukum mati bersamaku.

Ooh Tuhan, janganlah berbuat seperti itu kepadaku

Mengapakah Engkau mau melakukan hal itu untukku?

Aku ini pantas mati karena perbuatanku, bukan Engkau.

Sebelum hembusan nafas terakhirku

Aku mendengar perkataanMu ya Tuhanku

“Hari ini juga, Engkau telah bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”




2 Mei 2015

Veronica Setiawati







Minggu, 05 April 2015

Selamat Merayakan Belas KasihNya!

Kita bersyukur telah melewati Retret Agung selama 40 hari. Kita berjuang dalam doa, pantang dan puasa serta amal bakti sebagai ujud kita melawan segala hal yang tidak baik. Kita memurnikan diri, mengasingkan diri , hidup dalam Sabda Allah, belajar hidup miskin, lemah dan tersingkir dari dunia ini.

Masa Prapaskah seharusnya membuat kita menjadi peka karena kita menjadi manusia yang baru. Dan di malam paskah , di mana Cahaya Kristus menang atas kuasa maut , kita membarui janji babtis kita. Kita menolak hal-hal yang jahat, tahyul dalam bentuk apapun serta kita menyatakan  percaya kepada Allah. Kita didamaikan kembali dengan Kristus lewat kebangkitannya yang telah turun ke tempat penantian dan pada hari ketiga Ia bangkit dari alam maut.

Sebagai manusia baru, kita telah diberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan sehari – hari. Kita tidak lagi memandang manusia lain sebagai musuh tetapi sebagai saudara. Kita akan menjadikan nyata, masa-masa dimana Tuhan yang telah bangkit itu, menunjukkan kerahimanNya yang tiada batas,
yang telah kita terima untuk kita teruskan kepada sesama kita.

Belas kasihNya Ia tunjukan kepada Thomas.Ketika Ia menunjukkan bekas luka-luka pada tubuh suciNya, agar tidak ada lagi keraguan di dalam hati
Thomas kepadaNya. Keraguan itu menghalangi Thomas untuk mengasihi Yesus.

Begitupun juga kepada Petrus, murid yang dikasihi dan telah dipercayakan kunci kerajaan surga. Ia menghapuskan rasa bersalah dalam hati Petrus. Ia menguatkan kembali kepercayaan diri Petrus dan cinta Petrus yang terdalam.

Bila kita renungkan kembali perjalanan hidup kita. Berapa banyak belas kasih Allah yang telah kita terima? Dan berapa banyak , belas kasih Allah yang telah kita terima itu, kita berikan juga kepada orang lain diluar diri kita? Bila kita telah mendapatkan belas kasih kasih Allah yang begitu besar,  mengapa kita tidak ingin memberikannya kepada sesama kita?  

Kita telah diberikan kehidupan, oleh sebab itu cintailah kehidupan itu sebagai anugrah dari Tuhan. Kita diberikan alam semesta yang begitu indah , hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada , berbelaskasihlah kepada ciptaan Allah itu.

Dunia ini miskin dengan belas kasih. Dunia ini walaupun terlihat sangat mewah dan megah tetapi isinya penuh dengan kekerasan, ketidaksabaran, persaingan, keegoisan, kesombongan, irihati, kepalsuan, kesesatan dan cinta uang. Semua hal itu sepertinya membuat manusia menderita dan semakin membuat belas kasih itu hilang dari hati. Sampai – sampai untuk mencari orang yang tulus hati pun menjadi seperti barang langka.

Sebagai umat Kristen yang telah mengalami belas kasih Allah, dunia ini adalah ladangNya untuk menyebarkan benih – benih belas kasih Allah. Biarkan jiwa kita yang telah dibebaskan berkat kebangkitan Kristus, melakukan kebaikan dengan meneruskan belas kasih Allah itu kepada semua orang.

