Kraukk.com

728 x 90

my twitter

Follow g1g1kel1nc1 on Twitter

Minggu, 14 Februari 2016

Cinta Datang Terlambat

Itulah yang dirasakan oleh Kugy , yang diperankan oleh Maudy Ayundia. Opps salah yaaaa, bukan Kugy tapi namanya Niki. Hehehe..

Oke lanjutin yaa reviewnya.. Niki merasa patah hati ,karena Afgan yang memerankan tokoh Nata , teman kecilnya akan pergi meninggalkan dia. Loh koq bisa sih ?

Film ringan genre remaja ini memang enak untuk di tonton. Kita diajak untuk memasuki dan mengenal cinta usia remaja. Film produksi Maxima Pictures ini, hanya memusatkan kepada tokoh Niki dan Nata. Mereka berdua adalah tokoh central dalam film yang berjudul Refrain.

Cerita tetap masih renyah untuk dinikmati, dan apabila penonton bertanya mengapa tidak ada orangtua mereka, dapat dijelaskan melalui percakapan mereka. Cerita lugu nan polos dari dua insan yang pada awalnya teman sedari kecil dan selalu bersama. Tiada orang lain yang hadir diantara mereka dan sepertinya tidak memerlukan kehadiran orang lain dikeduanya.

Cinta memang perlu diuji, karena dengan ujian maka akan diketahui apakah perasaan itu benar kepada orang yang dicintai. Perasaan persahabatan, rasa sayang dan perhatian diantara Niki dan Nata memang harus diuji dengan cinta yang tidak setengah-setengah. Kehadiran Ana, teman baru Niki dan Nata serta Olivier yang terpana dengan senyuman riang Niki menjadi babak awal ujian cinta yang masih mengendap dalam perasaaan Niki dan Nata.

Niki, yang berawal ingin merasakan rasanya jatuh cinta dan dia dapatkan ketika perhatian Olivier ,seorang pebasket yang menjadi idola. Untuk pertama kalinya Niki merasakan senang berjalan bersama lelaki lain selain Nata. Sedangkan Nata, mulai merasakan gelisah ketika Niki mulai berubah terhadapnya. Seakan-akan Nata merasa terancam Niki akan meninggalkan dia.

"kalau kamu memang sayang dengan seseorang, kamu harus berani mengungkapkanya." begitulah yang dikatakan Ana saat menemani Nata jalan-jalan untuk menenangkan kegelisahan hatinya. Dan sepanjang cerita masa SMA , saya melihat cara yang berbeda dari diri Nata dalam mencintai Niki. Dan kegelisahan hati Nata untuk menyusun kata untuk dapat menyampaikan perasaan yang mengaduk-aduk di dalam hatinya itu.

Saat Ana mengatakan bahwa dia sayang kepada Nata, dan tanpa sengaja terdengar oleh Niki. Dan di tambah saat Nata akhirnya berhasil mengungkapkan perasaan sebenarnya ke Niki. Kali ini hati Niki yang diaduk-aduk. Dia harus memilih antara pesona Olivier ataukah cinta yang dari orang yang telah dikenalnya sejak kecil.

Perjalanan cinta yang pada awalnya mengendap dan karena peristiwa tersebut diaduk , melarut hingga menyatu dalam jiwa. Cinta tersebut menguatkan Niki yang patah hati ditinggal Nata ke Austria untuk meanjutkan sekolah. Cinta yang kini bukan setengah-setangah itu , membawa Niki ke negeri jauh menemui sahabat kecilnya itu.

Cinta boleh datang terlambat, karena memang saat kehilangan barulah kita merasakan bahwa kita sangat menyayangi orang tersebut. Maudy dan Afghan bermain sangat bagus di film ini. Keceriaan tokoh yang diperankan oleh Maudy berhasil menyeimbangkan tokoh yang diperankan oleh Afgan. Ini yang membuat hidup film ini.

Cerita yang sederhana, sesederhana kisah masa SMA. Diolah sangat manis, tanpa buly dari genk wanita , tanpa emosi asmara yang berlebihan. Seperti membawa kita, kembali nostalgia ke masa SMA. Masa jatuh cinta pertama kali, masa mengenal perasaan suka dengan lawan jenis pada pandangan pertama, masa malu-malu menyatakan cinta, masa persaingan perhatian dan lainnya.

Film yang diproduksi sekitar tahun 2013 ini, memang patut di acungi jempol. Apalagi Lagu Cinta Datang Terlambat yang dilantunkan merdu oleh Maudy , seakan turut memperkuat perasaan Niki yang campuk aduk seperti yang dinyanyikan.

"Mungkin memang ku cinta
  Mungkin memang ku sesali
  Pernah tak hiraukan rasamu dulu…
  Aku hanya ingkari
  Kata hatiku saja
  Tapi mengapa kini
  Cinta datang terlambat"


salam,
veronica
Jakarta, 14 Februari 2016





 

Selasa, 09 Februari 2016

Pantang Apa neh Kita?

