Kraukk.com

728 x 90

my twitter

Follow g1g1kel1nc1 on Twitter

Kamis, 23 Maret 2017

Best Seller Wadah Ungu Nan Cantik

Tidak aneh bila produk satu ini menjadi primadona. Selain isinya yang banyak, kurang lebih ada 18 item dalam satu set-nya.. Woow keren kan..
Warna ungu yang cantik berpadu dengan wadah yang bening menjadikan cantik dan elegan dapur cantik Anda.


 
 
 Komposisi ukuran dalam satu set ini beragam. Dan tentunya dapat digunakan sebagai tempat bumbu-bumbu makanan. Atau dapat juga digunakan sebagai tempat lain bagi kebutuhan pekerjaan kita, misalnya untuk jarum, benang, kancing baju, tempat mainan, atau lainnya. Apalagi terdapat 2 botol minuman lengkap dengan saringan di dalamnya. Dapat dipadukan dengan dua kotak makanan dua sekat yang praktis dibawa kemana-mana.




Mau dihadiahkan kepada teman atau keluarga di luar pulau? Tidak usah kawatir, kami dapat membantu meringankan beban biaya ongkos kirimnya.. Dengan sistem dropship hadiah ini dapat sampai diterima di tangan keluarga atau teman Anda. Karena kami akan mencarikan dropshipper terdekat dengan lokasi keluarga atau teman Anda, hingga pengeluaran untuk ongkos kirim tidak terlalu mencolok mata dan bikin pedas. Dan tentunya dengan harga produk yang sama.



Detail Produk

Kode Produk  :  DDC/LF/18
Ukuran Produk  :  300 x 280 x 220 mm
Berat / pc  :  2160 g


Dimensi produk :
5 pcs : 90 x 90 x 45 mm / 140 ml
2pcs : 145 x 145 x 125 mm / 1250 ml
2 pcs : 135 x 135 x 90 mm / 1000 ml
2 pcs : 110 x 90 x 50 mm / 200 ml
2 pcs : 115 x 115 x 85 mm / 500 ml
2 pcs : 205 x 135 x 55 mm / 630 ml
1 pc : 260 x 195 x 150 mm / 3800 ml
FREE 2 pcs : 90 x 90 x 147 mm / 400 ml
Berat asli : 2 kg
Berat volume : 3 kg
Produk Eksklusif Dusdusan.com


Ulasan Mereka mengenai produk ini

Titi Marsiti

5 Januari 2017 11:07 WIB

banyak yang sukaaaaa

sebelumnya saya udah order 2 set look 4, eh ternyata banyak yang suka ingin beli jugaa soalnya barangnya baguss terus dapet banyak jugaaa dengan harga terjangkau.... yaudah akhirnya nambah lagi deh order 8 set.. hihiiii love love deh pokoknyaaaaa sama dusdusan :*

fetty nurbaeti

25 Desember 2016 13:07 WIB

Paling diminati sama konsumen

Barangnya bagus, tebel ,temen2 pada suka dan langsung pada order.

Dian doha

20 Desember 2016 15:18 WIB

Paling Dicari

Ini produk yang paling dicari ibu-ibu ... dapur jadi rapih



jadi bagi yang ingin pesan produk ini
Mau titip droship
Mau juga jadi reseller

Hubungi
Instagram :                    @toko_oma_rafa
WA/SMS/HP/telegram  0813 1001 1014 atau 0812 8937 5879
BBM :                            5BD2ADD1



 
 
 
 
 

Inspirasi Momen Bersantai


Haii..

Kembali saya hadirkan produk-produk berkualitas dan terbaik buatan dalam negeri. Semoga selalu menginspirasi produk-produk Indonesia lainnya...
* Sertifikat Halal MUI No. 00170074121015
* Garansi seumur hidup
* FDA Approved material


Sudah lelah seharian bekerja, sejenak sampai di rumah ingin bersantai. Menikmati cemilan atau oleh-oleh yang telah diiming-iming akan disantap. Tentu akan kecewa setelah diketahui makanan menjadi lembek dan alot ketika dimakan. Inspirasi Medina menyediakan wadah makanan yang dapat membuat camilan Anda masih nikmat untuk disantap. Dan Anda dapat menikmati makanan oleh-oleh yang telah lama Anda idam-idamkan.

4. AZALEA adalah produk penyimpanan makanan yang menambah nikmatnya momen bersantai Anda dan keluarga.

Kemasan terdapat 3 pcs dalam 1 set warna hijau, biru dan ungu
Keunggulan : BPA Free , kedap udara

^^Ukuran Large

** Large Round Snack Container
ukuran d. 18,5 x 24,3 cm dengan vol masing-masing 4800 ml

*** Large Snack Container
ukuran d.15,9 x 15 x 24,3 cm dengan vol masing-masing 3850ml

** Large Round Snack Container ( kiri ) ; *** Large Snack Container (kanan)
^^ Ukuran Sedang

*** Snack Container
ukuran d. 15,9 x 15 x 13 cm dengan vol masing-masing 2100ml

**Round Snack Container
ukuran d, 18,5 x 19 cm dengan vol masing-masing 3650 ml

**Round Snack Container (kiri) ; ***Snack Container ( kanan )
 
jadi untuk pemesanan dapat menghubungi :
 
Instagram : @toko_oma_rafa
WA : 0813 1001 1014 / 0812 8937 5879
BBM  5BD2ADD1
 
 
 
 

Inspirasi Sang Buah Hati

Haiii...


Kembali saya hadirkan produk-produk berkualitas dan terbaik buatan dalam negeri. Semoga selalu menginspirasi produk-produk Indonesia lainnya...
* Sertifikat Halal MUI No. 00170074121015
* Garansi seumur hidup
* FDA Approved material

Produk dari Inspirasi Medina yang ketiga adalah inspirasi sang buah hati. Siapa sih, orangtua mana yang tidak akan berbuat sesuatu yang baik bagi bekal anak mereka kelak. Produk ini memahami kebutuhan ibu-ibu cerdas dalam menyiapkan bekal yang sehat bagi putra putri mereka.


3. Produk Inspirasi sang buah hati menghadirkan kepada Anda
yakni ADIA - tumbler yang dapat dibawa oleh putra putri Anda ke sekolah atau kemana pun mereka pergi tidak akan dilupakan.



ADIA mempunyai dua pilihan produk tumbler untuk boys dan girls..
** Boys Tumbler Set
Isi per set 4 pcs warna hijau biru, dan biru hijau
volume masing-masing 320ml d. 8 x 10,8 cm ( tutup biasa = 2 pcs )
volume masing-masing 320ml d. 8 x 12,8 cm ( dengan tutup Flip = 2 pcs )

** Girl Tumbler Set
Isi per set 4 pcs warna pink kuning dan kuning pink
Vol Tumber biasa masing-masing 320ml d. 8 x 10,8 cm
vol tumbler Fliptop masing-masing 320ml d. 8 x 12,8 cm
 



Pun demikian bagi keluarga yang memiliki hobi berolahraga bersama.. Hadirkan botol minuman cantik ini di tengah aktivitas keluarga Anda.
Neon Sport Bottle Set ( 3 pcs / set ) dengan warna hijau, merah dan biru.
vol 530ml d. 6,7 x 22,8 cm
Frezeer Safe
Diswashes safe



Setelah habis lelah berolah raga, pastikan bekal Anda terbawa dan siap disantap.
Portion Lunch Set hadir untuk bekal praktis Anda.
Kemasan 2 pcs dalam satu set dengan paduan warna biru dan kuning
ukuran masing-masing 1300ml 23,7 x 16,7 x 5,6 cm

Nikmati bekal Anda dengan bersama keceriaan keluarga


jadi untuk pemesanan
bisa hubungi
Instagram : @toko_oma_rafa
WA : 0813 1001 1014 / 0812 8937 5879
BBM :  5BD2ADD1

Magnolia Bowl Set of 9

 
 
 
 
Hai
Saya memperkenalkan suatu produk dari Dusdusan, yakni Magnolia Serving Set of Bowl.
Rangkaian wadah yang menarik ini mempunyai fungsi sebagai wadah penyimpanan makanan atau minuman seperti kolak, puding, sayuran dll. Di lengkapi dengan Centong besar yang dapat digunakan untuk mengaduk atau mengambil isi dalam wadah sesuai ukuran untuk dimasukkan ke dalam enam wadah plastik kecil. Di sediakan juga tempat saringan untuk menempatkan buah-buahan segar. Jadi tunggu apalagi segera miliki produk cantik ini di meja makan Anda. :)
 
 

Detail Produk

Kode Produk  :  DDC/SB/S10
Ukuran Produk  :  270 x 270 x 180 mm
Berat / pc  :  880 g

Deskripsi

Magnolia Serving set cocok untuk menyajikan sop buah, atau es pudding, atau yang segar-segar lainnya. Dengan daya tampung yang cukup besar (4,5 ltr) dapat menjamu seluruh keluarga besar, ditambah lagi 6 mangkuk kecil yaitu 550ml / sajian. Tentunya dilengkapi centong untuk mengaduk/menakar sajian.
Tak kalah seru, ada lagi bonus wadah buah segar. Dilengkapi saringan sehingga mencuci buah jadi lebih mudah.