Semoga ujud-ujud doa dan komitment kita pada waktu masa Prapaskah dapat kita wujud nyatakan dalam tindakan yang penuh belas kasih kepada mereka yang kecil, miskin dan tersingkir. Mereka yang diperlakukan tidak adil , mereka yang hilang dan terbuang , mereka yang tersisih, mereka yang
lapar, haus , terpenjara, tidak punya tempat tinggal, sambil kita terus memohon kepada Yesus agar kita dimampukan untuk melakukan tindakan belaskasih tersebut.

Selamat Merayakan Paskah,

Selamat Merayakan Belas Kasih Allah kepada manusia,
Belas Kasih Allah itu kiranya yang selalu menjadi pedoman hidup kita
dalam ucapan dan melakukan tindakan apapun.

Salam

 Veronica Setiawati

Sabtu, 15 November 2014

Bunga Mimpi



Katanya itu suatu pertanda
Tapi ada yang bilang hanya sekedar pikiran alam bawah sadar
Tapi buatku bisa jadi pertanda
Atau bisa membuatku berjaga-jaga
Atau bisa sebuah jawaban yang sebenarnya

Bunga mimpi biarlah menghiasi tidurku
Apapun warna yang tampil tetaplah indah
Serahkan semuanya kepada yang kuasa
Yang memberikan taman bunga mimpiku

Jika ia berasal dari padaNya
Tentu ada tujuan dan aku harus bersiap
Hatiku harus siap, pikiranku harus siap
Karena saat itu terjadi, yang lain tak siap

Bunga mimpi biarlah menghiasi tempat istirahatku
Bila bukan daripadaNya maka akan berlalu seperti angin
Dan hanya hamparan bunga kering yang tersapu angin
Dan diantara bunga mimpiku
Ada kamu di dalamnya.

Minggu, 21 September 2014

Berani Melayani maka Berani Pula Mengampuni

Setiap orang yang melayani, tidak pernah berbuat untuk dirinya sendiri. Dan ketika ia berhadapan dengan orang lain, maka yang namanya sakit hati atau perasaan atau ke-aku-annya dilukai pasti ada. Tidak jarang , saat kita sudah menyiapkan diri untuk melayani, ternyata yang didapatin hanya membuat sakit hati, kekecewaan, kemarahan, kekesalan yang pada akhirnya merusak dari pelayanan itu sendiri. Bukan hanya tujuan dari pelayanan , tetapi komunitas itu sendiri dan semua anggotanya. Tidak ada kedamaian, kesatuan dan bahkan lebih celakanya , satu persatu mengundurkan diri karena sakit hati.

Semakin banyak orang yang mengalami sakit hati karena kebencian dari akibat pelayanan, bagaimana dapat mewartakan kasih Tuhan yang mampu mengampuni?  Hidup pelayanan pasti akan mengalami penderitaan. Seperti Yesus yang akhirnya menerima penderitaanNya karena melayani umatNya. Tetapi umatNya ternyata menolak Dia. Pelayanannya dianggap bohong , tipuan , menghasut rakyat dan Allah yang mereka sembah. Apakah ada yang enak dari pelayananNya?

Satu hal yang saya pelajari dari Yesus, saat Dia mengalami sakit hati dari pelayananNya, Dia mau mengampuni. Dia setia dan menyerahkan segalanya dalam doaNya kepada BapaNya. Hati siapakah dapat tahan dalam menahan kemarahan , kebencian dan sakit hati yang dalam namun harus tetap setia melayani? Kalau bukan Allah yang memberikan Roh Kudus ke dalam hati kita, maka sia-sialah saja pelayanan kita. Karena hanya kasih kuasa Roh Allah saja, yang memampukan setiap orang yang hendak melayani dengan tulus walaupun nantinya ia akan mengalami halangan, perasaannya dilukai, hatinya di hina, dikucilkan, diomongin orang dan segalanya itu, ia tetap bertahan.

