Kraukk.com

728 x 90

my twitter

Follow g1g1kel1nc1 on Twitter

Kamis, 31 Desember 2015

Ramalan Lu di Tahun 2016

Waah sebentar lagi sudah mau tahun baru, dalam hitungan jam kita akan berjalan menuju tahun 2016. Akan jadi seperti apa yang nanti di tahun 2016?? hihi... moga aja tujuan gue dapat tercapai..

Biasanya pada ramai nih ramalan jika sudah menjelang pergantian tahun, pada ingin diramal nasibnya. Kalau gue sih, kasian ama tukang ramalnya mungkin sudah ramal wah kamu tahun depan akan dapat rejeki banyak tapi kalau gue pribadi ga mau lakukan apa-apa ya bagaimana rejeki itu bisa di dapat?? Kan jadi sia-sia ramalan tukang ramal itu, ya kan?

tapi omong-omong santai neh, pada percaya ama ramalan ngga sih? hmm,,, kalau ngga percaya itu karena apa dan kalau percaya , apakah pernah ada ramalan yang kejadian ama hidup lu?

Gue diramal ama mbah gue yang sekarang udah damai di alam sana, tuh pahit semua jalan hidup gue. Ya kalau gue emang hidup pahit yang terima aja. Mungkin bisa menyembuhkan kehidupan gue yang udah ga manis lagi. Lagipula buat gue kalau hidup manis-manis aja bisa diabetes atau obesitas hahahahahaha...


Gue bersyukur udah lewati tahun-tahun sebelumnya. Ga mau terlalu sedih atau senang juga, sebisanya dijalani dengan iklas hati karena sudah menyerahkan semua kepada yang Sang Kuasa. Kalau emang hidup gue pahit, ga usah sedih. Kalau hidup gue manis juga ga perlu berlebihan. Masalahnya sekarang gue udah bukan di jaman muda yang harus pecicilan eh bertingkah kesana kemari ga jelas.

2016 udah di depan mata, gue ingin merubah ramalan yang pahit untuk menjadi impian yang manis. Sudahlah cukup masa untuk seterusnya hidup diberikan yang pahiiiit terus. Coba renungkan deh selama tahun 2015 kemarau panjang kan pada akhirnya diujung tahun diberi hujan, berarti hidup yang kata diramal pahit belum tentu selalu hadir.

Yah seperti nubuat yang gue baca pada sebuah kisah menjelang Natal, ga mungkin kan bangsa yang berjalan dalam kegelapan akan selalu berjalan dalam kegelapan. Karena Sang Pecipta mengerti, maka diutus seorang penyelamatan bangsa itu untuk keluar dari kegelapan. Nah, begitu juga dengan hidup gue, lu, dan semua orang yang percaya!

Biarlah ramalan mau cerita apa saja menurut versi si tukang ramal, seperti halnya ramalan cuaca memang diberitahukan kondisi cuacanya tapi bisa jadi ada sesuatu hal yang tak kasat mata merubah ramalan itu dan tidak seperti yang diramalkan.

Jalani tahun 2016 dengan kepastian untuk maju , yuk!
jangan sedih lagi dengan berbagai macam kepahitan hidup
itu obat buat kita menjadi kuat menghadapi kehidupan yang menawarkan manis yang semu.


selamat tahun baru ya teman

selamat berjuang bersama di tahun 2016
veronica setiawati

Minggu, 03 Mei 2015

Fenomena Bunuh Diri

Saya menjadi bertanya dengan beberapa peristiwa bunuh diri yang terjadi. Bukan hanya menimpa orang dewasa melainkan anak yang masih sekolah dasar pun juga. Apakah yang sebenarnya terjadi pada mental mereka?

Masih kita ingat, beberapa orang yang dengan sukarela mau menjadi korban untuk bunuh diri dengan melekatkan bom pada dirinya. Kemudian beberapa jemaat yang mengadakan bunuh diri massal karena menduga hari kiamat sudah dekat. Juga orang tua , yang mati bunuh diri bersama-sama dengan anak-anak mereka.

Saya jadi bertanya seberapa besar nyawa kita? Sudah terlampau berat kah hidup ini hingga rela mati seperti itu? Atau mereka akan mendapat upah atau balasan karena telah berjasa melakukan bunuh diri?

Mungkin benar dunia ini sedang membutuhkan sebuah rasa penerimaan atas mereka. Ketika hendak kita menolong orang lain wacananya lebih panjang dan lebar sehingga lupa untuk beraksi. Kemudian saya merenung, pertolongan seperti apakah yang dapat membantu lalu membuat orang-orang seperti ini , untuk tidak bunuh diri?
Yaah mungkin saya masih hanya bisa berteori dan berwacana saja. Tetapi untuk aksi masih nol besar. Tetapi saya tetap berharap dapat melakukan sesuatu ...

Sabtu, 02 Mei 2015

Penjahat dan Hukuman Mati.

Tuhanku , aku ini seorang penjahat yang kejam

Lihatlah tanganku berlumuran darah mereka yang telah ku ambil nyawanya.


Aku banyak melakukan hal yang jahat

Aku melukai perasaan orang-orang yang tidak bersalah

Kini aku mendapat hukuman yang sepantasnya atas kejahatanku

Aku menunggu kematianku

Aku kembali melihat apa yang telah ku perbuat



Tuhanku,

disaat menjelang kematianku aku ingat Engkau yang aku kenal sewaktu aku masih kecil.


Oh betapa aku begitu dekat, dan semua orang disekelilingku menyukaiku


Tetapi dimanakah mereka saat ku dewasa?

Kemanakah mereka yang dahulu mengebu-gebu membawaku kepadaMu?


Mereka hilang dan melupakan aku.

Aku sendirian dan semakin jauh dari Engkau

Aku semakin hilang dari pandanganMu, Tuhanku



Dalam bayang kematianku aku melihat Engkau kembali.

Engkau berada di sebelah ku , turut di hukum mati bersamaku.

Ooh Tuhan, janganlah berbuat seperti itu kepadaku

Mengapakah Engkau mau melakukan hal itu untukku?

Aku ini pantas mati karena perbuatanku, bukan Engkau.

Sebelum hembusan nafas terakhirku

Aku mendengar perkataanMu ya Tuhanku

“Hari ini juga, Engkau telah bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”




2 Mei 2015

Veronica Setiawati