Terbuat dari plastik PP5, sudah terakreditasi Food Grade. Dapat menampung makanan hangat contoh kolek atau minuman dingin sop buah. Tidak untuk dipanaskan dalam microwave.
Produk Eksklusif Dusdusan
 

Ulasan Beberapa Orang yang telah memesan Produk ini :

Dedeh Kamilah

16 Januari 2017 20:00 WIB

Wadah nya cantik banget

Pas pesanan magnolia ini datang,customer saya langsung kegirangan krn lihat asli nya lebih bagus dan cantik banget,magnolia memang cantik banget nggak nyesel deh pesan nya 👍😊

Hilma Syafly

21 Desember 2016 16:17 WIB

Magnolia Andalannya Kado Nikahan

Barang bagus, aman pula, harga pas banget ma budget kado nikahan. Yg nerima Alhamdulillah seneng dan sangat bermanfaat. Best deh.

Meni Pratiwi

1 Nopember 2016 21:22 WIB

Bagus barangnya

Pertama dapat produk ini pas dibuka, seneng banget karena warnanya cerah dan mangkok putihnya lumayan tebal,goodlah dengan harga terjangkau.




Jadi kalau pesan bisa hubungi :
Instagram : Toko Oma Rafa
Hp: 0813 1001 10114 / 0812 8937 5879
BBM : 5BD2ADD1
 

Inspirasi Kilau Ketangguhan

 
Haii..

Kembali saya hadirkan produk-produk berkualitas dan terbaik buatan dalam negeri. Semoga selalu menginspirasi produk-produk Indonesia lainnya...
* Sertifikat Halal MUI No. 00170074121015
* Garansi seumur hidup
* FDA Approved material


Sekarang saya akan akan memperkenalkan produk yang kedua.
yakni CORAL..
Dari namanya sudah terbayang kan ya? Ketangguhan coral yang benar tahan banting seperti jiwa para wanita Indonesia hehe...


2. CORAL - Inspirasi Kilau Ketangguhan
keunikannya adalah warna warni yang berkilau.

Keunggulan dari CORAL ini adalah Canister-nya. Kenapa? Toplesnya bening. Oleh sebab itu diberi nama Sparkling alias bening dan juga anti pecah ( Breakproof ). Sudah diuji dibanting dengan berbagai kekuatan tetap tidak pecah..


Coral Sparkling canister set terdapat dua type antara lain :
1. Canister Set Small , terdiri dari 3 warna dalam set nya yakni merah, biru dan hijau. Masing-masing bervolume 870ml dengan ukuran d. 10.3 x 14,7 cm.
2. Canister Set Large, terdiri dari 3 warna Merah, Biru dan hijau dalam set nya.
masing-masing vol 1070ml d. 10.3 x 17,2 cm.



Selanjutnya adalah tumbler pilihan keluarga. Cocok dipadukan dengan bawaan bekal Anda.Warna-warni yang menarik akan menambah semangat menyantap hidangan Anda.
 

*Tropic Collection
1. Snap "N Stack Lunch Set adalah rantang kecil terdiri atas 3 susun wadah dari plastik untuk membawa bekal Anda.
Keunggulan : BPA Free, Dishwasher safe, Frezeer Safe
keterangan :
Lunch box ( 3 ) + handle 1220ml 24,2 x 19,6 x 16 cm
Spoon + fork ( 3 )
 
 


2. Snap "N Shake Tumbler adalah gelas minuman yang praktis, mudah dibawa di dalam tas disertai tutup yang kuat dan membuat isi minuman Anda tidak akan mudah tumpah.
Isi 1 set terdapat 4 buah tumbler dengan warna merah, biru, hijau tosca dan hijau lemon
volume masing-masing tumbler 510ml
ukuran d. 8 x 17 cm

 
 


3. Neon Fliptop Tumbler Set , sama seperti gelas minuman hanya saja tutup atasnya menyerupai Flip yang dapat dibuka tutup dengan praktis. Terdapat tulisan dengan semangat yang positif pada tiap gelas tumblernya.. Di sisi tumbler terdapat garis ukurannya.
Isi dalam set ada 4 buah tumbler, warna merah, hijau Tosca, hijau lemon dan biru
volume masing-masing 510ml
ukuran d 8 x 19.,2 cm
 



Untuk pemesanan dapat hubungi
Instagram : @toko_oma_rafa
WA  :  0813 1001 1014 / 0812 8937 5879
BBM : 5BD2ADD1

 
 
 

Inspirasi Hidangan Penuh Selera

Kembali saya hadirkan produk-produk berkualitas dan terbaik buatan dalam negeri. Semoga selalu menginspirasi produk-produk Indonesia lainnya...
* Sertifikat Halal MUI No. 00170074121015
* Garansi seumur hidup
* FDA Approved material

1.Amethyst
Inspirasi hidangan penuh selera
keunggulan umum produk ini (+) yakni Frezeer Safe , Dishwasher Safe and BPA-Free.

Yuk kita mulai lihat-lihat produk yang pertama , AMETHYST ( Inspirasi Hidangan Penuh Selera )

**Complete Serving Set
Serving bowl/plate + lid (5)         Ladie (2) + soup ladie ( 3 )           
1900ml 27,9 x 21 x 11,2 cm
1800ml 32,4 x 21 x 8,8 cm
3000ml 32,4 x 21 x 13,5 cm
1100ml 27,9 x 21 x 8,7 cm
780ml  32,4 x 21 x 5 cm


** Serve and Dine Set
Serving Bowl + lid 1900 ml
Serving plate + lid 1100 ml
Ladie + soup ladie
Plate, bowl, spoon, fork (4)
Microwave Safe (+)




**Smart Tray Set
(+) nesting
Large tray + lid 3500ml 38,5 x 26,5 x 9,7 cm
Small tray + lid 2100ml 34 x 24 x 8,1 cm


** Easy Steamer
2-tier steamer + lid
870 ml d. 20,4 x 17,5 cm




** Microwaveable Dining Set
Plate ( 4 ) d 28 x 2,5cm
Bowl ( 4 ) d 10,2 x 4,2 cm
Spoon + fork ( 4 ) d 8,2 x 10,4 cm
Tumbler ( 4 ) d 8,2 x 10,4 cm


jadi kalau tertarik dan ingin pesan
hubungi
Instagram : @toko_oma_rafa
WA : 0813 1001 1014 / 0812 8937 5879
BBM : 5BD2ADD1


 

Homecook 4 - Piece Cookware (set of 4)

Hai

Sejak pertama saya tawarkan flyer, Produk ini sudah menarik hati calon pembeli. Mata tak pernah lepas dan tangan seperti tidak mau lepas dari gambarnya hehe...
Bahkan dia mau rencanakan buat arisan, untuk dapatkan produk ini.. luar biasa deh.. Apalagi pas lihat aslinya waktu barangnya sampai di rumah... wah jadi make a wishlist...

 

Detail Produk

Kode Produk  :  HC/DDC/CS/2
Ukuran Produk  :  450 x 300 x 170 mm
Berat / pc  :  2840 g
  

Deskripsi

Homecook 4 - Piece Cookware (set of 4) adalah set peralatan memasak yang terdiri dari Wajan dan Panci sekaligus Steamer sehingga panci memiliki dua fungsi untuk merebus dan megukus, dan disertai penutup dari kaca yang transparant sehingga mudah melihat masakan. Terbuat dari Stainless Steel yang Anti karat. Kelebihan menggunakan stainless steel adalah memasak akan cepat lebih cepat matang. Dilengkapi Heat Resistant Handle sehingga pegangan / handle tidak panas saat dipegang.
Memiliki diameter Wajan : 28 cm dengan daya tampung 3.6 ltr dan Panci : 20 cm dengan daya tampung 3 ltr. Tinggi panci 12cm dan tinggi wajan 8cm. Stainless Steel Grade: 430.
Produk Eksklusif Dusdusan.com

Ulasan dari beberapa orang yang telah membeli produk ini

IKA PUSPITASARI

2 Maret 2017 12:37 WIB

Order Pertama

Pertama order langsung 6 Pcs karena teman2 kantor tertarik sm produknya. Sempat khawatir kualitas barangnya ga sesuai dengan ekspektasi mereka. Dan pas barangnya sampai...alhamdulillah semua puas. Barang nya emg qood quality bgt. Ga nyesel deh. Nih mereka pada mau order lagi... :)

Iva Christin Sylvia

16 Februari 2017 14:55 WIB

panci dan wajan ini mantap

mantap, tebel, bahan bagus, ga kecewa.....