Alasannya karena ia tahu bahwa ia menyerahkan pelayanan itu kepada Allah dan semuanya yang dilakukannya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja. Tidak ada keinginan di dalam hatinya untuk mengambil keuntungan pribadi dari pelayanan itu. Dan ia menyadari bahwa pelayanan yang dipercayakan kepadanya berasal dari Tuhan sendiri. Tuhan punya maksud dan rencana memakai dirinya untuk menjadi alatNya bagi kemuliaan namaNya. Karena ia berharga dimataNya, ia telah mendapat belas kasihan Tuhan dan ia ingin membagikan kepada semua yang dilayaninya bahwa Tuhan itu sunggu baik, Ia sungguh berbelas kasih.

Saya sungguh bersyukur , bila ada yang memulai pelayanannya dengan bertanya dahulu kepada Tuhan, “Tuhan, apakah ini pelayanan saya? Apakah disini saya sungguh diperkenankan untuk memuliakan namaMu? Menceritakan tentang kebaikanMu dan kasihMU yang telah menyelamatkan hidupku?” Bila pelayanan ini adalah sungguh berasal dariNya maka mintalah juga dariNya untuk belajarlah dariNya bagaimana “lemah lembut dan rendah hati”.  Perkataan yang lemah lembut meredakan kegeraman dalam hati dan rendah hati memampukan kita mengampuni segala hal yang membuat hati kita sakit hati. Jangan biarkan hati kita dipenuhi oleh luka-luka batin yang membuat kita menjauh dari sesama. Bagaimana dapat menjadi alat bagi kemuliaan nama Tuhan bila hati kita selalu dan selalu dipenuhi oleh kemarahan dan luka batin?

Apakah kita mau seumur hidup hanya di penuhi oleh kekesalan tanpa mau mengampuni , tanpa mau merubah sikap dan terus mengagungkan ke-aku-an kita? Yesus telah berkorban dikayu salib hingga harga dirinya pun turut terluka. Namun di atas kayu salib Dia mendoakan “Ya Bapa , ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat!” Janganlah lagi mulut kita , atau pun perkataan kita juga menyakiti orang lain. Belajar dari Yesus, yang selalu memandang kita setiap pribadi bagaimana Tuhan caranya aku harus mengampuni? Mengampuni supaya aku bisa sembuh dari sakit hati ini?

Bila kita telah sembuh karena kasih Tuhan, dan setiap orang yang kita layani pun pasti akan merasakan kehadiran Tuhan karena mereka melihat apa yang telah perubahan yang baik di dalam diri kita. Belajarlah bertahan saat mengalami hal yang buruk dalam hidupmu. Bukankah hidup kita milik Kristus dan kematian pun rasanya menjadi sebuah keuntungan bagi kita? Lalu mengapa kita mustii kawatir akan pelayanan? Apakah perlu sampai ribut merasa paling hebat, paling berjasa, paling punya andil dalam sebuah pelayanan. Jika ada orang yang tidak menghargai , tidak dipakai lagi atau disingkirkan dari pelayanan terimalah semua dengan berbesar hati. Pelayanan itu berasala dari Tuhan, Dia yang memberi dan Dia pula yang memberi. Jika Dia masih mempercayakan sebuah pelayanan yang lain, maka pasti Ia akan sediakan sebuah ladang yang baru untuk kita melayani di sana.

Dan bila kita dipercayakan oleh Tuhan, belajarlah rendah hati dan lemah lembut seperti Dia. Mintalah dalam doa pribadi kita masing-masing bagaimana caranya melayani yang benar. Mintalah hati yang lemah lembut dan rendah hati agar perkataan yang keluar dari bibir kita mampu menjawab kebutuhan orang , tidak menimbulkan pertengkaran dan mampukan diri kita selalu untuk mampu dengan rendah hati meminta ampunan kepada orang yang telah melukai hati kita. Supaya hati kita dipenuhi kebebasan dan sukacita ketika melayani selain itu semua orang dapat memuji Allah kita karena Ia telah melakukan karyaNya yang mulia bukan hanya untuk kita pribadi saja, tetapi setiap orang yang kita layani juga merasakan curahan kasih Tuhan.