Waah, ngga terasa sudah kembali masuk masa Pra-Paskah. Artinya mulai Rabu, besok dimulainya Rabu Abu. Artinya selama 40 hari kami, umat Katolik menjalankan masa pertobatan dengan pantang dan puasa. Dan biasanya setiap Jumat, akan diadakan ibadat jalan salib. Mengenang lebih dalam sengsara dan kasih-Nya Yesus kepada umatNya.

Seperti tahun-tahun yang sudah-sudah, selama masa prapaskah ini akan ada pilihan untuk pantang. Misalnya dulu neh bokap gue memilih untuk pantang rokok. Padahal bokap gue ini udah kayak lokomotif kereta jaman masih pakai batu bara.. Tiada hari tanpa merokok.

Gue sering di kasih uang "Nih, beliin rokok ..." Yah , kan gue jadi hapal sekali beli itu dua bungkus dan kalau ada sisa kembaliannya buat gue deh hehehe... Wiih , sampai gue pingin ngerasain rasanya merokok itu kayak apaan sih??

Ya udah gue coba aja icip-icip rokok bekas bokap,, daripada gue penasaran. Manis ujungnya, yang kertasnya rada kuning itu, tapi begitu gue isep eeh gue batuk - batuk.. Waah begini amat.. ribet deh. Apalagi pas mau nyalain musti cari korek. Tapi gue bukannya isep rokoknya supaya bisa terbakar eeh malah gue tiup yaah mana bisa keluar asapnya. Saking ribetnya gue buang tuh rokok satu batang hehehe..

Nah, kembali lagi ke soal bokap gue yang berniat pantang rokok pas menjelang Pra-Paskah. Entah apa yang bisa membuat bokap tiba-tiba dapat keajaiban memilih pantang rokok. Kan, untuk melepaskan kebiasaan itu buatnya susah bener dan buat gue , yaah jatah gue berkurang deh dari setiap kembalian beli rokok.. Dan selama masa puasa dan pantang yang dijalanin 40 hari itu, bokap gue menahan keinginannya untuk merokok atau menyuruh gue beli rokok.

Bokap gue bener-bener konsekuen banget ama niatnya, walaupun gue rayu-rayu untuk beli rokok tetep loh ga bergeming. Mungkin bokap gue tau , niat gue sebenarnya ngincer uang kembalian jadi sebagai gantinya, bokap sediain uang jajan buat gue selama sebulan. Bokap gue kumpulin uang lembaran 500 perak warna hijau yang ada gambar orang utannya itu, sebanyak jumlah hari dalam sebulan.

Wah keren deh, itu pengalaman yang ngga kelupain banget deh buat gue! Gue berusaha untuk cukupin sehari tidak lebih dari 500 rupiah. Kan waktu itu uang segitu jumlahnya besar, lu mau beli makan ampe sekenyangnya disekolah udah lebih dari cukup. Jadi , dari uang pemberian bokap itu gue belajar nabung.

Setelah lewat masa puasa dan pantang, kembali jalani hari-hari seperti biasa seharusnya bokap dapat menikmati lagi nikmatnya merokok lagi, Tapi, ternyata pantang rokok itu berpengaruh dan sangat membantunya sama sekali berhenti merokok. Bokap gue juga heran, sejak niat pantang merokok itu sampai beliau mau menjelang tidak ada dunia lagi , total berhenti merokok. Yaah, setidaknya itulah yang menjadi kesaksiannya semasa hidup atas satu dari berbagai keajaiban dari kebaikan Sang Maha Kuasa.

Sekarang, kembali datang masa pantang dan puasa dan gue belum ada niat yang dalam seperti bokap gue untuk memilih pantang apa. Semestinya gue belajar dari bokap , mempunyai keinginan yang kuat untuk menjalankan apa yang telah menjadi komintmentnya. Yaitu memilih untuk pantang rokok dan akhirnya benar-benar berhenti merokok. Makanya, bokap adalah inspirasi gue dalam menjalani apa yang menjadi komitment.

Sekali lagi gue merenung menunggu menjelang pagi menuju Rabu Abu, hari dibukanya masa pantang dan puasa ini. Pantang apa gue ini ? Apa yang masih kurang baik dalam diri gue dan sangat mendesak untuk diperbaiki?

Ajarlah aku melihat diriku sendiri Tuhan,
Apa sih yang masih kurang dalam diriku ini?
Atau masih ada sesuatu dari diriku yang perlu diperbaiki?
Seperti bejana dalam tangan-Mu,
Tolong bentuklah aku , perbaikilah aku seperti yang Kau mau.

Love u Jesus,
Kau Adalah Bapaku, yang baik..
Miss U


Jakarta, 9 Feb 2016

Veronica Setiawati





 

Minggu, 07 Februari 2016

Lagi Ngomongin Jodoh

Namanya cinta monyet katanya tumbuh di masa-masa sekolah. Syukur kalau ada yang langgeng sampai maut memisahkan. Maksudnya mereka pun menikah dan awet sampai sekarang. Bagaimana yah bisa merawat cinta itu sampai awet begitu tanpa formalin? hehe..