Siti nurdiyanah

6 Januari 2017 09:10 WIB

Order pertama

Pertama dpt orderan homecock.. Pas liat suka bgt.. Alhmdulillah customer suka.. Semoga ad repeat order lg.. Top buat homecock nya..



Jadi kalau pesan bisa hubungi
Instagram : @toko_oma_rafa
Hp : 0813 1001 1014 / 0812 8937 5879
BBM : 5BD2ADD1

Kamis, 05 Mei 2016

Hasil Test..

Saya tidak tahu apakah harus bersyukur atau bersedih. Pasalnya ketika hasil test darah keluar, jumlah kolesterol dalam tubuh saya itu hampir 300.

Selama ini saya menahan sakit. Tetapi saya abaikan. Sampai saya tidak dapat tahan lagi. Badan terasa lemas, pusing bahkan seperti berat kepala ini mau direbahkan ke bantal. Lainnya, saya gampang sekali lelah. Mungkin dipikir hanya gejala seperti kurang darah apalagi tekanan darah terus turun.

Akhirnya saya tidak mau direpotkan dengan sakit yang tidak jelas ini saya mencoba untuk ke dokter. Awalnya hanya diberi obat, tapi saya setelah konsultasi saya beranikan diri untuk cek up darah. Saya hanya ingin tahu sakit apa saya ini, dan mungkin bisa saya atasi dan obati secepatnya.

Kebetulan sangat membantu, di gereja mengadakan cek up darah dengan harga murah. Saya minta cek up komplit, sampai ke rekam jantung. Hasilnya satu minggu kemudian. Ternyata benar, gangguan selama ini yang saya rasakan dari kolesterol yang tinggi. Kemudian laju edap darah saya yang tinggi, dan lainnya. Duh, saya selama ini tidak menjaga tubuh saya tetapi merusaknya.

Setelah itu saya konsultasi ke dokter lagi. Diaturlah pola makan saya. Rebus, banyakin minum air putih, olahraga, kalau tidur kakinya naikin ke atas, karena kaki saya gampang bengkak. Tapi hasil test gula saya normal. Sudah itu saya diberi obat. Minum obat selama sebulan. Setelah itu cek darah lagi.

Waktu hampir sebulan, obat tinggal berapa lagi. Duh, saya pasrah. Saya berusaha mengikuti aturan , karena saya mau sembuh. Ya, saya mau sembuh. Seperti saya mohon sebelum menerima hosti, "Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang kepada saya. Tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh!".

Jkt, Mei 2016

Salam hidup sehat,
Veronica Setiawati

Jumat, 22 April 2016

Kontes Jodoh

Terdengar riuh tepuk tangan. "Maaf, kalau mau ikutan kontes harus mendaftar." Seorang penjaga menahanku.

"Kontes apa ,Pak?" Sebab meriah sekali kedengarannya.
"Kontes Jodoh. Daftar saja di sana, bawa juga pasanganmu." Aku melihat antrian panjang calon peserta kontes.

Uh, bagaimana mau ikut saat ini aku dan Umbul sedang perang dingin. Ada perasaan iri melihat antrian calon pasangan yang akan ikut audisi. "Bawa saja pasanganmu ke sini. Masih ada waktu sampai akhir minggu ini." ucap Pak Satpam lagi sebelum aku meninggalkan tempat itu.

##
Aku terharu bahwa kami bisa melewati tantangan disetiap audisi. Menurut salah satu pendamping acara ini, saat duabelas besar nanti akan diliput salah satu televisi. Mendadak aku gelisah. Aku memikirkan Umbul, kekasihku.

Aku dan Koko semakin akrab. Ia teman sekolah ku. Kami bertemu lagi. Dan aku mengajak dia ikut . Entah karena hadiah perjalanan wisata dan uang yang menggiurkan kami menjadi manusia yang saling melengkapi. Seperti istilah simbiosis mutualisme , demikian hubungan kami ini. Kami tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi bila kontes ini akan ditonton lebih banyak orang.

Dan benar saja, kami berdua masuk dalam duabelas besar pasangan favorit. Aku dan Koko sangat antusias. Kemenangan ini membuat aku menjadi hilang ingatan akan hubungan ku dengan Umbul. Konsentrasiku kepada tujuan menjadi pemenang dari kontes jodoh ini.
##

Berita mengenai hubungan ku dan Umbul tercium media. Pihak penyelenggara mengatakan ini demi menaikan rating acara mereka. Umbul tiba-tiba muncul dengan pernyataannya bahwa ia adalah kekasihku. Aku kesal karena ia mencari kesempatan padahal posisi ku saat ini sudah masuk dalam lima besar.

Umbul dan Koko pernah terlibat adu mulut saat aku dan Koko sedang menikmati makan malam. Kami sengaja mempererat hubungan kami supaya tidak canggung bila berhadapan dengan publik atau di depan juri.

Akhirnya aku mencoba bicara dengan penyelenggara acara ini. Aku rasanya hendak mengundurkan diri. Namun tanpa aku sadari masalah aku dan Umbul inilah yang menurut mereka menjadi daya tarik emosi penonton acara ini. Mereka mendukung aku dengan Koko daripada bersama Umbul.

Ajaib bagiku Umbul dapat aku ajak bicara. Di tayangkan di televisi pula. Aku malu sebenarnya harus menyelesaikan masalah ku ini ditonton sejuta pasang mata. Kami berdua akhirnya mengikhlaskan perpisahan kami.
##

Lucu rasanya kalau aku jatuh cinta dengan Koko. Aku tidak sadar kapan aku telah menyukainya. Mungkin perjalanan kontes ini membuat aku tergerak hati  menyukai dia.

Pada saat semi final berlangsung dan pengumuman pemenang akan dibacakan, dari arah penonton ada seorang wanita maju ke arah panggung. Ia sedang mengandung. Dan ia ternyata istri Koko. Aku tidak sadarkan diri lagi.
##

Umbul mengelus keningku sambil berbicara denga beberapa orang yang tidak ku kenal. Ia dengan sigap membantu aku duduk.

Aku mulai sadar, ternyata aku pingsan saat mengantri formulir pendaftatan kontes jodoh. Pak Satpam yang menolong dan memberitahukan info itu juga ada di dekat Umbul.

"Apa kamu sudag lebih baik?" tanya Umbul cemas. Aku diam memandangi dia. Di tangan Umbul ada berkas formulir. "Nih, aku sudah mengisi lengkap. Kita bisa ikut, kalau kamu tidak keberatan."

Aku mau menangis senang. "Aah Umbul, kamu baik sekali." Rupanya Umbul mencari aku sejak kami ribut di toko baju itu. Dan kini ia akan ikut kontes jodoh ini. Semoga kami menjadi pemenang. Aku bahagia sekali. Umbul terima kasih.

Cerpen
By Veronica Setiawati

Minggu, 10 April 2016

Bens Perfecto, Diantara Obsesi dan Cinta

Kata El, penulis yang telah dianggap Ben menghancurkan impiannya. "Lu ( kamu ), hanya bikin kopi dengan obsesi, sedangkan Pak Seno dengan cinta."
 
Ben, dibalik sikapnya yang santai dan cuek terhadap masalah yang dihadapi Jody. Ia mempunyai kemarahan yang berlarut-larut, membuat saya bertanya, kenapa? Tapi ternyata dia membuka dirinya sebenarnya.
 
Kata-kata Pak Seno sama persis dengan apa yang dikatakan ayah Ben waktu kecil mengena ke dirinya. Airmata itu telah mengatakan lebih banyak kesedihan hidupnya. Bagi saya, beruntung sekali Ben dapat bertemu orangtua itu. Setidaknya, peristiwa yang mungkin sudah ia kubur bertahun-tahun itu seperti bangkit kembali di kebun kopi milik Pak Seno.
Saya juga senang perkataan Pak Seno bahwa tanaman perlu disayangi. Kelihatan dari caranya merawat kebun kopi itu, memperlakukannya seperti manusia diperhatikan gizinya. Diajak bicara juga.
 
Kisah pilu Ben kecil mungkin itulah yang membuatnya begitu terobesi dengan kopi. Sang ayah petani kopi di desa. Dialah menurut saya sumber obsesi Ben menjadi barista. Ayahnya mengajarinya bagaimana meracik kopi. Biji kopi itu disangrai lalu ditumbuk. Diajarinya dia meracik kopi. Ben jatuh cinta dengan kopi. Justru ayahnya juga yang menghancurkan impian Ben ini. Kematian ibunya membuat Ben kecil patah hati.
 
Cara ayahnya yang melarang dengan kasar dan tamparan itu melukai perasaannya. Luka batin yang dibawa sampai ia dewasa, kembali dibuka di kebun kopi Pak Seno. Menyakiti hati Ben yang kini sudah menjadi seorang barista terkenal. Sebuah luka yang harus disembuhkan oleh ia yang telah melukainya. Dan karena itu, ia berani menemui ayahnya.