Semoga kita dapat mejadi pelayan Allah yang lemah lembut dan rendah hati seperti Yesus. Pelayan Allah yang berani mengampuni dan diampuni. Berani mewartakan kasih Allah tanpa menjadi sakit hati. Sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan, Amin

Salam dalam kasih Tuhan Yesus,
Veronica Setiawati

Jumat, 19 September 2014

Melayani , menurut mu apa artinya?



Melayani adalah pekerjaan dari pelayan. Pelayan sekarang tidak hanya untuk mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi meluas hingga ke rumah ibadah bahkan Negara. 

Kalau di lihat dari pekerjaannya seorang pelayan itu berarti mendahulukan orang yang dilayaninya dan bila tugasnya selesai barulah dirinya sendiri. Atau bisa jadi , ia melupakan dirinya sendiri karena waktunya dan hidupnya dihabiskan untuk melayani orang.

Kalau sudah begitu , apakah ada yang mau melakukan tugas sebagai pelayan itu? Macem-macem tujuan orang mau melakukan tugas pelayanan.  Sekedar atau ada juga yang sungguh mejalankannya. Ada yang murni dan tulus menjalanan pekerjaan melayani ini ada juga yang membutuhkan imbalan dari apa yang telah dilayaninya.

Kalau menurut saya , sah-sah saja jika setiap orang menanyakan apa upahnya dari melayani ini? Karena setiap perbuatan dari hasil pemikiran dalam melayani orang pasti ada upahnya. Saya rasa , Yang Maha Kuasa pun tidak akan diam bila dilihat umatNya yang tulus dan murni melayani tidak mendapat upah dari hasilnya melayani. Bahkan untuk melayani pekerjaan yang mengandung kejahatanpun , juga ada upahnya.

Logo APP2014
Melayani , menurut saya adalah pekerjaan yang menuntut diri keluar dari ke-aku-annya karena mendahulukan orang lain, membantu orang lain dalam menyiapkan kebutuhannya , memfungsikan dirinya terlibat di dalam kelompok disekitarnya.   

Lihatlah orangtua yang mempunyai anak kecil , mereka pun melayani anak itu. Para pembantu rumah tangga, mereka melayani majikan dalam hal membereskan rumah. Guru melayani muridnya dalam hal memberikan pengetahuan. Para karyawan melayani atasan mereka dalam membantu menyelesaikan pekerjaan kantor, para mentri membantu kepala Negara dalam mengurusi bidang-bidang tertentu. Dan lainnya.

Lalu apakah melayani hanya untuk mereka yang “kelihatan” menjadi atasan? Kalau ada yang beranggapan Atasan atau para Tuan itu tidak melayani, janganlah pernah jadi Tuan. Saya malah bilang kepada mereka “Belajarlah dari para pelayanmu itu!”

Mereka , punya kekuatan ( Power ). Setiap perkataan ataupun perintah ucapannya itu menjadi perintah. Bila mereka tidak mau memberikan diri mereka untuk melayani dengan cara memperhatikan kebutuhan , memberikan kesejahteraan dan rasa aman kepada mereka yang telah setia melayaninya sebagai Tuan atau kepala. Sehingga keseimbangan dan pepatah “Saling melayani” itu sungguh dilaksanakan dan tidak terputus.
Memang sifat dan karakter manusia itu berbeda-beda, bahkan mereka pun suka menuntut lebih karena melihat dari apa yang telah dikorbankan untuk melayani. Tetapi , saya ingin bertanya, “Adakah belas kasihan sewaktu kita melayani?”

Siapapun entah tuan atau hamba, pasti akan merasakan tuntutan yang besar ketika mereka melayani. Keegoisan, persaingan, popularitas, uang, kemasyuran dan segala keinginan manusiawi ingin di dapatkan bahkan sampai mengorbankan sesamanya. Apakah harus selalu seperti itu kalau melayani?