Mungkin itu namanya jodoh ya, seperti baut sudah menemukan mur yang cocok. Tapi kayaknya sih jodoh itu terjadi kalau diantara pasangan itu , pria dan wanita yaa, memang sepakat mau sama mau. Sama-sama menginginkan satu dengan lainnya. Tapi kalau salah satunya menolak ? Berarti bukan jodoh ya kan dong?

Ngomong-ngomong soal jodoh, katanya sih bisa ketemu kapan saja waktunya.. Kalau pas ketemu dengan orang yang tepat, komunikasinya baik dan lancar, dan memang sama-sama mau mengikrarkan diri untuk bukan cinta monyet lagi tetapi yang lebih bertanggung jawab dalam rumah tangga, maka bisa terjadi jodoh itu.

Caranya beragam sih ada yang karena sama-sama satu lokasi di tempat kerja, ada yang emang udah lama temenan trus ketemuan lagi eeh tiba-tiba bisa jadi jodoh, ada juga yang dikenalin temen, ada juga yang beruntung lewat internet atau biro jodoh bisa pas loh ketemu orang yang bener-bener. Soalnya kan banyak yang bisa dikurang percaya untuk lewat media online ini ya kan. Salah-salah bukan dapat jodoh malah dapatnya ditinggal calon jodoh karena ditipu..

Ya emang sih, namanya cari jodoh kudu mengenal orang yang akan jadi calon jodoh itu. Ngga mungkin kan lu tiba-tiba bilang ke orang yang baru aja lu kenal satu detik dikenal, "Ehh kita nikah yuk" 

Cari jodoh itu cara-caranya emang unik sih kalau direnung-renung. Ada-ada aja kisahnya, pernah neh gue dulu banget setelah jaman batu, tepatnya di jaman sekolah,  gue pernah kenalan ama seorang cowo. Yah ga secanggih sekarang sih, gue agak lupa kenal neh cowo dari mana atau siapa gitu? Dulu kan chating online lewat MIRC gitu deh namanya atau dikasih nomor telpon ama temen gue. Dan dulu juga belum ada handphone secanggih sekarang ini yang polesan jari, dulu itu masih pakai telpon lokal.

Nah, singkat cerita neh gue ama nih cowo kenalan, ngobrol-ngobrol gitu deh dan kayaknya ini cowo serius ama gue. Sumpah deh , gue tuh ga kepikiran ama cowo yang serius yang ajak nikah. Soalnya ya gue masih lugu nan polos , masih sekolah kelas satu SMA juga belum naik, baru lepas dari SMP dan tuh cowo udah kerja , mapan usianya juga pekerjaannya.

Lama bicara lewat telepon akhirnya waktunya ketemuan. Kami janjian ketemuan di Terminal Bus Blok M. Sore hari , pas rame-ramenya orang pulang kantor. Gue mulai dari jongkok ampe berdiri trus jongkok lagi, mondar mandir turun tangga terminal. Ya itu deh tungguin datangnya neh cowo.

Dugaan gue sih, tuh orang udah datang tapi karena mungkin liat gue agak melipir.. Kan gue ama dia janjian ketemuan di jalur berapa, trus pakai ini yaa, gitu kan biasanya kalau mau ketemuan ama orang belum pernah ketemu muka dengan muka?

Terus lanjut neh ceritanya udah jelang sore, belum datang juga akhirnya gue kebelet pengin pulang. Lama di situ ngapain juga ya, beberapa bus lewat gue cuekin emang sebenarnya lu mau kemana? sewotnya para kenek bus, yeee biarin suka-suka gue.. banyak penumpang lain koq selain gue kenapa tuh kenek pada sewot ama gue?

Eeh, yang ditunggu bintang utamanya nongol juga. Dari balik kerumunan orang lalu lalang muncul sesosok pria lengkap dengan pakaian kerja dan tas nya akhirnya dengan muka ngga enak hati menemui gue yang udah full asap kenalpot mukanya. Salaman doang cing gue ama dia, eh dibeliin teh botol juga deh gue hehehe... Tapi udahannya gitu, dia minta maaf dan cerita endingnya dia pergi gitu deh dan gue bengong, salah gue apa....

Hahaha,, itulah nasib kamu yang masih anak sekolah , janganlah begitu begini, bikin cowo yang udah kebelet nikah akhirnya jadi malu ati sendiri. Duh masih sekolah ya kamu, kata dia , lah emang selama ini gue kira dikira apa???

Jadi lah sejak pertemuan terakhir itu, dia ga pernah tuh telpon lagi. Pernah coba hubungi tapi dia coba menghindar. hahaha.. itulah pengalaman pahit gue kenalan ama cowo yang mau ajakin kawin tapi gue nya masih jadi anak sekolah..


#tiba-tiba kepengin dengerin lagunya (alm) Mas Chrisye
Kamu masih anak sekolah satu esema
belum tepat waktu untuk begitu begini
Anak sekolah datang kembali dua atau tiga tahun lagi...


Tapi begitu datang waktunya kembali lagi,eeh mas nya itu udah kawin ama yang lain hohoho... nasib
ya semoga aja mendapatkan jodoh yang benar-benar jodoh deh..

hehe.. semoga ga ada yang ngalamin nasib buruk kek gue ya..


veronica