 

##
Kopi hadir diantara mereka. Diseduh dan diminum bersama. Kopi menyatukan kembali dua manusia yang terpisah dinding kemarahan. Menyatukan jarak antara ayah dan anak. Ayahnya memberitahukan alasan mengapa ia harus berhenti. Ia ingin melindungi anaknya. Ben merasa bersalah telah menganggap ayahnya sebagai pembunuh ibunya.
 
Ada kalanya orangtua itu salah cara, sehingga melukai hati anak. Seperti apa yang dikatakan Pak Seno,  seandainya Tiwus masih hidup. "Kami ini orangtua yang tidak sempurna, kami mau minta maaf kepada Tiwus."  Menurut saya, perkataan ini yang akhirnya meruntuhkan dinding hati Ben yang keras penuh marah kepada ayahnya.
 
Filosopi Kopi, membuat saya melihat realita keluarga yang tidak sempurna bukan seperti dalam dongeng. Walaupun tidak sempurna, keluarga itu adalah rumah dimana kita tahu bahwa disitu adalah tempat kita pulang dan merasa diterima.
 
Seperti Jody yang datang mencari Ben. Karena Ben bagi dia adalah keluarganya. Mereka tumbuh sama-sama sejak kecil. Mereka saling membutuhkan satu dengan lainnya.

" Lu ama gue ibarat hati dan kepala." kata Jody. Dengan kopi mereka berbaikan kembali, berbicara dari hati ke hati. Aahh kopi memang dapat melumerkan suasana.
Diakhir coretan ini saya agak kecewa kenapa El tidak diberikan secangkir kopi saja oleh Ben? Sehingga mereka bisa saling bicara.
 
Lainnya saya agak terganggu dengan penampakan orang yang di seberang kedai, sedang memandang ke arah kedai seakan sedang ada pertunjukan disana.Padahal kedai itu tidak ramai, saat adegan itu ada Joko Anwar dan Rio Dewanto disitu. Kemudian Chicco Jericho datang. Ya emang sih nyatanya, ia sedang melihat pembuatan film tersebut.
 
Kalau tidak salah Jody akrab banget ya dengan El selama perjalanan ke Ijen, tempat Pak Seno dan banyak cerita tentang keluarga mereka masing-masing. Gimana yah kelanjutannya? Sedangkan yang difokuskan di Film ini hanya Ben. Soalnya ending ceritanya gantung banget. Kesannya cerita is sudah selesai karena telah menang taruhan satu milyar. Agak ngga nyambung aja.
 
Film ini temanya adalah kopi. Diadaptasi dari buku kumpulan cerita dan prosa satu dekade, tulisan Dee Lestari yang berjudul Filosopi Kopi. Cerita yang diangkat ke layar lebar ini mengalami penyesuaian tokoh dan tahun dari cerita versi bukunya.
 
Kalau ada sekuelnya semoga ceritanya padat, bermakna dan nancep dihati. Hehe.. Tapi itu terserah sih..
 
@g1g1kel1nc1
Coretan by Veronica Setiawati
30 Maret 2016

Rabu, 30 Maret 2016

Kisah Ayah Dan Anak Dalam Film Naga Bonar Jadi 2

"Bujang.. Bujang. Sudah ku bilang kau jangan bertempur malah bertempur...." adalah ciri khas dari kata-kata Naga Bonar dengan logat Medannya. Dari era lawas, kembali tokoh Jendral Naga Bonar hadir di era modern.
 
Kemampuan aktor kawakan Dedy Mizwar memang tidak diragukan lagi. Beradu acting dengan Aktor  Tora Sudiro, sebagai ayah dan anak, membuat film Naga Bonar Jadi 2 , menjadi komedi yang hidup. Bukan hanya tertawa terpingkal tetapi membantu  saya berfikir kembali, apa yang telah saya berikan untuk tanah air.
 
Sekuel dari film lawas Naga Bonar mengajak saya melihat realita kota Jakarta. Kehidupan kaum borjuis dengan kehidupan rakyat jelata. Dan Naga Bonar yang tidak lagi muda dan seorang Jendral jaman perang kemerdekaan ini menjadi jembatan di dua sisi kehidupan ibu kota Negara Indonesia tersebut.  Secara tidak langsung film ini mengajak saya sebagai penonton untuk menilai sendiri masing-masing keduanya yang digambarkan bagai langit dan bumi.
 
Aktor Lukman Sardi  yang berperan sebagai Umar, seorang supir bajaj, sangat prihatin dengan Naga Bonar. Saya juga demikian, ketika melihat seorang veteran, masa harus seperti gelandangan. Apalagi ketika ia hormat di depan patung Jendral Sudirman. Menangis dan berusaha untuk naik. Tatapan aneh banyak orang seperti melihat orang gila yang sedang membuat keonaran. Mengapa bukan Bonaga yang menyisihkan waktunya melainkan supir bajaj yang lebih menghormatinya sebagai orangtua?
 
Yah, inilah realita hidup modern yang mulai menipis untuk mengasihi dan perduli kepada orangtua. Hanya hati dari orang-orang seperti Umar itu yang mampu mendengar keluhan dari mulut yang tak terucap. Menerima setulus hati kehadiran orangtua itu. Yah, itulah gambaran nyata dari Naga Bonar yang sangat menusuk hati saya.
 
Naga Bonar juga menyentil banget rasa nasionalis kepada kaum muda. Muda , kaya , mapan tetapi kurang memiliki rasa  cinta terhadap tanah airnya sendiri. Tidak menghargai peran orangtuanya, para pahlawan ketika mereka menperjuangkan kehidupan  serta arti kemerdekaan. Disaat sudah enak, negeri sendiri malah dijual kepada orang asing. Hal ini yang membuat Naga Bonar kesal kepada anaknya dan kawan-kawannya itu dan mengancam ingin pulang.
 
Film Naga Bonar Jadi 2 mengaduk-aduk emosi. Dialog yang dalam, curahan hati ayah bikin saya mewek. Tik tik tik air mata meleleh.
"Seandainya bukan Mamak kau yang mati, melainkan aku. Tentu kau akan diajarkan oleh kelembutan. Kau akan dengan mudah mengatakan I Love You. Aku minta maaf kau dibesarkan oleh laki-laki yang kasar dan egois, mantan copet pula." Huaaa.. saya meneteskan airmata seperti Bonaga. Lagi deh, cinta orangtua kepada anak sepanjang hidup tapi cinta anak ke orangtua setiap kalau ingat, hehehe..
 
Kisah asmara tentu menjadi bumbu yang sedap dalam sebuah film. Hmm... daya tarik istimewa untuk membuat saya lebih betah untuk nonton sampai habis. Monita, wanita modern ibu kota yang cerdas, cantik dan mandiri. Ia jatuh cinta kepada Bonaga, anak lelaki Naga Bonar. Aiih, kisah cinta jaman sekarang pada umumnya yang sering jalan berdua tapi kalau ditanya, "biarkan hubungan ini berjalan seperti air mengalir." Ckckck senengnya hidup dengan perasaan digantung tanpa kepastian.
 
Saya setuju dengan adegan dimana Naga Bonar menanyakan hubungan Bonita dengan anaknya itu. Walaupun dianggap ikut campur tetapi kalau ngga gitu, kasihan mereka bisa nyanyi nanti : "mau dibawa ke mana hubungan kita". Secara, hanya Nagabonar yang berani suruh-suruh anaknya. Mana berani teman-temannya itu mendesak dia? Walaupun akhirnya yang mendapat ciuman pertama dari Monita adalah ayah Bonaga.
 
Haha.. rasanya bukan hanya Monita yang diperankan oleh Wulan Guritno , saya pun akan mencium pipi ayah yang unik ini. Saya gemas pada saat melihat Nagabonar bermain bola bersama anak-anak. Film ini diproduksi saat kondisi sepakbola sedang lesu darah. Seperti menyindir penonton, kapan era kebangkitan olahraga ini menggema kembali? Macan Asia yang dulu pernah disandang team Indonesia, akahkah terulang lagi?
Biar bagaimana juga fim ini banyak menyampaikan pesannya.
 
Sebuah sumber menuliskan : Nagabonar Jadi 2. Film ini meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007 dan "Movie of the Year" dari Guardians e-Awards--Wikipedia
Tanggal rilis: 29 Maret 2007 (Indonesia). Walaupun berulang kali ditayangkan, tak bosan aku ini menontonnya. :)
 
coretan by Veronica Setiawati
selamat hari #filmindonesia
@g1g1kel1nc1
29 Maret 2016

Selasa, 29 Maret 2016

( CerBer-2 ) Misteri Penjaga Pintu Komplek.