Kita diberi kebaikan hati dan bahkan dalam ajaran keyakinan kita masing-masing pun diajarkan yang baik untuk sampai kepada Sang Maha Pencipta, tetapi kenapa dalam melayani sesama atau umatnya yang sama keyakinannya saja, harus membusungkan diri seolah-olah hanya dialah yang benar dalam melayani? Coba renungkanlah , kita sama-sama hidup di bumi yang satu dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Seharusnya kita pun bisa untuk saling melayani.

Semoga kita dapat menggali lagi arti yang lebih dalam dari kata “Melayani” ini. Dan tanyakan pada diri sendiri di dalam doa pribadimu, apakah aku sungguh telah melayani? Dan apakah caraku dalam melayani sesamaku sudah benar?

Semoga Tuhan Memberikan Hati yang baru untuk melayani..
Salam,
Veronica Setiawati

Rabu, 17 September 2014

( Tulisan Fiksi ) Dari Mata Turun Ke Hati :D



Entah awalnya seperti apa, hingga sepasang mata itu menatap ku sangat dalam. Sungguh aku tidak ingin membalas tatapan dari seorang pria. Tidak tepat saja buatku. Bayangkan , di saat pikiran dan hatiku untuk melayani Tuhan di seputar altarNya, tanpa permisi sepasang mata itu seperti lalat yang mengangguku.


Aku tidak mengenalnya dan untuk apa membalas tatapan tajam yang seakan senang membuatku menjadi salah tingkah.  Tiba-tiba hatiku menjadi kesal, “Ooh Tuhan Yesus, ampuni aku, sebentar lagi Misa dimulai dan  aku mau tugas.Karena masalah kecil ini , tolonglah semoga kemauanku untuk melayaniMu tidak pudar.” 


Waktu itu Misa Jumat Agung akan dimulai , persiapan sudah aku lakukan supaya aku bisa menyelesaikan tugas ini. Petugas liturgy sudah siap di sakristi dan aku pun siap untuk tugas pelayanan.  Dan aku bertugas bersama dengan Prodiakon muda, yang entahlah menurut banyak orang , dia juga adalah seorang Frater. Namun tatapannya itu , dia telah mengganggu hati aku.

===========
Dan saat ini, keadaan menjadi membuatku terdiam. Kami akhirnya malah dekat. Aku mencoba eksamen diriku sendiri. Memeriksa batinku dan melihat kembali perjalanan aku dan dia. Ada yang aneh, kenapa kekesalanku berubah dan membuat kami dekat?  Setiap kali aku tugas pada sat Misa dan dia juga hadir, seakan aku ingin pura-pura tidak melihatnya. Pandangan matanya itu mengganggu tetapi membuatku ingin menatapnya. 

Aku masih ingat hal yang membuatku berubah dan sampai membuatku “terpaksa” menegurnya selalu. Mungkin akan terkesan konyol bila aku ceritakan, yakni karena mengucapkan salam “Haii!!” , alasannya : pertama karena kaget melihat dia dibalik pintu sakristi yang tiba-tiba menyalamiku, kedua karena aku sudah beberapa kali tugas atau misa tidak melihat dia dan akhirnya keluarkan sapaan itu kepada.

Dan sejak itu , karena tidak enak sudah terlanjur berucap , jadilah setiap kali kami bertemu saling mau tak mau harus menyapa. “Haii..” atau senyuman manis dan kalimat basa basi lain. Tetapi jadinya , aku malah terjebak dengan perasaanku sendiri.  

Aku tidak menyalahkan ataupun kesal akibat “keterpaksaan” yang aku buat ini. Karena lama kelamaan aku melakukannya dengan tulus karena memang ingin menyapanya atau sekedar bicara. Pikirku, kami sama-sama satu pelayanan , rasanya jadi aneh kalau tidak saling mengenal.  

Entahlah bagaimana kelak perjalanan cerita ini , namun sejak itu hidup kami pun berubah..

#untuk yang sedang suka dengan seorang frater# :)

Penulis  
Veronica Setiawati