Cerita sebelumnya: Cerber 1

Komplek perumahanku dan disekitarnya rumah minimalis , tapi aku suka dengan suasana yang tidak terlalu bising. Aku memang belum terlalu akrab dengan tetanggaku. Sekali itu saja rumahku menjadi tempat ibu-ibu komplek untuk arisan. Hal itu karena sebagai warga baru , aku ingin memperkenalkan diri.

Pagi ini aku ingin sekali mengelilingi komplek. Biasanya hanya tidur dan mengurung diri di rumah setiap liburan. Aku mau melihat seperti apa lingkungan tempat tinggalku ini. Aku menyapa para ibu yang aku kenal waktu arisan. Aku teruskan kakiku berlari kecil sambil memasang lagu dari headset smartphoneku. Dan sampailah aku di pintu gerbang belakang.

Aku sungguh terperanjat tidak percaya apa yang aku lihat. Perlahan aku menghampiri pintu gerbang yang ternyata banyak ditumbuhi tumbuhan merambat. Portal gerbang yang sebagai penutup jalan menuju komplek pun sudah tinggal tuasnya saja. Dan pos penjaga tempat bapak itu biasa berdiri, tak lebih hanya sekumpulan tumbuhan merambat dan sarang tikus.
**

Perlahan aku membuka mata. “Hai, kamu sudah bangun?” tanya Boby , kekasihku yang sudah duduk di tempat tidurku. “Kamu tidur kok lama sekali , jam berapa nih? Katanya kita mau lihat pameran prawedding di JCC. Ayo bangun!” Boby menarik selimutku.

Boby memang bukan pria romantis tetapi dia sangat perhatian padaku. Ketika aku akan melangkah ke kamar mandi, sebuah pelukan dan spontan ia mencium bibirku. Dengan sigap aku segera mengalihkan badannya, “Iih, aku belum mandi tau.” Jawabku sambil melepas pelukannya. Boby hanya tertawa gemas.”Cepat ya, aku tunggu di ruang tamu.”

Selesai mandi , ku lihat jam di kamar. Hampir pukul 11 siang. Dan ku cek handphone ada 7 kali miscal dari Boby. Waktu berdandan, aku agak sedikit memikirkan ada yang aneh padaku. Bukankah aku olahraga pagi mengelilingi komplek? Kenapa menjadi bangun kesiangan seperti ini?

“Sayang…. Sudah belum dandannya? Aduh kamu tuh ada apa sih? Masih ngantuk?” Panggilan Boby membuyarkan lamunanku. Ia sudah dipintu kamar. “Kamu sudah cantik kok, sudah siap?” senyum Boby penuh arti yang dalam dari seorang pria. Aku senang dekat dengannya. Dia segalanya bagiku. Ketika ia melamarku, aku tidak dapat menolak. Aku mencintainya.

Kami meninggalkan rumah. “Sayang, kita lewat pintu belakang komplek saja. Lebih dekat ke jalan.”pintaku yang sekaligus ingin menjawab rasa ingin tahu. Boby memutar setir mobil mengikuti keinginanku. Dan ketika beberapa meter mendekati pintu itu, aku terkejut akan kerumunan orang disana. Aku sedikit kesal karena takut terlambat sebab pameran yang akan aku datangi ini sudah hari terakhir. 

Aku dan Boby mencoba mencari tahu apa yang terjadi. “Itu ada yang pingsan.” Aku kesal dengan orang-orang yang hanya bisa menonton tapi bukan membantu. “Kenapa hanya didiamkan saja?” tanyaku kesal kepada mereka.

Aku terkejut melihat pakaian, sepatu dan wajah perempuan yang tergeletak. “Hah?! Ini kan, aku sendiri??” Aku melayang, memandang sekitarku gelap, aku dan tubuhku disini.
**

(Bersambung..)

Coretan by Veronica Setiawati
@g1g1kel1nc1

Sabtu, 26 Maret 2016

Jangan Bersedih, Dia Bangkit!

Jumat Agung telah berlalu, tetapi perayaan itu selalu menggema sepanjang masa. Cerita yang sama, kisah sengsara Yesus Kristus yang selalu diulang setiap tahun. Kisah yang akan membuat kita meneteskan airmata dan kepedihan.
 
Di akhir kisah sengsara ini ada kebangkitan yang menghidupkan. Jangan terpaku dan berhenti sampai di kematian. Seakan - akan sudah tiada kisah yang dapat diceritakan. Seakan dunia harus berhenti dan terkubur.
 
Ia yang mati dan dikubur itu, kini menghasilkan tunas baru. Roh Kehidupan dihembuskan dan dimulailah babak baru. Mereka yang selalu hidup dalam ketakutan, keragu-raguan, dan hilang harapan perlahan dikuatkan dan kembali diteguhkan.
 
Mereka memperoleh keberanian kembali untuk melanjutkan hidup dan kisah kehidupan. Mereka tidak menghindari sengsara yang akan mereka hadapi. Tetapi dengan berani mereka menceritakan kisah sengsara itu sebagai bagian dari hidup mereka.
 
Mereka yang dahulu ragu-ragu kini diyakinkan, yang dulu sembunyi kini berani berbicara dengan lantang. Mereka yang dahulu bersedih dan berduka justru di saat kebangkitan mereka lah yang mendapatkan sukacita yang tak bisa dirampas oleh siapapun.
 
Kebangkitan yang menghidupkan yang akan selalu membawa wajah dunia ini ke dalam kerahimanNya. Mereka adalah saksi dimana Sang Aku yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, tidak tidur dalam kuburnya melainkan hadir menguatkan iman mereka.
 
Jangan berhenti karena sedih dan hilang harapan hanya di kisah sengsara. Kisahnya bukan hanya sampai pada saat Jumat Agung tetapi  ada di Paskah dan sampai hari ini.
 
Selamat Paskah.

Coretan by Veronica Setiawati
@g1g1kel1nc1
25 Maret 2016

Rabu, 23 Maret 2016

Hasil Melamun :)

Sebenarnya banyak hal yang dapat dijadikan bahan tulisan. Misalnya sedang melamun di jalan eh, dikagetkan dengan peristiwa kecelakaan.

Kamu melihat kejadian yang hanya sekelebat saja. Dan ada korban yang jatuh di aspal. Pelakunya adalah dua orang anak muda yang naik motor. Korbannya sepasang suami istri.

Karena tersenggol oleh motor anak muda itu, sang suami jadi oleng mengendarai motornya. Banting setir dan selip ban lalu jatuhlah sang istri. Seketika jalanan di depan kamu menjadi ramai.

Kendaraan yang melintas berjalan pelan melihat adegan adu mulut antara suami dan pengendara motor itu. Ada juga pengendara motor yang tengah melintas, berhenti untuk menolong istrinya.

Jalanan yang tadinya lengang di depan kamu berubah menjadi padat dan ramai akan bunyi klakson. Beberapa orang juga ikutan nimbrung untuk melerai mereka yang hampir saling baku hantam.

Seketika itu juga matamu terkesima. Tiada berkedip kamu memandangi tontonan gratis layaknya adegan film action.

Tak berapa lama, datang orang yang berseragam. Bukan Polisi melainkan Satpam setempat. Mereka melerai adegan action itu. Si suami yang masih jengkel belum bisa terima anak muda itu pergi tanpa ada tanggung jawabnya.

Si istri yang sedari tadi menyaksikan suaminya dan anak muda itu saling adu mulut, hanya dapat meringis kesakitan. Syukurlah, si istri tidak ada luka yang serius.

Beberapa menit kemudian, kerumunan orang dan kemacetan mulai terurai. Semua kembali normal seperti biasa. Kemudian kamu meneruskan perjalanan lagi naik angkutan umum ke tempat tujuanmu.

Tuh kan? Cerita begitu saja sudah jadi tulisan. Padahal itu di dapat ketika sedang melamun.

Jangan putus asa untuk menulis. Nanti kamu jadi orang yang pandai bercerita. (*.*)

salam,
Veronica
@g1g1kel1nc1

24 Maret 2016

Selasa, 22 Maret 2016

Arbey - 2

Arbey menghentikan usaha bunuh dirinya. Ia menatap pria yang berdiri di depannya.

"Biarkan aku mati!" tangis Arbey karena pria itu datang dan melepaskan pecahan kaca itu dari tangannya.

"Apa kamu tega membiarkan ibumu ini menangis dalam kuburnya melihat perbuatan bodohmu?" Arbey terdiam dan hanya mengusap tanah pusara dengan tangannya.

Pria itu adalah tetangga Arbey. Ia datang bersama ibunya. Dengan terbata-bata Arbey menceritakan apa yang terjadi padanya.

Sejak pertemuan itu pria yang bernama Hardy itu mulai dekat dengan Arbey. Hari demi hari mereka menjalani hubungan mereka secara sembunyi. Mereka takut, terutama Arbey dengan statusnya dan terlebih kepada ayahnya.

Sampai suatu hari niat Hardy untuk melamar Arbey tak sanggup lagi ia sembuyikan. Ia menemui ibunya dan memohon bantuannya untuk meminang Arbey menjadi istrinya.

"Kamu yakin dengan keputusanmu itu?" tanya ibunya. "Kamu sudah pertimbangkan dengan matang ,Nak?" Hardy menyatakan siap. Ibunya tidak bisa bertanya apapun kepada anak lelakinya itu.

**
Istri ayah Arbey masuk ke kamar dan  dengan paksa ia membangunkan Arbey yang sedang tertidur. "Maaf, Bu. Badanku lemas hari ini."

Istri ayah Arbey pun tidak menunjukkan rasa belas kasih kepadanya. Ia terus memaksa Arbey untuk bangun dan segera melakukan tugasnya di rumah. Ancaman akan diadukan kepada sang ayah membuat Arbey terbangun, walaupun hari itu ia sangat mual.

Arbey tidak ingin ada keributan karena dirinya, diantara ayahnya dan istri barunya itu. Setiap hari sejak dipulangkan oleh mantan suami, Arbey membantu usaha warung milik ayahnya itu. Karena modal dari mantan suaminya yang cukong itu, kini ayahnya membuka sebuah warung kecil.

Pengunjung warung kecil itu semakin hari semakin banyak sejak Arbey tinggal di rumah. Terlebih sejak Arbey kembali ke rumah itu. Para lelaki terutama, sangat ingin dilayani oleh dia.

Sejak kembali ke rumah juga Arbey mengetahui perselingkuhan ibu tirinya. Selama ini tanpa diketahui oleh ayahnya , istrinya itu memiliki hubungan dengan pria dari luar desa. Orang tersebut biasa membawa barang-barang untuk kebutuhan warungnya. Dengan mobil bak terbuka, ia selalu mengantarkan pesanan seminggu dua kali.

Tanpa sengaja, suatu hari Arbey  memergoki mereka di dapur sedang bercanda mesra layaknya anak remaja yang dimabuk cinta. Arbey menyimpan rahasia itu dan berusaha mencari waktu yang tepat untuk memberitahukan ayahnya.

Namun naas hari itu, Arbey benar-benar tidak bisa sembunyikan lagi perbuatan mesum mereka. Arbey menyiram mereka berdua dengan air bekas ngepel lantai. "Keterlauan kalian berdua!" teriak Arbey dan membanting ember dekat tempat tidur.

Laki-laki itu yang baru telanjang dada itu panik dan segera berlari dan membekap Arbey. "Kurang ajar kamu, ya. Berani kamu melawan saya?"  Suaranya berburu dengan napasnya ditelinga Arbey.

Istri ayah Arbey segera menutupi tubuhnya dengan pakaiannya. "Apa yang harus kita lakukan?" Arbey terus meronta berteriak mi ta tolong. Ia berusaha supaya dapat lepas dari cengkaraman tangan mereka.

"Diaaam!" teriakan keras ibu tiri seakan ingin menelan Arbey. Matanya menatap tajam ke mata Arbey. Mulut Arbey dibekap oleh tangan si pria itu dan ibu tirinya berusaha sekuat tenaga untuk mengikat kaki dan tangannya. Arbey semakin kuat memberontak.

Mereka semakin panik takala terdengar suara tamu yang datang ke warung mereka. Ibu tirinya menemui tamu tersebut. Ia bersikap tenang melayani apa yang mereka beli tanpa menimbulkan curiga apa yang sedang terjadi di dalam rumahnya.

Arbey berusaha untuk untuk melepaskan diri namun tenaga lelaki itu lebih kuat menyeretnya ke dapur. Bunyi gaduh di dapur sempat menimbulkan pertanyaan tamu pembeli warung.

"Mungkin ada kucing berkelahi. Mau belanja apa, Bu?" Ibu tiri Arbey berusaha untuk mengalihkan dengan terus mengajak ngobrol di jalan depan rumah. Selesai melayani tamu itu, ia tak mendengar lagi suara. Segera ia berlari ke belakang. 

Arbey tergelak di lantai dan darah segar keluar dari kepalanya. Dan ada bercak darah juga mengalir ke kaki putihnya. Lelaki itu hanya bersimpuh di sisi tubuh Arbey yang tak bergerak. Meja kursi bergeser dari tempatnya, pecahan botol dan piring gelas di atas meja jatuh berantakan.

Pipi pria itu berdarah terbeset benda tajam. "Dia terpeleset dan membentur tembok. Dia sempat memukul kepalaku dengan botol ini." Ia menjelaskan dengan nafas tersengal.

"Apa dia mati?" tanya ibu tiri Arbey panik lalu mengecek jarinya di bawah lubang hidung gadis muda itu. "Kang, cepat kita singkirkan dia. Jangan sampai Ayahnya datang. Bisa dihabisi nyawa kita."

Mereka mulai membagi tugas. Dibereskan segala yang berantakan di dapur. Warung juga di tutup. Dibungkusnya tubuh Arbey dengan kain. Setelah itu , ia membereskan air yang berceceran di kamar tidur depan.

Pria itu mengambil kendaraannya yang biasa dipakai untuk anteran barang. Kini mobil itu di parkir dekat dapur. Biasa dilakukan bila ada yang retur barang. Sebentar beberapa orang lewat dan mereka saling bertegur sapa.

Setelah dilihat kondisi aman, tubuh Arbey dibawa dan di letakkan di bak belakang , ditutupi kain dan barang. Mereka mencari tempat yang sepi untuj membuang tubuh itu.

**
Hardy telah siap malam ini untuk datang menemui calon istrinya. Ia telah mempersiapkan batinnya bertemu dengan calon mertua. Ibunya pun turut mendampingi niat baik anaknya tersebut.

"Pak, Arbey tidak ada!"teriak panik Istrinya itu. " Memangnya kamu tidak tahu ke mana dia pergi?" Ia sedang memulai cerita kebohongannya. Arbey pergi karena dirinya tidak bisa menerima kehadiran ibu baru, pengganti ibu kandungnya. Kata makian keluar deras dari bibir ayah Arbey mengetahui alasan anak perempuannya itu pergi dari rumah.

Mimpi indah jejaka itu akhirnya kandas. Ibunya memandang iba kepada anak lelakinya itu. Ketika di dengarkan calon istrinya pergi. Ada rasa tidak percaya yang dirasa janggal dari ucapan suami istri calon mertuanya.

"Di mana Arbey? Tidak mungkin dia seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi?" batin Hardy sepanjang perjalanan menuju rumah.

** Kira-kira apa yang terjadi ya selanjutnya?? Semoga saya bisa ketemu ide lagi untuk melanjutkan cerita ini hehe..

Coretan by : Veronica Setiawati
@g1g1g1kel1nc1

21 Maret 2016

Sabtu, 19 Maret 2016

Arbey

Arbey adalah seorang gadis yang hidup di sebuah desa yang sangat miskin. Arbey selalu membantu ibunya untuk mencari rejeki demi makanan sehari-hari. Ia bersama ibunya yang selalu berusaha sedangkan Ayahnya hanya sibuk dengan kumpulan di desanya.
 
Tiap kali ayah Arbey pulang kumpul-kumpul, bila tidak didapatinya makanan di atas meja, ia mengamuk. Ia memaki ibu Arbey dan memecahkan segala yang ada disekitarnya.
 
"Istri macam apa kamu! Tidak bisa melayani suami." Setelah puas memaki, ia pergi keluar dan sore menjelang malam baru kembali. Atau bisa juga dua hari baru kembali.
 
Ibu Arbey sepertinya sudah terbiasa menerima perlakuan kasar suaminya. Ia selalu menanggap dirinya yang salah atau ceroboh sehingga suaminya bersikap seperti itu. Arbey iba kepada ibunya dan menyimpan kemarahan besar kepada ayahnya. Suatu hari, ibu Arbey sakit parah. Dan karena ibunya butuh berobat, Arbey mencari ayahnya.
 
Arbey berhasil menemukan ayahnya di sebuah kedai minuman. Ia sedang ditemani seorang perempuan lain.  "Ayah, pulang. Ibu sakit parah."
 
"Hei Mahmud, anakmu datang!" teriak seorang pria dalam kedai itu. Pria yang adalah ayah Arbey itu menoleh.
 
"Kenapa? Ibumu sakit? Biar dia mati sekalian. Aku sudah ada pengganti ibumu disini."
 
Arbey dengan sedih meninggalkan ayahnya yang tidak perduli dengan ajakannya. Samar Arbey mendengarkan mereka tertawa yang membuat Arbey semakin benci kepada ayahnya.
 
"Hai Mahmud, anakmu cantik. Jadikan aku suaminya."
"Sembarangan! Bukan dengan situ calon mantu.. Anak orang kaya yang pastinya. hahaha." Mereka semua tertawa tanpa memperdulikan perasaan seorang anak gadis yang merasa direndahkan.
 
Arbey hampir tak dapat bernafas ketika dilihatnya bendera kuning di depan rumahnya. Para tetangga telah berdatangan di rumah yang sangat sederhana itu.
 
"Ibuu!" teriak Arbey di depan jenasahnya. Ibu-ibu yang sedang membacakan ayat-ayat suci ikut meneteskan airmata melihat kepedihan hati anak gadis itu.
 
"Ibu jangan tinggalin Arbey. Arbey takut sendirian." isak Arbey. Seorang ibu yang terharu melihat kesedihan Arbey memeluknya dengan hangat.
**
Arbey mengunjungi makam yang dua tahun ini tidak ia kunjungi. "Maafin Arbey, Bu. Arbey sangat lama pergi."
 
Arbey mencabuti rumput yang memenuhi makam orang yang sangat disayangi itu. Arbey meletakkan kepalanya diatas nisan. "Ibu, Arbey kangen ibu".
 
Rupanya sejak ditinggalkan ibunya, Arbey mencoba melarikan diri dari ayahnya. Ia meminta secara paksa supaya Arbey menikah dengan cukong kaya.
 
" Ayah aku tidak mau. Aku masih ingin sekolah." rengek Arbey memohon belaskasihan.
Ayahnya tetap pada pendiriannya dan tidak perduli permohonan anaknya itu. Arbey akan dijadikan sebagai istri keempat cukong kaya itu.
 
Hari yang ditentukan tiba. Arbey tak bisa melawan kehendak ayahnya yang sudah menerima bayaran pernikahan tersebut. "Aku percayakan anak gadisku padamu Boss." Ia tertawa senang karena men dapatkan jumlah yang banyak.
 
"Pokoknya saya maunya beres. Tolong kamu atur pernikahan ini seminggu lagi."
Jadilah hari pernikahan itu , Arbey duduk di pelaminan pada pernikahan yang tidak dia impikan. Arbey ingin berlari tetapi ayahnya terlalu kuat menahannya. Arbey seperti sapi perahan ayahnya untuk mendapatkan uang dengan cepat.
 
Arbey memang menjadi istri yang paling dimanjakan oleh cukong kaya itu. Hal ini yang membuat para istri lainnya cemburu padanya. Ada saja perlakuan yang ditujukan mereka kepada Arbey. Kekerasan verbal terutama sering mereka lontarkan. Sampai pada suatu hari mereka membuat kesepakatan untuk menyingkirkan Arbey.
 
Mereka membuat skenario layaknya membuat film, bahwa Arbey pergi dari rumah tanpa pesan. Ia menceritakan pada suami mereka kalau Arbey sudah memiliki laki-laki lain.
Ternyata berhasil , sang cukong itu percaya dan mencari Arbey serta pasangan selingkuhnya itu. Mereka diadili oleh anak buah di depan cukong itu.
 
"Saya tidak kenal laki-laki itu,Pak. Saya difitnah."kata Arbey menjawab tuduhan yang tidak sebenarnya. Tetapi tekanan dari para istri cukong itu semakin menyudutkan Arbey hingga suaminya memutuskan menceraikannya.
 
Arbey dikembalikan kepada Ayahnya. Namun, bukan kasih sayang dan pelukan hangat yang ia dapatkan melainkan caci maki dan tamparan yang ia terima. "Dasar bodoh! Seharusnya kamu bersyukur dapat suami yang kaya. Ini malah bertingkah. Mau apa kamu sebenarnya?"
 
Arbey menangis , jiwanya ketakutan bercampur marah. Ia tak bisa melawan hanya mampu memukul lantai kuat-kuat sebagai bentuk protesnya atas hidup yang gila ini.
 
Dan di makam ibunya ini, Arbey berniat untuk menyusul ibunya. Namun, niat itu dicegah oleh seorang pria yang kebetulan juga berada di situ.
 
Siapakah laki-laki itu dan apa yang terjadi pada Arbey selanjutnya? Tunggu dan saksikan lain waktu. 
Arbey..
 
Coretan by : Veronica Setiawati
@g1g1kel1nc1
19 Maret 2016

(CerBer-1) Misteri Penjaga Pintu Komplek.


Aku sebenarnya tidak begitu percaya dengan kisah-kisah hantu dan sebangsanya itu. Aku malah termasuk manusia rasional dan menganggap hal-hal seperti itu adalah hayalan atau sugesti semata. Sejak rumahku menjadi tempat berkumpulnya arisan ibu-ibu komplek, hatiku tidak bisa tenang memikirkan reaksi aneh dari mereka. Apalagi dengan berbagai kejadian yang aku alami.
 

Semua ini berhubungan dengan ceritaku yang setiap malam aku pulang kerja selalu melihat penjaga komplek itu. Tidak ada yang aneh menurutku. Aku selalu menyapanya setiap kali dia membukakan portal  pintu masuk gerbang komplek walaupun ia tidak pernah membalas sapaku.  Wajahnya memang dingin , tubuhnya  kurus dan selalu diselimuti jaket hangatnya serta topi rajutan.  
 

“Mba Ratna, masa sih bisa lewat pintu gerbang yang dibelakang itu?”  seorang ibu menghampiriku ketika aku sedang membuatkan minuman.
“Lewat pintu depan yang dekat supermarket itu saja.”

            Aku hanya tersenyum dan bertanya, ”Memang ada apa , Bu Ida?”
"Rasanya sudah lama pintu itu ditutup. Memang masih ada penjaganya?” tanya Ibu Ida heran.
“ Ada kok. Hampir setiap malam saya bertemu.”
Jawaban santaiku
 “Aah masa sih Mba?” ternyata jawabanku membuatnya terperangah sampai menutup mulutnya, kemudian ia cepat-cepat meninggalkan dapur dan berkumpul dengan ibu-ibu di depan.
 Apa yang sebenarnya terjadi? Dari cara mereka memandangku pasti ada yang tidak beres. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berani bercerita. Mereka tetap pura-pura tidak tahu seakan-akan tidak ada masalah, mereka saling pandang satu sama lain. 

Mereka ragu-ragu untuk menyampaikannya.  Mereka tetap menutupi apa yang sebenarnya terjadi sampai mereka pamit meninggalkan rumahku.
**

Aku adalah penghuni baru di komplek Rahawana ini. Dengan kerja kerasku selama ini akhirnya aku dapat memiliki rumah milikku sendiri. Selama hampir tiga bulan aku tidak datang ke rumah baruku. Urusan keluarga hingga bisnis membuatku kangen ingin melepas lelah di sana.
 
Seperti biasa aku memilih lewat pintu gerbang belakang komplek, tetapi ini kali ditutup. Aku keluar dari mobil dan mencari sosok bapak yang selalu menjaga pintu ini. Jam tanganku masih menunjukkan angka 8 tetapi suasana di sekitar pintu seperti tengah malam, sepi sekali. Aku membalikkan badan menuju mobilku, tiba-tiba aku mendengar pintu berderit seperti dibukakan.
 
Kepalaku seketika menoleh ke arah bunyi pintu dan melihat bapak penjaga pintu komplek sudah berdiri di salah satu pintu gerbang yang masih tertutup dan portal sudah terangkat. Alisku sedikit naik ,sekilas ingatanku kembali ke beberapa menit yang lalu. Lelah tubuhku lebih kuat daripada rasa penasaranku. Segera aku masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan sebagai tanda terima kasih kepada kepadanya.


( bersambung )
coretan by veronica setiawati
@g1g1kel1nc1
 

Pegang Tangaku

Bila dalam perjalanan mendaki kita tidak selalu menemukan jalan yang datar.
Jalan yang datar  kata seorang teman yang mendaki gunung disebut "bonus".
Seperti hidup sehari-hari , bonus pun akan muncul pada waktu tertentu saja.
Bonus itu seperti hadiah yang tidak terduga.

Perjalanan yang menantang adalah pada saat kita mendaki.
Kita harus menanjak , kepala harus mendongak ke atas.
Berjalan bukan hanya memakai kaki, melainkan dengan kedua tangan kita.
Bahkan bila perlu merayap seperti ular.

Seperti dalam kehidupan, ada masanya jalan hidup akan menanjak.
Nafas pun akan terasa berat.
Kita merasa lemah , tidak mampu lagi untuk meneruskan perjalanan.
Kita merasa ingin menyerah dengan peperangan kita.

Ayo peganglah tanganku!
Janganlah biarkan hidup berhenti sampai di sini.
Tidakkah kita ingin melihat akhir dari perjalanan ini?

Kuatlah hatimu bahwa kamu mampu menyelesaikan perjalanan ini
Nyalakanlah api harapanmu , pendakianmu  bukan  sampai di sini.
Yakinkanlah dirimu bahwa kamu pasti bisa melewatinya.
Percayalah semua akan terbayar dengan sukacita
Kamu akan menemukan dirimu
Karena keyakinanmu itulah yang telah menyelamatkanmu.

Coretan by : veronica setiawati
**Posting ulang dari tulisan sebelumnya yang terhapus**

Foto : Credit to aktor terbaik FFI 2014 Chico Jericho
#fotokeren


Jkt , 18 Maret 2016

Jumat, 18 Maret 2016

WAJAH

Tuanku,
Apa yang terjadi?
Wajahmu penuh dengan darah.
Aku tertegun melihat wajahmu
Darah, mahkota duri, palang kayu ?

Tuanku,
Kau dipukuli oleh para prajurit itu
Mengapa mereka tega berbuat seperti itu kepadamu?

Tuanku,
Aku pernah merasakan dipermalukan karena penyakitku
Aku dianggap najis bahkan oleh keluargaku sendiri
Tetapi engkau tidak mempermalukanku.
Justru engkau telah membuatku hidup.
Mengapa kini mereka mempermalukanmu?

Tuanku,
Hati pedih, engkau bukan pemberontak
Engkau datang menyelamatkan nyawaku

Tuanku,
Aku kini dihadapanmu.
Ingatkah engkau padaku?
Aku yakin begitu.
Karena matamu mengatakannya.

Tuanku,
Izinkanlah aku menyeka wajahmu.
Mungkin ini tidak sebanding dengan kerahimanmu padaku.

Tuanku,
Engkau meninggalkan wajahmu
dalam kain ini.
Engkau menghadiahi aku wajahmu.


coretan by ; veronica
Jalan salib perhentian ke - 06 ( Wajah Yesus di usap oleh Veronika )
Foto : credit to Romo Josh Kokoh


Jkt , 18 Maret 2016

veronica setiawati
@g1g1kel1nc1


 

Selasa, 15 Maret 2016

Aku dan Keponakanku : Luka

Ketika tiba di rumah. Kondisi mata sudah mulai mengantuk.

"Juicenya mana?" tanya mamaku. Ku tepok jidatku yang sedikit berkeringat. "Ampun deh, lupa!"
Aku segera berlari sebelum nyanyian mamaku bertambah panjang. "Ya, udah aku yang pergi beli."

Tunggu, keponakanku , Rafael mau ikut membeli. "Tapi jalan kaki ya.Janji ngga minta gendong ya."kataku. Kami berjalan bersama menyusuri jalanan yang sudah diaspal. Malam sudah hampir larut dan jalanan sudah sepi. Ada beberapa ibu yang sedang duduk mengobrol.

"Permisi bu." sapaku kepada mereka. Sejenak mereka berhenti dari obrolan seru dan tersenyum kepada ku. "Mau kemana ini malam-malam?"tanya salah seorang ibu.

"Mau beli juice di belakang."jawabku.
"Rafael minta jajan yang banyak ya sama tantenya." celetuk ibu yang kedua. Aah basa basi biasa deh , namanya juga saling bertegur sapa dengan tetangga. Aku berpamitan dengan mereka untuk melanjutkan perjalananku membeli juice.

"Pe, aku mau pipis."kata Rafael , pas banget kami sudah di depan kios penjual juice buah. Aku menengok sekeliling. Waaduh ramai orang nih. Tempat yang enak , agak gelap untuk pipis tapi di depannya bapak-bapak sedang duduk-duduk. Nanti kalau Rafael pipis di depan mereka , bakalan ramai berkicau seperti Twitter.

Lalu aku carikan lagi tempat yang tidak jauh dari pos pangkalan ojek. Tapi.. gedubrak! Ponakanku jatuh karena tergesa-gesa. "Pepey... !" teriaknya. Aku segera mengelap tangan dan dengkulnya sambil memeriksa kalau-kalau ada yang terluka. "Sudah-sudah jangan nangis, ngga apa-apa kok."jawabku. 

Dia mau menangis tetapi untunglah aku berhasil menenangkannya. Sedikit lega karena dia sudah diam, aku melepaskan celananya supaya dia dapat pipis.

"Pepey, jangan bilang mami , aku jatuh."kata dia setelah aku selesai merapihkan kembali celananya. "Ngga, Pepey ngga bilang mami." 

"Pe, tangan aku berdarah."tiba-tiba matanya berair dan mukanya mulai sedih. Aku kan jadi bingung di mana yang berdarah. Aku periksa tangan yang dia maksud "Oaalah, ini jempol kamu yang berdarah, de."

Aku mulai sibuk mengelap darah yang keluar dari luka yang kecil, hanya setitik. Tapi olehnya dibuat  seolah-olah darahnya seember. Aku pencet lukanya untuk keluarin darahnya. "Pe. sakit."katanya.
"Iya maaf ya, ini cuma supaya darahnya berhenti."
"Sakit banget Pe.. darahnya keluar terus."
"Ya udah, Pepey isep darahnya."

Aku mengisap jempolnya beberapa kali dan mengelapnya dengan tissue. "Nah, sudah kering kan?"tanyaku. Tangan kecilnya masih dikepalkan dan disisakan hanya jempolnya yang terluka saja. "Pe, emang enak ya darah aku?"
Eh buset , ngga tau mau jawab apa deh.

Kembali lagi ke tempat jualan juice, kami duduk di bangku panjang. Sebab antrian cukup banyak yang memesan juice. "Pe, tangan ku berdarah. Aku nanti ngga bisa sekolah."kata Rafael tiba-tiba. Saking kagetnya aku berkata demikian, "Hah? Rafa , kan yang luka itu jari kamu yang kiri. Kamu nulis pakai tangan kanan. Masa kamu ngga bisa pergi sekolah?"

Dia melihat jari jempolnya yang luka itu dan tangan kanannya. " Oia Pe." Dan seakan ngga mau kalah, dia berkata lagi. "Tapi kalau berdarah terus, aku ngga bisa sekolah." 

Aku beneran mau ketawa keras. Mungkin orang yang disebelah kami akan tertawa juga mendengar aku dan dia bicara.Rafael memang belum genap lima tahun, tapi selama hampir setahun ini dia ikut kelas pra teka.

"Oke, kalau masih berdarah Pepey beliin plester ya biar lukanya sembuh. Jadi kamu bisa sekolah." Awalnya dia menolak tapi lama-lama mau juga. "Ya udah , Pepey beliin plester di dalam minimarket ya." Belum juga kaki melangkah, dia minta ikut belanja ke dalam.

"Pe..! Ada buku Mater. beliin ya..?" dia berteriak begitu melihat gambar Tow Matter sahabat dari Lighting MacQueen. Sebuah mobil derek yang berteman dengan mobil balap berwarna merah dalam sebuah film animasi produksi PIXAR.

"Ngga, ngga. kan kita kesini beli plester kamu."
Dia mencoba merayu lagi , "Boleh ya ?"
Tapi aku menggeleng "Kalau kamu beli itu, lukamu itu Pepey biarin berdarah ya." jawabku tegas dan dengan lemas dia menaruh kembali buku itu ke rak.

"Ini plesternya ada gambar MacQueen juga." Aku tunjukin plester untuk anak-anak. "Atau mau yang ini tapi gambarnya lain."
"Oia ini aja Pe, aku suka MacQueen."

Karena telah sepakat demikian, kami berjalan ke kasir untuk membayar plester luka untuk anak-anak itu seharga 8.000 rupiah.

Di tempat juice, pesananku tinggal di bungkus. Aku memesan juice alpukat dua buah. Sambil menunggu pesananku siap, aku membuka plester luka tersebut. Gambar-gambar mobil yang menjadi tokoh cerita dari Film Animasi itu, aku bentangkan di depan dia. "Rafael mau pilih yang mana?"

"MacQueen aja Pe." tunjuk dia. Aku membuka bungkusnya dan menempelkannya pada jempolnya yang terluka. "Nah sekarang sudah ngga berdarah lagi. sudah dibungkus."
"Iya Pe, bagus ya."jawabnya senang sambil menunjukan jempolnya. "makasih Pe" Aku tersenyum mendengar hal itu. Lalu dia sibuk dengan gambar-gambar mobil yang menjadi tokoh cerita dari film kesukaannya.

"Pe, ini namanya siapa?"tanya dia lagi menunjuk pada sebuah mobil van VW.
"Itu Fillemore." jawabku
"Iya betul kamu Pe. Kalau ini?" dia menunjuk sebuah mobil yang ada garpunya.
"Siapa yaa, Guido mungkin namanya."
"Kalau ini siapa Pe?" tanya dia lagi, tapi kali ini aku diselamatkan oleh mba penjual juice. Juicenya sudah selesai. Dan aku membayar dua juice alpukat yang aku pesan.

Begitu tiba dirumah, dialah yang bercerita.
"Mami, lihat deh aku di plester."
"Hah.. kamu jatuh?"
"Iya aku jatuh pas tadi mau pipis."
dan seterusnya...

Aku melipir ke dapur, lalu ke kamar mandi dan meneruskan urusanku sendiri.

Terus Tiduur hehe..


story by
Veronica Setiawati
@g1g1kel1nc1